KESEHATAN

Mengenal L-theanine, si pereda cemas

Ilustrasi L-Theanine
Ilustrasi L-Theanine | RobsPhoto /Shutterstock

Gangguan kecemasan lebih dari sekadar rasa cemas biasa. Karenanya perlu ditangani serius.

Taylor Swift mengonsumsi suplemen L-theanine untuk membantu mengatasi stres dan kecemasan. Mari mengenal L-theanine lebih jauh.

L-theanine adalah asam amino yang digunakan untuk membentuk protein, membantu tubuh memecah makanan, memperbaiki jaringan, dan melakukan berbagai fungsi tubuh lain.

Sebagian besar orang tidak mendapatkan banyak L-theanine dari pola makan. Sebab memang tidak banyak makanan yang mengandung asam amino ini.

Sumber terbesar L-theanine dalam makanan adalah beberapa jenis jamur, teh hijau, hitam, dan putih. Tetapi karena kebanyakan orang tidak minum teh dalam jumlah sangat banyak setiap hari, suplemen L-theanine dapat bermanfaat.

Dua penelitian yang berbeda, satu dari edisi 2011 Journal of Clinical Psychology dan lain nya dari edisi 2018 jurnal Clinical Schizophrenia & Related Psychoses telah menemukan, pada pasien dengan skizofrenia, suplemen ini dapat membantu meredakan kecemasan dan memperbanyak waktu tidur ketika dikombinasikan dengan pengobatan antipsikotik.

Studi kecil lain yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menguji L-theanine pada orang dewasa yang sehat. Dari sini terungkap, orang yang lebih rentan terhadap kecemasan melunak sedikit lebih banyak setelah mengonsumsi 200 miligram L-theanine daripada mereka yang menggunakan plasebo.

Kata Jamie Alan, Ph.D,, asisten profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, secara keseluruhan sebenarnya tidak ada penelitian yang bisa diandalkan untuk mengatakan L-theanine pasti membantu mengatasi kecemasan.

"Mungkin bukti terbaik saat ini adalah L-theanine membantu memusatkan perhatian tanpa menyebabkan kantuk," katanya.

Menurut keterangan ahli diet Liz Weinandy, secara umum L-theanine terbukti aman ketika Anda mengonsumsinya dalam dosis 400 miligram per hari hingga delapan minggu.

L-theanine dapat memengaruhi kadar bahan kimia tertentu di otak. Ini termasuk serotonin dan dopamin yang memengaruhi suasana hati, tidur, dan emosi, serta kortisol, yang membantu tubuh mengatasi stres.

Perubahan keseimbangan bahan kimia ini dapat mengubah suasana hati atau tingkat stres seseorang.

Lima uji coba terkontrol secara acak dengan total 104 peserta menemukan L-theanine mengurangi stres dan kecemasan pada orang yang mengalami situasi stres.

Studi lain menemukan itu meningkatkan relaksasi tanpa menyebabkan kantuk dan mengurangi denyut jantung istirahat.

L-theanine dapat dikonsumsi untuk membantu mencegah serta mengatasi kondisi depresi dan gangguan suasana hati, insomnia dan susah tidur, demensia, alzheimer, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan skizofrenia.

Tak hanya itu, L-theanine dapat mendukung tingkat kesehatan mental dan energi secara keseluruhan, tetapi L-theanine lebih mampu bertindak sebagai penghilang stres alami.

Meski sama-sama ditemukan dalam teh, L-theanine berbeda dengan kafein. L-theanine cenderung meningkatkan relaksasi, sementara kafein meningkatkan kewaspadaan, keduanya memiliki efek yang berlawanan tetapi saling melengkapi.

Kemudian, L-theanine memiliki efek antistres karena menghambat eksitasi neuron kortikal.

L-theanine tampaknya berdampak pada dua area penting otak yang disebut amygdala dan hippocampus, yang membantu mengendalikan respons dan memori rasa takut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR