Minyak esens, alami bukan berarti tak berisiko

Ilustrasi
Ilustrasi
© Anna Ok /Shutterstock

Ketimbang resep dokter, pilihan menggunakan minyak esens yang alami untuk mengatasi sejumlah penyakit lebih diminati oleh sebagian orang. Selain efektif dan aman, manfaat kesehatan beberapa minyak esens juga didukung bukti ilmiah yang kredibel.

Pun demikian, bukan berarti Anda bisa menyamaratakan bahwa seluruh minyak esens 100 persen aman dan tak berisiko.

Seperti dijelaskan oleh beberapa pakar dalam WebMD, Anda harus memilih dengan baik, menggunakan dengan bijak, dan tidak sembarang menyerap informasi menarik soal minyak esens yang boleh jadi salah.

Adakah buktinya?

Belum lama ini, WebMD memberitakan kasus Rachael Armstrong yang mengalami reaksi alergi serius pada kulit akibat pemakaian rutin minyak esens. Beberapa bulan sebelumnya, kasus Elise Nguyen pernah viral di facebook.

Menurut laporan Foxnews, Nguyen mengalami nyeri hebat berupa kulit melepuh dan terluka pada leher serta pergelangan tangannya, setelah mengoleskan minyak esens untuk mengikuti kelas hot yoga. Dua kasus tersebut merupakan gambaran segelintir efek samping minyak esens yang jarang diketahui orang.

Kekurangpahaman dan peran serta produsen tertentu yang melebih-lebihkan manfaat minyak esens lah, yang mungkin jadi penyebab.

Pada 2014, Food and Drug Administration (FDA) pernah mengirim surat peringatan kepada perusahaan minyak esens doTERRA dan Young Living di Amerika Serikat, karena membuat klaim palsu bahwa produk mereka dapat mengobati segala penyakit mulai dari herpes sampai ebola.

Bukankah sebagian besar manfaat minyak esens sudah diuji klinis?

Benar. Riset tentang minyak esensial menunjukkan efek positif untuk berbagai masalah kesehatan. Di antaranya mengatasi infeksi, peradangan, stres, cemas, depresi, rasa sakit hingga masalah ingatan.

Namun, keterbatasan tetap ada. Selain baru diuji coba pada manusia, senyawa kimia dalam minyak esens tidak sama persis. Ini dipengaruhi oleh kondisi geografi dan cuaca setempat, juga musim dan waktu ketika tanaman dipanen, termasuk bagaimana pengolahan, kemasan, dan penyimpanannya.

Bagi kepentingan riset, ini tantangan besar. Walau International Standards Organization telah menetapkan standardisasi, tetap saja minyak esens berkemungkinan tak lagi alami.

Minyak esens atau dikenal juga sebagai minyak atsiri diekstrak dari tanaman. Yakni disuling menggunakan uap, air, atau ditekan secara mekanis. Pembuatannya harus dilakukan oleh ahli sebab menggunakan konsentrasi tinggi.

Contohnya, dibutuhkan sekitar 220 pon--atau sekitar 99,7 kilogram--bunga lavender untuk menghasilkan sekitar 1 pon atau sekitar 453,5 mililiter minyak esens.

Sebenarnya, dalam pemakaian minya esens, tidak disarankan untuk mengoleskannya langsung pada kulit. Melainkan, harus diencerkan terlebih dahulu menggunakan minyak carrier seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.

Apa saja risikonya?

Karena banyak orang yang sensitif terhadap pemakaian langsung, kini banyak praktisi menawarkan metode lebih mudah dengan menghirup atau menggunakannya sebagai losion dalam bentuk vaporub.

Bicara risiko, bisa berbeda untuk setiap orang. "Risiko bervariasi tergantung pada usia individu, cara menggunakan minyak, riwayat kesehatan pribadi, obat-obatan yang dikonsumsi, dan kimia alami dalam tubuh," kata Katharine Koeppen, aromaterapis sekaligus pemilik Aromaceuticals di Dallas, Texas.

Minyak esens sangat umum menyebabkan masalah kulit dengan kondisi berbeda pada tiap orang. Yang paling sering yaitu akibat terpapar panas atau sinar matahari.

Reaksi biasanya muncul setelah menggunakan minyak bergamot, lemon, jeruk, dan jintan--atau cumin--dengan menunjukkan perubahan warna kulit, melepuh atau seperti bekas terbakar, hingga menimbulkan luka.

Begitu pula iritasi dan gatal pada kulit. Minyak esens sereh, kayu manis, dan citronella kerap jadi penyebab. Bahkan, menggunakan setetes minyak peppermint murni di belakang leher bisa merangsang sakit kepala hingga iritasi kulit serius.

Risiko lainnya adalah bahaya pada ibu hamil. Hindari minyak esens sebab dapat melewati penghalang plasenta dan berdampak pada bayi yang belum lahir. Terutama rosemary dan lavender berduri--atau Lavandula latifolia.

Selain itu, seperti rekomendasi National Association for Holistic Aromatherapy, minyak esens sage, mugwort, tarragon, dan wintergreen juga sebaiknya tak digunakan ibu hamil. Apalagi sampai mengonsumsinya sebagai tetesan dalam minuman, sebab beberapa minyak esens beracun bisa menyebabkan keguguran.

Hal sama juga berlaku bagi bayi dan balita juga sama. Senyawa fenol pada kayu putih misalnya, bisa mengiritasi saluran pernapasan jika terhirup.

Anda yang sedang mengonsumsi obat resep dokter atau memiliki kondisi medis tertentu seperti asma dan penyakit jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak esens. Sebab memungkinkan timbulnya reaksi obat dan senyawa kimia.

Bagaimana agar minyak esens aman digunakan?

Minyak esens baiknya tidak ditelan, cukup untuk penggunaan luar. Kata Joie Power, PhD, pakar neuropsikologi dan aromaterapis profesional pada WebMd. Jika ditelan, tubuh akan menyerap lebih banyak sehingga risiko interaksi obat meningkat, mengakibatkan reaksi beracun atau alergi.

Selain itu, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan. Yakni dosis, kemurnian, dan metode aplikasi. Konsentrasi minyak yang dibuat berlebih, atau digunakan dengan dosis salah, terbukti mendorong perkembangan tumor dan perubahan berbahaya lainnya dalam tubuh.

Minyak esens murni perlu dicairkan sebelum digunakan. Sementara yang tidak murni, karena diproses dengan memodifikasi unsur kimia, biasanya berefek tidak maksimal dan kurang aman. Misalnya yang sengaja diencerkan dengan minyak nabati atau campuran minyak berbau harum lainnya, agar harga jadi lebih terjangkau.

Aplikasi minyak esensial lebih aman jika dihirup, dan lebih berisiko jika dioles langsung pada kulit. Uji sensitivitasnya dengan mengoleskan sedikit di belakang telinga. Untuk itu, hindari pemakaian berlebih dan gunakan dengan bijak. Jauhkan minyak dari jangkauan anak-anak. Pelajari kandungannya, dan teliti sebelum membeli.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.