Mengatasi rasa takut anak pada badut

Ilustrasi badut di sebuah pesta.
Ilustrasi badut di sebuah pesta.
© Nomad_Soul /Shutterstock

Badut hampir selalu ada di perayaan ulang tahun anak. Tapi kadang, kehadiran sosok yang dimaksudkan untuk menghibur anak-anak itu, malah berbuah sebaliknya.

Tampilnya badut di tengah tak jarang membuat beberapa anak menangis dan histeris karena takut. Badut yang lucu ternyata bagi anak-anak bisa menjadi sosok menakutkan.

Riset yang dilakukan University of Sheffield, Inggris, pada tahun 2008 menunjukkan sebagian besar anak-anak tidak suka badut. Mayoritas dari 250 anak usia 4-16 tahun yang dijadikan sebagai objek penelitian bahkan mengaku takut membayangkan badut. Demikian dikabarkan BBC.

Kesimpulannya, badut secara universal tidak disukai oleh anak-anak, terutama ketika hiasan badut ini menjadi dekorasi dari rumah sakit.

Patricia Doorbar, psikolog anak dari Nort West, memperkuat hasil penelitian tersebut. Doorbar, melakukan penelitian tentang pandangan anak-anak tentang terapi kesehatan dan seni. Katanya, badut bagi anak-anak adalah sosok yang tidak dikenal. Badut tidak terlihat lucu, malah sebaliknya. Mereka terlihat aneh.

Ada bermacam asumsi yang menyebabkan anak takut badut. Mata yang besar, mulut yang lebar serta ukuran tubuh yang besar dengan riasan di wajah.

Penulis buku berjudul The Pantomime Life of Joseph Grimaldi: Laughter, Madness and the Story of Britain's Greatest Comedian, Andrew McConnell Stott mengungkap bahwa pada awalnya badut tidak dimaksud sebagai hiburan untuk anak-anak.

Dikatakan Stott, selama era Victoria, peran badut bergeser. Badut berevolusi menjadi elemen yang kuat dan menghibur pada pertunjukan pantomim. "Badut berdiri di depan panggung dan memberikan permen ke anak-anak," kata Stott.

Telegraph menulis, penggambaran badut sebagai sosok kejahatan dalam berbagai film juga menjadi penyebab.

Meski karakter menakutkan dalam film atau televisi biasanya menggunakan topeng atau ekspresi wajah yang berlebihan, namun ini menunjukkan adanya beberapa persamaan dengan fitur badut yang dilihat oleh anak-anak.

Dan hal lain yang membuat anak-anak takut dengan badut adalah lukisan atau riasan di wajah orang tersebut yang berlebihan, ditulis Nasional Geographic.

Rasa takut anak pada badut bila terus berlanjut akan membuat mereka menjadi Coulrophobia (fobia badut).

Lalu bagaimana mengatasi rasa takut anak pada badut?

Orang tua bisa mulai perlahan-lahan memperkenalkan badut pada anak sebagai sosok yang lucu dan bukan menakutkan. Tapi tentu tidak dengan paksaan.

Timbulkan rasa berani pada anak dengan menjelaskan badut tidak akan menyakiti mereka, tetapi menghibur.

Katakan juga pada anak, badut adalah seorang manusia juga yang wajahnya diberi topeng atau riasan tertentu

Cara di bawah ini, dilansir Ayahbunda, bisa membantu orang tua mengatasi rasa takut anak pada badut.

1. Pahami perasaan anak

Jangan sesekali menertawakan anak yang histeris melihat badut. Rasa takut badut yang dirasakan si kecil bukan hal yang sepele. Orang tua harus memahami juga perasaan anak, bahwa rasa takut yang dirasakan adalah nyata.

2. Yakinkan anak

Bagi anak, badut adalah sosok menakutkan dan membahayakan. Jika anak berlari dan memeluk erat ketika melihat badut, jangan dimarahi.

Tapi, yakinkan anak dengan intonasi suara yang pelan bahwa dia aman dan tidak perlu khawatir. Dukungan yang diberikan akan membantu anak merasa lebih baik.

3. Jangan menghindar

Mengajak anak untuk menghindar dengan maksud agar mereka tidak menangis ketika melihat badut, itu bukan cara tepat.

Dengan menghindar maka anak tidak belajar untuk mengalahkan rasa takutnya. Dampingi anak untuk berani mendekat dan menyapa. Dan jelaskan terlebih dahulu bahwa badut itu orang yang memakai kostum.

4. Berikan waktu

Tentu bukan hal yang mudah untuk menghilangkan ketakutan anak. Tetaplah membujuk dan memberikan semangat untuk anak berani. Anak perlu waktu untuk mengatasi ketakutan yang dirasakan.

5. Jangan lupa memberikan pujian

Ketika anak menunjukkan rasa berani dibandingkan sebelumnya, berikan apresiasi. Pujian yang diterima tidak hanya akan membuat anak senang. Tapi juga menumbuhkan percaya diri dan berani saat anak berjumpa dengan badut.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.