Mengenali kondisi penuaan otak

Penuaan
Penuaan | Sirtravelalot /Shutterstock

Seiring bertambahnya usia, setiap sistem dalam tubuh berubah, termasuk otak. Bagaimana otak berubah seiring waktu dan apa saja langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Umumnya, berat otak manusia sekitar 1,3kg dan memiliki sekitar 100 miliar neuron yang saling terhubung melalui triliunan sinapsis. Selama beberapa tahun pertama kehidupan seseorang, otak membentuk sekitar satu juta koneksi saraf hampir setiap detik.

Bagaimana sel otak bekerja? Neuron atau sel saraf bertanggung jawab untuk memproses dan mengirim informasi ke seluruh otak. Sel-sel ini juga bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi dari otak ke otot dan organ tubuh.

Otak mengendalikan banyak aspek berpikir, mengingat, merencanakan dan mengatur, membuat keputusan, dan banyak lagi.

Dengan bertambahnya usia, gejala penuaan otak sering terjadi. Ketika itu terjadi pada lansia, maka biasanya dikaitkan dengan demensia atau penyakit alzheimer. Namun, alzheimer dan demensia bukan bagian dari proses penuaan normal.

Pada proses penuaan normal, umumnya akan terjadi penurunan kemampuan multitasking dan perlambatan pemrosesan memori. Selain itu, Anda akan kesulitan belajar hal baru.

Anda juga akan lebih sulit mengingat janji, nama, dan angka. Memori nama dan angka dikaitkan dengan sesuatu yang dikenal sebagai memori strategis. Ini tampaknya menurun seiring bertambahnya usia.

Ketika otak menua, pun ada beberapa perubahan struktural yang terjadi, misalnya densitas kortikal atau menurunnya koneksi sinaptik menyebabkan penipisan permukaan otak yang bersudut luar. Ketika ada lebih sedikit koneksi, itu dapat menyebabkan proses kognitif lebih lambat.

Pengaruh lainnya adalah pada massa otak. Area yang terlibat dalam fungsi kognitif tinggi dan penyandian memori baru (lobus frontal dan hippocampus) mulai menyusut. Ini mulai terjadi pada usia sekitar 60 tahun.

Sistem neurotransmitter pun mulai menghasilkan lebih sedikit bahan kimia. Ada penurunan aktivitas asetilkolin, dopamin, serotonin, dan norepinefrin. Atribut ini mengarah pada penurunan kognisi dan memori. Ini juga menyebabkan peningkatan depresi.

Anda bisa mengetahui otak menua bila mengalami gejala semacam kehilangan memori jangka pendek, kehilangan memori jangka panjang, kesulitan menemukan kata, sulit menyetir, perubahan suasana hati dan kepribadian, memiliki masalah keseimbangan, kehilangan indera penciuman, dan terjadi masalah pendengaran.

Meski pertambahan usia dan penuaan otak tak bisa dihindari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menundanya. Anda butuh fokus pada aktivitas yang melibatkan konsentrasi untuk membantu memperkuat pikiran.

Stimulasi mental selama 40 menit setiap hari, seperti bahasa baru atau terlibat dalam kelas seni, dapat membantu. Sel-sel saraf akan mulai tumbuh dan koneksi akan terus menguat selama Anda terus belajar sesuatu yang baru. Anda juga dapat mengikuti kelas berbasis hobi lain yang memang disukai.

Belajar hal seperti itu akan memperkuat bagian otak yang mengontrol hubungan spasial dan akan meningkatkan kemampuan Anda untuk menyatukan segala sesuatunya.

Terlibat dalam olahraga seperti bulu tangkis atau belajar memainkan alat musik juga dapat membantu Anda mempertajam koordinasi mata-tangan Anda bersama dengan refleks waktu reaksi.

Pilihan lain adalah bermain game seperti teka-teki silang, catur, atau scrabble juga membuat otak Anda aktif.

Cara lain untuk menunda penuaan otak adalah fokus pada pola makan kaya vitamin B6, B12 dan folat.

B6 dapat ditemukan secara alami dalam kacang-kacangan dan pulsa. B12 ditemukan dalam daging dan produk susu. Folat dapat diperoleh dari bayam, kacang-kacangan, dan asparagus.

Selain hobi dan makanan, interaksi sosial juga ternyata baik untuk kesehatan otak. Ketika hubungan dengan manusia lain kuat, Anda cenderung lebih mampu menghadapi situasi stres.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR