SEPEDA

Mengenal kompetisi sepeda BMX

Ilustrasi: Sepeda BMX terinspirasi motocross.
Ilustrasi: Sepeda BMX terinspirasi motocross. | Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Salah satu cabang olahraga bersepeda yang dipertandingkan hari ini (25/8) di Asian Games 2018 adalah Bicycle Motocross (BMX). Jenis kompetisi sepeda ini masuk kategori baru dalam ajang lomba internasional.

Intenational Olympic Committee (IOC) pertama kali mengikutsertakan BMX pada Olimpiade Beijing 2008 di Cina. Federasi Internasional BMX sendiri baru didirikan pada 1981. Sedang kejuaraan pertama dilaksanakan pada tahun 1982.

Sesuai namanya, sepeda ini memang terinspirasi oleh olahraga Motocross yang mulai populer di California, Amerika Serikat. Kaum muda yang tak punya sepeda motor mengekspresikannya dengan sepeda tenaga manusia.

Bentuk BMX disesain sedemikian rupa untuk bisa menaklukkan aneka rintangan dan atraksi ekstrem. Secara sepintas sepeda BMX mirip sepeda mini, dengan ukuran ban 20 inchi, namun BMX berbahan metal ultra kuat.

Meski dilengkapi sadel, namun pengendara BMX lebih banyak berdiri ketimbang duduk di sadel ketika mengendarai. Girnya single speed dan remnya V brake. Yang paling istimewa adalah stang BMX, bisa berputar lebih dari 360 derajat.

Pengendara sepeda BMX, menggunakan perlindungan bagian tubuh (Body Protector) seperti halnya pengendara Motocross, semisal helm, Elbow serta Knee Guard.

Perlombaan BMX diadakan di sirkuit seluas 350 meter yang di dalamnya terdapat banyak halangan dan rintangan, dari lompatan, gundukan sampai kemiringan.

Umumnya, setiap race diikuti delapan pembalap. Empat pembalap ter atas akan secara otomatis masuk ke babak selanjutnya (babak penyisihan, perempat final, semi final dan final). Sedang kelas yang dipertandingkan adalah Perorangan Putra dan Perorangan Putri.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR