KESEHATAN

Mengenal penyakit autoimun myasthenia gravis

Myasthenia Gravis
Myasthenia Gravis | Dragon Images /Shutterstock

Dari sekian banyak penyakit autoimun, salah satu yang harus diwaspadai adalah myasthenia gravis (MG) karena dapat melemahkan otot dan menyerang mata.

MG adalah kondisi kronis yang menyebabkan otot mudah lelah dan melemah.

Ketika mengalami MG, Anda mungkin memperhatikan selama makan, otot-otot rahang menjadi lelah dan lemah, ini mengganggu kemampuan mengunyah makanan.

Setelah beristirahat sebentar, otot-otot mungkin menjadi kuat lagi, dan memungkinkan Anda untuk kembali melanjutkan makan.

Dalam kondisi normal, saraf mengarahkan otot untuk bekerja dengan mengirim pesan melalui area reseptor. Bahan kimia yang mengirim pesan disebut asetilkolin.

Ketika asetilkolin berikatan dengan reseptor saraf, otot Anda mengenali kebutuhan untuk berkontraksi. Pada pasien MG, Anda memiliki lebih sedikit reseptor asetilkolin daripada yang Anda butuhkan.

"Ini adalah gangguan pada saraf terutama sambungan otot dan saraf. Gangguan khas kelemahan berulang pada otot yang sering digunakan yaitu kelopak mata," kata dokter spesialis saraf dari RS Omni Pulomas, Zicky Yombana, dilansir Republika.

"Kelopak mata bisa terbuka diangkat oleh otot. Otot ini yang bisa membuat kelopak mata turun dan naik."

Tak hanya kelopak, pergerakan bola mata juga butuh otot dan bagian ini sering alami gangguan dan menyebabkan ketidakseimbangan.

"Khasnya akan membaik ketika istirahat. Lama-lama dipakai lagi, kumat lagi," ujar Zicky, dokter yang juga menderita MG sejak tahun 2012.

Myasthenia gravis di Indonesia

Menurut keterangan Destriana Sari, Pengurus Pusat dari Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia, MG di Indonesia hanya satu banding seribu kejadiannya.

Dikutip Alomedika, insiden MG di Indonesia belum tercatat dengan jelas. Data dari RSCM pada tahun 2010-2011 mencatat 94 kasus MG.

Kemudian, pada 2010 hingga 2014, terdapat 55 pasien yang terdiagnosis MG pada salah satu rumah sakit mata di Bandung, dengan 77 persen pasien berusia di atas 50 tahun dan 71 persen berjenis kelamin perempuan.

Penyebab myasthenia gravis

MG adalah gangguan neuromuskuler yang biasanya disebabkan oleh masalah autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda keliru menyerang jaringan sehat.

Dalam kondisi ini, antibodi, yang merupakan protein yang biasanya menyerang benda asing, zat berbahaya dalam tubuh, menyerang sambungan neuromuskuler.

Kerusakan membran neuromuskuler mengurangi efek zat neurotransmitter asetilkolin, yang merupakan zat penting untuk komunikasi antara sel-sel saraf dan otot. Inilah yang menyebabkan kelemahan otot.

Mengenali gejala myasthenia gravis

Pada lebih dari separuh orang yang alami MG, tanda dan gejala pertama mereka melibatkan masalah mata, seperti penglihatan ganda dan kelopak mata mengendur.

Gejala lain pun bisa terjadi pada wajah dan tenggorokan, termasuk berubah saat bicara seperti menjadi lebih lembut atau sengau, juga sulit menelan, mudah tersedak, sulit mengunyah, dan terbatasnya ekspresi wajah.

Selain mata, wajah, dan tenggorokan, MG juga bisa memperlihatkan tanda-tandanya dari otot leher dan tungkai. Misalnya, kelemahan pada leher, lengan dan kaki.

Kelemahan otot yang disebabkan oleh MG memburuk karena otot yang terkena digunakan berulang kali. Karena gejala biasanya membaik dengan istirahat, kelemahan otot Anda mungkin datang dan pergi.

Gejala MG pun cenderung berkembang dari waktu ke waktu, biasanya mencapai yang terburuk dalam beberapa tahun setelah timbulnya penyakit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR