HARI KEMERDEKAAN

Merayakan hari kemerdekaan Indonesia di tempat-tempat unik

Bendera Merah Putih berkibar di atas tebing di kawasan pantai daerah Bali,
Bendera Merah Putih berkibar di atas tebing di kawasan pantai daerah Bali, | KG Design /Shutterstock

Masih dalam rangka hari kemerdekaan, upacara memperingati HUT Republik Indonesia biasa dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Namun, beberapa orang memilih melakukan upacara di tempat-tempat yang unik dan tidak biasa.

Di dataran tinggi Dieng, misalnya. Ragam geografis di pelosok negeri seperti wilayah dataran tinggi Dieng, pegunungan Purbalingga, dan kawasan laut Selatan, disiasati untuk menggelar upacara bendera sesuai dengan karakteristik daerahnya.

Masyarakat dan para pendaki dari penjuru nusantara berencana menggelar upacara di puncak Gunung Prau dilanjutkan penerbangan 1.000 layang-layang dan kegiatan bersih gunung di dataran tinggi Dieng.

Menurut Misyadi selaku pengelola base camp Gunung Prau, Dieng, hampir setiap tahun kawasan ini dipadati pendaki dari berbagai daerah untuk melakukan seremoni atau pengibaran bendera.

“Biasanya mereka upacara sendiri-sendiri. Tahun ini mau kita satukan," ujarnya dinukil Tribunnews Jateng.

Pengelola mencari pendaki yang berminat menjadi petugas upacara, seperti protokol, dirigen, pembaca undang Undang Dasar 1945, pembaca teks Pancasila, hingga pengibar bendera. Semua yang terlibat sebagai petugas upacara akan diberi piagam oleh pihak pengelola dan tiket bebas masuk.

Sebelum upacara HUT RI, para pendaki akan membentangkan bendera raksasa berukuran 2 x 17 meter.

Para pendaki bukan hanya dimanjakan pemandangan puncak yang menakjubkan. Mereka pun merasakan atmosfer persatuan.

Ribuan orang dari beragam latar belakang, suku, ras, agama maupun golongan bersatu dan sama meninggikan Sang Saka Merah Putih di tempat tertinggi gunung itu. Lantunan lagu Indonesia Raya berkumandang memecah keheningan puncak.

Kecuali para petugas upacara, para peserta upacara tidak diwajibkan mengenakan seragam. Mereka boleh berpakaian bebas, tetapi tetap sopan. Adapun pendaki yang diberi mandat sebagai petugas upacara, wajib mengenakan atribut khusus petugas upacara.

Selesai upacara, para pendaki tak lantas bubar. Mereka menerbangkan layang-layang dari bahan organik. Panitia menyiapkan seribu layang-layang untuk seribu lebih pendaki yang telah mendaftar sebagai peserta.

“Kegiatan diawali dengan agenda resik gunung yang melibatkan para pendaki. Mereka kerja bakti membersihkan gunung, terutama jalur pendakian dari sampah yang ditinggalkan pendaki,” pungkas Misyadi.

Selanjutnya, Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta, juga menjadi saksi peringatan kemerdekaan tahun ini. Hempasan gelombang tinggi laut Selatan tidak menyurutkan semangat ratusan peserta upacara yang telah enam kali diselenggarakan setiap tahun.

Upacara ini cukup menantang nyali karena petugas pengibar bendera harus berenang mencapai sebuah tiang yang diapungkan di papan.

Lalu, setelah berhasil, mereka mengibarkan bendera merah putih. Selanjutnya, bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sembari memekikkan kata "Merdeka".

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, turut disiagakan perahu jukung dan jet ski di sekitar lokasi upacara bendera tengah laut tersebut. Sejumlah personel SAR juga dalam kondisi siap siaga.

“Momen ini kita angkat untuk mengembalikan kepariwisataan di Gunung Kidul khususnya wisata pantai karena dampak gelombang tinggi kemarin banyak wisatawan yang trauma dan takut berkunjung ke pantai," ucap Marjono selaku Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunung Kidul.

Sementara itu, di Purbalingga, dalam memperingati HUT RI ke-73 pengelola wisata Gua Lawa Purbalingga atau Golaga menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di dalam gua. Upacara ini menjadi salah satu peringatan HUT RI yang artistik dan unik.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, upacara akan dilaksanakan di salah satu ruang dalam gua yang disebut dengan Balai Pertemuan Agung.

Dasar gua yang biasanya berlumpur telah dibersihkan dan diberi tata pencahayaan yang artistik. Ruangan dalam gua ini diperkirakan dapat menampung sekitar 500 orang peserta upacara.

"Peringatan HUT RI di dalam gua untuk membangun rasa nasionalisme pengelola dan pegiat wisata di sekitar Golaga serta sebagai ajang promosi kepada masyarakat luas," ucap Prayitno.

Seperti layaknya upacara bendera, prosesi dilewati dengan pengibaran bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tata upacara lain. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wasis Abadi, PNS Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinporapar) Purbalingga, dan Komandan Upacara oleh Serka Idris dari Komando Rayon Militer (Koramil) Karangreja.

Upacara di dalam gua bukan kali pertama di lakukan. Sebab, sebelumnya gua vertikal sepanjang 800 meter di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Gunung Kidul, juga pernah menggelar seremoni serupa. Gua Ngeleng dipilih sebagai tempat upacara karena menjadi lokasi wisata unggulan daerah tersebut.

Pada tahun 2017 lalu, Batalyon-14 Grup 1 Kopassus, Kemang, Kabupaten Bogor pernah juga mengadakan upacara bendera di dalam gua vertikal Gunung Kapur, Ciampea.

Para peserta berjumlah 62 orang dari masyarakat, penggiat alam, penggiat budaya dan juga mahasiswa harus menempuh perjalanan sulit mencapai tempat upacara.

Kurang lebih satu jam mereka menuruni gua dengan kedalaman 70 meter tersebut dengan tali. Usaha tersebut tak sia-sia, upacara Kemerdekaan RI sukses terlaksana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR