KESEHATAN

Minyak zaitun untuk atasi impotensi

Minyak zaitun
Minyak zaitun | DUSAN ZIDAR /Shutterstock

Umumnya, laki-laki dalam mengatasi impotensi memilih viagra sebagai solusi. Namun, penelitian terbaru dari Yunani menyatakan bahwa minyak zaitun bekerja lebih baik.

Para ilmuwan dari Universitas Athena meneliti 60 laki-laki dengan rata-rata usia 67 tahun. Hasilnya, ditemukan bahwa laki-laki yang mengonsumsi setidaknya sembilan sendok makan minyak zaitun setiap minggu memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami impotensi.

Selain itu, laki-laki yang mengonsumsi minyak zaitun juga memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi, sehingga dapat mengurangi risiko impotensi atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi yang cukup untuk hubungan seksual.

Minyak zaitun bermanfaat karena menjaga pembuluh darah tetap sehat. Kelebihan itu sangat penting karena penis bergantung pada pasokan darah yang stabil untuk mempertahankan ereksi.

Pola makan yang sehat juga akan bermanfaat bagi kehidupan seksual tanpa bantuan obat-obatan hingga usia 60 dan 70 tahun.

Impotensi dan viagra

Impotensi merupakan masalah umum di kalangan laki-laki berusia di atas 40 tahun. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada usia berapa pun.

Risiko impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi usia tidak menyebabkan impotensi. Penyebabnya bisa dari kondisi medis tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi,obat-obatan, dan trauma.

Impotensi dapat memiliki efek negatif pada kehidupan seks. Gejala psikologis seperti rendahnya kepercayaan diri dan depresi dapat terjadi jika orang dengan impotensi merasa tidak dapat memuaskan pasangan.

Christina Chrysohoou, penulis utama penelitian ini mengatakan bahwa diet dan olahraga adalah kunci untuk meningkatkan kapasitas seksual laki-laki.

"Viagra tidak memperbaiki sesuatu jangka panjang, hanya dapat memberikan efek singkat untuk memiliki kapasitas seksual. Solusi bebas obat ini memungkinkan laki-laki untuk menjaga fungsi seksual mereka," katanya.

Viagra merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengobati impotensi. Cara kerjanya adalah melemaskan otot-otot di dinding pembuluh darah di area tubuh tertentu.

Viagra sebenarnya adalah merek dagang untuk sildenafil citrate dan digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri paru.

Awalnya, dikembangkan oleh para ilmuwan di Inggris dan dibawa ke pasar oleh Pfizer Inc., sebuah perusahaan farmasi Amerika.

Fungsi viagra , membantu laki-laki penderita impotensi dengan cara meningkatkan respons ereksi ketika sudah dirangsang secara seksual.

Penggunaan viagra pun memiliki efek samping yang umum, seperti sakit kepala, hidung tersumbat, gangguan penglihatan, kepekaan terhadap cahaya, dan gangguan pencernaan.

Efek samping lain adalah priapisme atau ereksi yang menyakitkan dan bertahan lama, serangan jantung, serta kehilangan pendengaran mendadak.

Perubahan gaya hidup untuk atasi impotensi

Kata Christina, solusi impotensi jangka panjang ialah perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Anda perlu mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, daging, lemak tak jenuh, serta mengurangi minuman manis.

Pola makan seperti ini memberikan dampak positif pada kesehatan aorta, arteri besar yang mendistribusikan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Julie Ward, dari British Heart Foundation, mengatakan bahwa pola makan sehat bermanfaat bagi jantung dan kesehatan peredaran darah, serta membantu laki-laki menjaga fungsi seksual yang sehat.

Saran dari peneliti untuk atasi impotensi adalah makan sembilan sendok minyak zaitun, 13 porsi sayuran, enam porsi buah, tiga porsi ikan, dan dua porsi kacang per minggu.

Perubahan gaya hidup lain untuk menanggulangi impotensi antara lain berhenti merokok, menghindari penggunaan narkoba, mengurangi konsumsi alkohol, berolahraga setidaknya tiga kali per minggu, serta menjaga berat badan yang sehat.

Lalu, apabila impotensi dipicu karena stres, Anda bisa melakukan terapi dan meditasi untuk meredakannya.

Selain membantu mencegah impotensi, penyesuaian gaya hidup menjadi lebih baik juga dapat mengurangi risiko komplikasi kesehatan di masa depan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR