Menyikapi beda pandangan politik dengan bijaksana

Perlu melatih sikap yang baik dan benar dalam menghadapi perbedaan
Perlu melatih sikap yang baik dan benar dalam menghadapi perbedaan | Odua Images /Shutterstock

Perbedaan adalah hal lumrah. Termasuk dalam pandangan politik. Karenanya ini perlu disikapi dengan bijaksana, terutama menjelang pemilihan umum 17 April 2019.

Menurut psikolog Ratih Ibrahim, sikap baik dan benar saat menanggapi perbedaan pandangan menunjukkan tingkat kematangan emosional seseorang.

"Sebetulnya santai saja menghadapi perbedaan pandangan dan opini politik. Kita enggak bisa netral karena tiap orang pasti punya pilihan. Sikap kita saat mengamini pilihan itulah yang menunjukkan wujud kedewasaan dan kematangan emosi kita," kata dia dinukil dari detikHealth.

Tak berbeda dari apa yang sebenarnya umum diketahui orang, sikap baik yang dimaksud Ratih adalah memperlakukan orang lain seperti bagaimana Anda ingin diperlakukan.

Ratih mengingatkan untuk tetap bersikap baik dan ramah terlepas dari perbedaan yang muncul. Salah satu contohnya adalah tetap menghormati orang lain meski memiliki banyak perbedaan.

Katanya, sikap-sikap nice, kind, dan friendly menandakan kualitas kecerdasan emosi pada diri seseorang. Kecerdasan emosi memungkinkan seseorang tetap tenang dan tidak terbawa arus untuk memperlakukan orang lain dengan buruk akibat adanya perbedaan.

"Dalam berbagai kesempatan berusahalah selalu bersikap baik, be nice pada semua orang. Jangan pernah ngomporin orang untuk berantem. Jika kamu matang dan dewasa secara emosional maka sikap inilah yang diterapkan pada semua orang," terang Ratih.

Konselor dan terapis keluarga profesional, Nicole Richardson, LPC-S. LMFT., juga mengatakan hal senada. Sikap saling menghormati menjadi kunci untuk dapat menerima perbedaan.

“Hanya jika Anda dapat sama-sama menghormati perbedaan satu sama lain dan dapat menghargai perspektif satu sama lain, hal tersebut tak menjadi masalah," ujar dia.

Lebih lanjut, menurut Nicole menghargai satu perbedaan adalah kunci Anda dapat menerima kehadiran orang lain. “Pendapat berbeda menunjukkan eksistensi seseorang. Itu tidak berarti Anda harus setuju dengan semua yang mereka katakan, tetapi Anda menerima pendapat mereka sebagai sesuatu yang valid.”

Sementara psikolog profesional Rick Hanson Ph.D. menuturkan, menerima pendapat orang tidak berarti Anda melepaskan hak atau lemah terhadap dia.

“Hal ini adalah cara Anda menerima kenyataan dan keberadaan dari orang lain. Anda mungkin tidak suka dengan pendapat mereka, atau mungkin merasa sedih dan marah. Tetapi pada tingkat yang lebih dalam, Anda merasa lebih damai dan tenang. Itu merupakan berkah. Kadang-kadang, penerimaan diri dapat membantu hubungan antar pribadi menjadi lebih baik," papar Hanson.

Melatih sikap yang benar dalam menghadapi perbedaan bisa dimulai sejak dini dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Misal dengan memberi contoh dan melakukan praktik toleransi, seperti yang dilakukan pembawa acara Indy Barends pada anak-anaknya.

Selain itu, agar siap menerima perbedaan Anda perlu menyelisik perbedaan yang ada. Dengan demikian Anda bisa memiliki sudut pandang dan pemahaman terhadap perbedaan tersebut.

Alhasil, Anda lebih siap menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan bijaksana. Agree to disagree.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR