Menipisnya rambut bukan hanya karena usia

Ilustrasi.
Ilustrasi.
© MRAORAOR /Shutterstock

Bukan hanya akibat penuaan, lebih dari 200 penanda genetik ternyata menyebabkan penipisan rambut pada pria. Termasuk gen yang diwarisi dari ibu. Begitu ungkap studi terbaru di Inggris.

Gejala rambut rontok penyebab penipisan yang berangsur-angsur menimbulkan kebotakan di beberapa bagian kepala sangat ditakuti pria. Padahal kondisi ini termasuk lazim.

Sebanyak 95 persen pria bisa mulai mengalami kebotakan paling cepat sejak usia 18 tahun dan paling lambat ketika berusia 50-an atau 60-an. Tanda-tanda kebotakan yang khas bisa tampak dari mundurnya garis rambut, tumbuhnya titik kebotakan pada pusat rambut, atau pada keduanya.

Penyebab penipisan rambut

Sejauh ini, penyebab pastinya belum ditemukan. Pun, dengan usia pasti dimulainya penipisan rambut. Namun, beberapa dugaan dan temuan ilmiah yang terus diperbaharui semakin menambah titik terang.

Diawali pada tahun 2011, Live Science melansir, sebuah studi menemukan bahwa akar penyebab kebotakan pada pria adalah ketika menua, sel induk di kulit kepala semakin menurun kemampuannya untuk menciptakan folikel rambut. Dengan kata lain, ada perubahan hormon seiring penuaan yang memicu rambut tumbuh lebih pendek dan tipis.

Saat itu, periset telah berasumsi ada lebih dari satu pengaruh genetik yang terjadi. Namun tidak yakin akan keterkaitannya dengan faktor genetik dari ibu.

Pada studi baru yang diterbitkan di PLoS Genetics, periset dari University of Edinburgh, Skotlandia menemukan ada sekitar 200 penanda genetik terkait kebotakan. Setelah sebelumnya hanya diketahui ada delapan.

Untuk penelitian, mereka melangsungkan studi yang disebut sebagai analisis rambut rontok terbesar yang pernah ada. Periset menganalisis DNA 52.000 pria berusia 40-69 tahun di Inggris. Sebanyak 32 persen tidak mengalami kerontokan rambut, 23 persen rontok sedikit, dan 18 persen mengalami kerontokan parah. Tujuannya mencari variasi genetik yang disebut single-nucleotide polymorphisms (SNP).

Hasil penelitian cukup mengejutkan. Selain ditemukan 287 variasi genetik dalam 100 gen yang berhubungan dengan kerontokan rambut yang parah, ternyata asal dari sejumlah sinyal genetika penyebab kebotakan pria adalah kromosom X yang diwarisi dari ibu mereka. Yakni sebanyak 40 variasi genetik. Artinya, hormon seks bisa berinteraksi dengan protein rambut, yang kemungkinannya meningkatkan risiko rambut rontok.

Walau demikian, penulis utama studi Riccardo Marioni, Ph.D. menegaskan, "Perjalanan masih panjang dalam membuat prediksi akurat untuk pola penipisan rambut masing-masing individu . Namun hasil ini membawa kita selangkah lebih dekat, dengan membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang penyebab genetik rambut rontok."

Sama halnya dengan menemukan cara efektif mengobati risiko kebotakan setengah, setelah sebagian besar temuan gen juga diidentifikasi berkaitan dengan struktur dan pengembangan rambut, seperti pertumbuhan dan ketebalan rambut.

Kabar baiknya, tahun 2016 silam periset di Columbia University Medical Center telah menemukan pengobatan untuk alopecia (kebotakan) berat. Yakni menggunakan obat bernama ruxolitinib. Sekitar 75 persen pasien bisa tumbuh kembali rambutnya setelah melakukan pengobatan selama empat bulan, meskipun pengamatan untuk efek samping masih dilakukan.

Untuk itu, upaya pencegahan terhadap kebotakan juga penting. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Di antaranya mengonsumsi makanan bergizi, menghindari terlalu banyak paparan kimia di rambut, juga mengurangi tingkat stres.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.