Mengenali gejala dan perawatan asma

Asma
Asma | Orawan Pattarawimonchai /Shutterstock

Asma merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan serangan sesak napas dan batuk. Kondisi tersebut disebabkan oleh saluran udara menyempit dan bengkak sehingga menghasilkan lendir ekstra yang membuat seseorang sulit bernapas.

Apa saja gejala yang dialami penderita asma dan pengobatan apa saja yang mungkin dilakukan? Berikut kami rangkum informasi mengenai asma dari berbagai sumber.

Setiap orang mengalami gejala yang berbeda. Ada yang jarang mengalami serangan asma, hanya pada waktu tertentu. Ada pula yang merasakan gejala sepanjang waktu. Gejala yang dimaksud mulai dari sesak napas, nyeri dada, sulit tidur karena sulit bernapas, dan menimbulkan suara saat napas sehingga kondisinya semakin parah saat pilek atau flu.Tingkat keparahannya bervariasi pada masing-masing orang.

Gejala asma yang berulang menyebabkan seseorang menjadi sulit tidur, kelehahan pada siang hari yang berdampak pada terganggunya aktivitas seperti sekolah atau bekerja.

Tanda bahwa kondisi asma mungkin memburuk ketika gejalanya lebih sering datang, semakin sulit bernapas, dan rutin menggunakan inhaler.

Bagaimana mengetahui bahwa seseorang mengalami asma? Pada anak di atas lima tahun hingga dewasa, diagnosis dilakukan dengan cara memberikan penjelasan rinci mengenai gejala dan kesehatan juga dilakukan tes fungsi paru untuk mengukur seberapa cepat dan berapa banyak udara yang dapat dikeluarkan.

Pada anak di bawah usia lima tahun, diagnosis bisa sulit karena tes fungsi paru tidak akurat sebelum usia lima tahun sehingga dokter akan bergantung pada informasi rinci mengenai kondisi kesehatan terbaru.

Apa yang menyebabkan seseorang menderita asma sebenarnya belum diketahui dengan pasti.

Namun, ada beberapa faktor risiko terkuat untuk menyebabkan asma, yaitu kombinasi dari genetika dan paparan zat pemicu alergi atau mengiritasi seperti alergi yang berasal dari debu, tungau, bulu hewan peliharaan, asap rokok, iritasi kimia di tempat kerja, dan polusi udara

Faktor pemicu lain bisa berasal dari udara dingin, emosional esktrem, seperti kemarahan atau ketakutan, dan latihan fisik. Bahkan, obat seperti aspirin, obat anti-inflamasi non-steroid, serta beta-blocker yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, kondisi jantung, dan migrain dapat memicu asma.

Perawatan pasien asma

Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan yang tepat dapat mencegah pasien mengalami asma atau mengurangi jumlah serangan. Pengobatan yang dilakukan termasuk penggunaan inhaler khusus agar pasien dapat bernapas dalam-dalam sehingga mencapai paru-paru dengan cepat dan mulai membuat mereka lebih baik.

Selain itu, asma juga tak dapat dicegah. Namun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membuat perencanaan agar dapat hidup dengan lebih baik. Ini termasuk mengambil kendali atas perawatan dan pengobatan berkelanjutan yang dilakukan, mengidentifikasi dan menghindari pemicu asma, serta belajar mengenali tanda-tanda akan terjadinya serangan, seperti batuk ringan, napas berbunyi, atau sesak napas

Adapun perawatan yang bisa dilakukan di rumah bagi penderita asma, mulai dari penggunaan pendingin udara (AC) untuk mengurangi jumlah serbuk sari udara dari pohon, rumput dan gulma masuk ke dalam ruangan. Jika tidak memiliki AC, maka usahakan agar jendela Anda tetap tertutup.

Anda juga bisa meminimalkan jumlah debu yang dapat memperburuk gejala pada malam hari dengan mengganti barang-barang seperti seprai, sarung bantal, kasur, karpet, hingga gorden secara rutin.

Jangan lupa bebaskan lingkungan sekitar Anda dari jamur. Selalu bersihkan area basah di kamar mandi, dapur, dan sekitar rumah agar jamur agar tidak berkembang. Singkirkan daun-daun berjamur atau kayu bakar basah di halaman. Pastikan Anda membersihkan rumah secara teratur, setidaknya sekali seminggu.

Selain itu, jagalah kesehatan diri sendiri. Gunakan masker untuk mulut dan hidung jika udara sedang dingin, olahraga secara teratur untuk memperkuat jantung dan paru-paru, mempertahankan berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan dapat memperparah gejala asma, serta mengontrol penyakit maag dan gastroesophageal reflux (GERD).

Anda juga dapat melatih pernapasan untuk mengurangi jumlah obat yang diperlukan dalam mengendalikan gejala asma.

World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa penderita asma di seluruh dunia sudah mencapai 235 juta orang. Angka tersebut tentu bukanlah jumlah yang sedikit dan bila tidak dilakukan pengendalian bisa menyebabkan lebih banyak lagi penderita asma.

Meningkatkan kesadaran terhadap asma merupakan langkah awal dari proses panjang pengendalian.

Menurut Alvin Ng Choon Yong, dokter spesialis saluran pernapasan dari Farrer Park Hospital Singapura, hal tersebut memang perlu dilakukan agar lebih banyak penderita asma yang mulai datang untuk memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan efektif, agar membantu mereka menjalani kehidupan yang sehat.

BACA JUGA