Menilik kemudahan dan keamanan transaksi di era digital

SPONSOR: BCA
Ilustrasi layanan mobile banking
Ilustrasi layanan mobile banking | Shutterstock

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin pesat dari waktu ke waktu. Bila pada satu dasawarsa silam pengguna internet di bawah 1 juta pengguna, pada tahun 2017, melonjak menjadi 143, 26 juta pengguna yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

Dengan masifnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, wajar bila hal ini menjadi peluang bagi pelaku industri untuk mentransformasikan bisnis mereka ke ranah digital, tak terkecuali pada industri perbankan.

Eksistensi bank di Indonesia saat ini tak lepas dari bagaimana mereka terus beradaptasi terhadap perubahan dan kebutuhan manusia yang serba cepat. Tantangan pun datang untuk para industri perbankan dengan mengembangkan produk perbankan digital untuk memudahkan aktivitas transaksi pengguna.

Namun, kemunculan produk perbankan digital bukan tanpa halangan. Cyber crime dan berbagai modus penipuan melalui internet masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dibereskan oleh perbankan dan pihak lain yang berkepentingan dalam dunia ini.

Untuk mendongkrak penggunaan produk perbankan digital dan aplikasi keuangan lain, tentu para penyedia produk harus bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Pihak bank misalnya, harus dapat menjaga keamanan nasabah agar terbentuk kepercayaan antara bank dan nasabah serta antara bank dan regulator.

Tak hanya masalah keamanan, integritas institusi dan kemudahan dalam bertransaksi turut menjadi pertimbangan masyarakat untuk mengalihkan transaksi ekonomi mereka ke ranah digital.

Pun demikian, tak mudah bagi perbankan untuk menggiring masyarakat untuk beralih menggunakan produk digital dalam bertransaksi. Bank setidaknya harus memiliki infrastruktur yang kuat, seperti pengembangan pusat data, akses terhadap data untuk menjamin kerahasiaan data nasabah, dan aspek legal yang kuat di mata hukum. Dalam hal produk digital perbankan yang teruji kredibilitasnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memiliki produk BCA mobile banking yang dapat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

Untuk bertransaksi menggunakan BCA mobile banking, nasabah perlu mendaftarkan nomor rekening dan nomor ponsel yang akan digunakan. Setelahnya pendaftaran selesai, nasabah dapat menggunakan fasilitas ini untuk berbagai keperluan transaksi, termasuk di dalamnya untuk urusan investasi.

Perihal keamanan, fasilitas mobile banking menggunakan dua lapis pengamanan. Nasabah atau pengguna yang sudah tervalidasi untuk menggunakan aplikasi ini harus memasukkan password agar dapat masuk ke aplikasi. Setelahnya, setiap kali menyelesaikan langkah transaksi, nasabah harus memasukkan PIN.

Dua lapis pengamanan ini dilakukan untuk memastikan keamanan nasabah dalam bertransaksi terjamin dan terjaga kerahasiaannya.

SPONSOR: BCA
BACA JUGA