Mengapa ide sering muncul di kamar mandi

Pernah merasa ide-ide terbaik Anda datang di kamar mandi? Ini sebabnya.
Pernah merasa ide-ide terbaik Anda datang di kamar mandi? Ini sebabnya. | Glaze Image /Shutterstock

Anda sedang menikmati air dari pancuran, sambil sesekali menggosok badan. Tiba-tiba, muncul ide brilian.

Bisa jadi solusi atas persoalan di kantor yang sudah berhari-hari Anda pikirkan. Atau perkara sepele -namun penting- seperti bagaimana caranya menghemat pengeluaran.

Apapun itu, seringkali ide cemerlang muncul saat Anda berada di kamar mandi? Mengapa demikian? Berikut penjelasannya menurut tim psikolog seperti dilansir True Activist.

Adalah Ron Friedman Daniel Pink, Gretchen Rubin, Adam Grant, Susan Cain, dan Scott Barry Kaufman yang melakukan riset. Dalam riset itu mereka menyoroti pentingnya relaksasi untuk berpikir kreatif.

"Suasana mandi yang santai, soliter, tanpa rasa menghakimi memungkinkan kita berpikir kreatif. Ini terjadi karena pikiran mengembara bebas, membuat batin kita lebih terbuka terhadap angan dan lamunan," kata Kaufman.

Friedman, juga menyimpulkan bahwa kita perlu menciptakan ruang bebas. Dimana kita tidak asyik dengan ponsel atau sabak digital. Sehingga kita punya ruang untuk mencari hubungan antar ide.

Sementara itu, Leo Widrich dalam blog Buffer yang dilansir Lifehacker juga punya penjelasan ilmiah mengenai kreativitas kamar mandi.

Pada dasarnya, otak akan menelurkan ide kreatif saat:

  1. Otak mengeluarkan banyak hormon dopamin. Pemicunya antara lain olahraga, mendengarkan musik, dan mandi air hangat.
  2. Kita merasa rileks. Perhatian kita terpusat, dan menjadi lebih mudah menemukan suatu koneksi dalam diri.
  3. Kita terdistraksi. Distraksi memberikan otak kita kesempatan istirahat, sehingga bawah sadar dapat memecahkan masalah dengan lebih kreatif.

Mental Floss juga pernah mengulas soal lamunan di kamar mandi.
Lamunan ini membuat korteks prefrontal --pusat komando otak untuk membuat keputusan, dan bersikap-- dalam keadaan rileks. Karenanya, otak beralih masuk dalam default mode network (DMN).

Saat korteks rileks dan DMN dalam keadaan hidup, Anda dapat membuat koneksi kreatif baru yang akan dibuyarkan oleh pikiran dalam keadaan sadar. Itu mengapa, ide saat Anda mandi sangat berbeda dengan ide di kantor. Dimana pikiran cendrung lebih tertutup.

Berpikir keras memecahkan suatu masalah akan menonaktifkan jaringan standar. Memicu kontrol korteks prefrontal. Ini bukan hal buruk, malah mempertajam fokus dan bisa membuat Anda menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu.
Di sisi lain, kondisi tersebut dapat menyeret Anda pada kebuntuan kreativitas. Karena saat Anda foku pada sebuah masalah, otak cenderung menyensor solusi nonkonvensional dan kreatif.

Mungkin terdengar aneh. Namun otak kita dalam keadaan paling aktif justru saat kita tidak fokus pada suatu masalah. Shelley Carson dari Harvard menemukan, orang kreatif memiliki satu kesamaan sifat, mereka mudah terdistraksi. Nah, mandi juga merupakan aktivitas yang dapat membuat Anda terdistraksi dan melahirkan ide-ide kreatif.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR