KESEHATAN PEREMPUAN

Mengenal dan mengatasi flu haid

Ilustrasi perempuan flu.
Ilustrasi perempuan flu. | Paulaphoto /Shutterstock

Bagi perempuan, haid adalah salah satu momen paling tak nyaman. Fakta bahwa hal ini berulang setiap bulan, membuatnya semakin tak menyenangkan.

Mulai dari perut keram, kurang fokus, dan penderitaan tak terelakkan yang biasanya mulai muncul seminggu sebelum haid.

Sebagian perempuan menunjukkan gejala yang lebih parah selama fase ini layaknya orang sakit. Misal, mengalami kelelahan ekstrem, mual, lemah, menggigil, hidung meler, dan gejala lain yang biasa disebut "period flu" atau "flu haid".

Penting untuk mengenali apa itu flu haid? Pasalnya ada saja miskonsepsi tentang penyakit bulanan ini, mengenalinya bisa membuat Anda lebih peka dan segera mengambil langkah antisipatif.

Flu haid tidak sama dengan flu biasa. Walau memang, Anda bisa saja menderita flu bersamaan dengan masa haid.

Flu haid adalah apa yang terjadi ketika prostaglandin--senyawa asam lemak yang berfungsi meluruhkan lapisan rahim dan memulai menstruasi--masuk ke aliran darah dan mulai memengaruhi kerja usus, memunculkan gejala seperti flu.

Prostaglandin juga bisa memicu perubahan suhu tubuh, tak heran jika Anda merasa seperti demam. Namun, saat diukur dengan termometer, terlihat bahwa sebenarnya suhu tubuh Anda baik-baik saja.

Dijelaskan dokter Molly O'Shea, gejala-gejala yang dimaksud bisa meliputi diare, pusing, muntah-muntah, dan nyeri pada sekujur tubuh. Pada beberapa orang gejala ini bisa muncul semuanya, mengakibatkan ketidaknyamanan yang teramat sangat.

Dalam wawancara dengan Brit + Co, Nieca Goldberg, direktur medis Joan H. Tisch Center for Women's Health, Langone NYU, menjelaskan masalah kesehatan ini adalah akibat perubahan hormon.

"Perubahan hormonal sebelum menstruasi dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk kelelahan, kram perut, kembung, nyeri punggung, dan nyeri tubuh lainnya. Penurunan kadar estrogen Anda tepat sebelum menstruasi lah pemicunya," papar Goldberg.

Efek perubahan hormon lain, termasuk yang mengatur tidur juga bisa mengganggu kenyamanan tidur, hingga menyebabkan kelelahan.

Jika Anda termasuk yang merasakan gejala parah menjelang dan saat haid, berkonsultasi dengan dokter bisa jadi opsi. Bicarakan opsi untuk mengantisipasi kondisi yang berulang setiap bulan ini, demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas.

Pada 2015, sebuah riset menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh melemah saat haid. Namun penurunan kekebalan tubuh ini sifatnya hanya sementara.

Steven R. Goldstein, MD, mengatakan kepada Cosmopolitan, bahwa beberapa orang mungkin melaporkan gejala flu atau flu saat mereka haid.

Seperti dijelaskan sebelumnya, perasaan tidak nyaman dan munculnya beberapa gejala sakit ini dipicu oleh perubahan kadar hormon dalam tubuh. Gejala seperti pilek atau batuk bisa disebabkan oleh alergen di sekitar Anda.

Namun, tak menutup kemungkinan ada alasan serius mengapa Anda merasa sakit saat haid. Ini sebaiknya tidak diabaikan.

Meskipun relatif jarang terjadi, Anda pun perlu tahu gejala Toxic Shock Syndrome--infeksi bakteri yang sering dikaitkan dengan penggunaan tampon--sangat mirip dengan flu. Misal demam mendadak tinggi, mual atau muntah.

Menurut Healthline, jika suhu tubuh Anda bertahan di atas 38,8 derajat Celsius, terlepas dari apakah Anda baru saja menggunakan tampon atau produk yang digunakan saat haid lainnya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mencari pengobatan terbaik.

Sebagai catatan, menurut layanan informasi Toxic Shock Syndrome Inggris, dari sekitar 60 juta orang, sekitar 40 juta orang menderita TSS. Namun, ini dapat diobati dengan antibiotik selama sudah dideteksi sejak dini.

Sementara bagi yang mengalami gejala tak separah itu, obat yang dijual bebas seperti ibuprofen atau naproxen telah terbukti dapat mengatasi ketidaknyamanan yang dipicu haid. Akan tetapi perlu diingat juga, dosis harian maksimal untuk ibuprofen adalah 1200 miligram--tiga tablet dalam satuan dosis 400 miligram. Konsumsilah dalam jumlah minimum.

Tak selalu harus mengonsumsi obat, Anda juga dapat meningkatkan asupan nutrisi tertentu. Misal makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berdaun hijau tua, vitamin C, juga vitamin B12 dari telur, susu, keju, daging, ikan, dan ayam.

Saran yang dirangkum Greatist berikut dapat memandu Anda agar lebih nyaman menjelang, saat, dan setelah masa haid.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR