Mengenal synaesthesia, ketika orang bisa mendengar warna

Ilustrasi Synaesthesia
Ilustrasi Synaesthesia | Lakov Filimonov /Shutterstock

Umumnya, suara untuk didengar dan warna untuk dilihat. Namun, tak semua orang seperti itu. Ada orang yang dapat melihat suara dan mendengar warna. Kondisi ini disebut synaesthesia.

Apa itu synaesthesia? Kondisi neurologis yang menyebabkan otak mengolah data dalam bentuk beberapa indera sekaligus.

Pengidap synaesthesia akan dapat mendengar suara sambil melihat lingkaran warna-warni.

Orang dengan synaesthesia bisa menggambarkan sesuatu dengan rasa atau warna tertentu, misalnya, angka tiga berwarna kuning, hari Rabu berwarna biru gelap, dan bulan Maret memiliki rasa puding.

Tak hanya itu, mereka juga bisa mencium aroma dari suara, melihat musik sebagai warna di udara, mencicipi kata-kata, melihat ciri khusus dari waktu, melihat warna tertentu saat sakit, tekstur bisa menyebabkan emosi, dan melihat bahasa isyarat sebagai warna.

Namun, tak semua orang dengan synaesthesia sama. Jenisnya ada sekitar 60. Jadi, ada yang mungkin melihat Selasa berwarna merah, sedangkan orang lain melihatnya sebagai putih.

Banyak orang dengan synaesthesia mungkin tidak menyadari mereka memilikinya dan menganggap persepsi mereka normal, misalnya "Pasti semua orang tahu kalau bulan Desember rasanya seperti roti isi daging."

Kondisi ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi dianggap terjadi karena faktor genetik. Perempuan lebih banyak mengalami synaesthesia daripada laki-laki.

Menurut American Psychological Association (APA),Synaesthesia bukan hal yang umum terjadi, hanya terjadi sekitar 1 dari 2 ribu orang.

Orang terkenal yang memiliki synaesthesia antara lain Pharrell Williams, Lorde, dan Marilyn Monroe.

Pharrell Williams pernah mengatakan bahwa untuk setiap warna, ada suara, getaran, bagian dari tubuh manusia, nomor, not musik.

Bagaimana kondisi ini memengaruhi kehidupan seseorang?

Banyak orang dengan synaesthesia menganggap keunikan mereka sebagai hadiah karena memungkinkan mereka untuk melihat dunia dengan cara tidak biasa.

Keunikan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan intelektual.

Namun, beberapa orang pun merasa tidak nyaman, misalnya, melihat kata-kata dicetak dengan warna yang salah bisa menjadi aneh atau nama-nama tertentu mungkin terasa buruk.

Ada juga yang merasa malu pada usia muda ketika mereka menggambarkan pengalaman tidak lazim.

Pharrell termasuk orang yang menerima synaesthesia dan memanfaatkannya untuk berkarya.

"Jika itu diambil dari saya, tiba-tiba saya tidak yakin saya bisa membuat musik," kata Pharrell.

Mengapa ini terjadi? Penyebab pastinya belum diketahui. Namun, penelitian mengklaim itu terjadi ketika wilayah otak yang bersebelahan satu sama lain telah terjalin.

Bentuk synaesthesia paling umum adalah saat orang menghubungkan kata dengan warna.

Dalam contoh ini, mungkin area otak yang bertanggung jawab untuk memproses bahasa dan warna, lokasinya bersebelahan satu sama lain, telah bergabung sedikit.

Bagaimana synaesthesia dipelajari?

Awalnya, synaesthesia diteliti kali pertama pada akhir abad ke -19. Sejak itu, banyak ahli saraf telah mempelajari kondisi tersebut dan mereka telah mengajukan beberapa teori yang bersaing tentang penyebabnya.

Penelitian oleh Simon Baron-Cohen, mempelajari synaesthesia di Universitas Cambridge, menyatakan sinestesia berasal dari koneksi saraf yang meluap-luap.

Peter Grossenbacher, psikolog di Naropa University di Colorado, berpikir kalau synaesthesia terjadi ketika area-area indera tunggal di otak mendapat umpan balik dari area multisensor.

Biasanya, informasi dari daerah multisensor hanya mengembalikan ke area indera tunggal yang sesuai. Pada orang-orang dengan synaesthesia, informasi itu campur aduk.

Daphne Maurer, psikolog di McMaster University, telah berspekulasi bahwa semua orang mungkin dilahirkan dengan koneksi saraf yang memungkinkan terjadinya kondisi synaesthesia, tetapi sebagian besar dari kita kehilangan hubungan itu ketika tumbuh dewasa.

BACA JUGA