KESEHATAN PEREMPUAN

Menyusui kurangi risiko strok ibu

Ilustrasi ibu dan bayi.
Ilustrasi ibu dan bayi. | Art_Photo /Shutterstock

Penemuan manfaat baru dari menyusui terus ditemukan seiring kemajuan di bidang perawatan kesehatan. Lewat penelitian baru, terungkap bahwa menyusui bisa mengurangi risiko ibu terkena strok di kemudian hari.

Strok kerap muncul dalam perbincangan sehari-hari, namun sebagian orang mungkin tak tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan strok. Dalam istilah yang paling sederhana, seperti dijelaskan National Stroke Association (NSA), strok adalah serangan terhadap otak.

Pada dasarnya, aliran darah ke area tertentu di otak terputus. Akibatnya, sel-sel kekurangan oksigen dan mulai mati.

Itu mengapa efek strok bisa sangat bervariasi. Tergantung area otak mana yang terdampak dan untuk berapa lama.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diolah Lokadata Beritagar.id memperlihatkan estimasi jumlah kematian karena strok pada perempuan lebih besar dari laki-laki. Kecenderungannya pun meningkat dari tahun ke tahun.

Di Amerika Serikat--negara asal para ilmuwan riset ini--strok juga mengintai kaum Hawa. Menurut NSA, strok adalah penyebab kematian ketiga bagi perempuan.

Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan sekitar satu dari lima perempuan di AS akan mengalami strok pada satu titik dalam hidup mereka. Bahkan hampir 60 persen dari mereka akan meninggal karena strok.

Sekarang, sebuah studi baru di Journal of American Heart Association mengemukakan satu cara untuk mengurangi risiko strok pada perempuan, yakni dengan menyusui.

Para peneliti menganalisis data 80.191 partisipan dalam Women's Health Initiative, penelitian berkelanjutan yang mengamati kesehatan perempuan pasca-menopause dalam kurun waktu 1993 hingga 1998.

Seperti dilaporkan Reuters, semua perempuan dalam penelitian tersebut sudah pernah melahirkan anak satu atau lebih. Sebanyak 58 persen dari mereka melaporkan pernah menyusui anak.

Hasilnya mengejutkan. Perempuan pasca-menopause yang melaporkan menyusui setidaknya satu anak punya risiko strok 23 persen lebih rendah. Efeknya paling drastis di kalangan perempuan kulit hitam dan latin.

Menyusui mengurangi risiko strok hingga 32 persen bagi perempuan berdarah latin, bahkan hingga 48 persen untuk perempuan kulit hitam.

Selain itu para peneliti menemukan, menyusui untuk jangka waktu pendek (satu hingga enam bulan) sekalipun dikaitkan dengan risiko strok yang 19 persen lebih rendah.

Bagaimanapun, lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk memahami korelasi menyusui dan berkurangnya risiko strok bagi ibu. Namun, hasil studi ini sejalan dengan penelitian yang mengarah pada manfaat menyusui bagi kesehatan ibu.

Menukil The New York Times, menyusui juga ditemukan berkaitan dengan penurunan risiko diabetes. Selain itu, pada tahun 2014, menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kanker.

Pun demikian, tidak semua ibu sanggup atau memilih untuk menyusui. Meskipun menyusui adalah salah satu cara mengurangi risiko strok, masih ada metode lain yang bisa dicoba para perempuan.

"Termasuk cukup berolahraga, memilih makanan sehat, tidak merokok, dan menjaga tekanan darah, kolesterol, juga gula darah terkendali," jelas penulis utama studi Dr. Lisette Jacobson dari University of Kansas.

Menurut Dr. Larry Goldstein, juru bicara American Stroke Association--yang tidak terlibat studi--penelitian ini dilakukan dengan baik, tetapi tidak bisa menunjukkan mekanisme biologis yang mendasari berkurangnya risiko strok.

"Meskipun terlalu dini untuk menyimpulkan menyusui secara langsung mengarah pada berkurangnya risiko strok di kemudian hari, penelitian ini diharapkan tidak membuat perempuan urung menyusui, malah sebaliknya diharapkan lebih mendorong mereka untuk melakukannya," kata Dr. Goldstein.

Menyusui anak memang telah terbukti bermanfaat untuk anak, dan ibu. Memberi anak ASI (air susu ibu) juga sesuai anjuran WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR