Mitos atau fakta seputar sayur dan buah

MITRA: Woman Talk
Mitosnya mentimun dapat menyebabkan keputihan.
Mitosnya mentimun dapat menyebabkan keputihan. | Sergey Gromov /Shutterstock

Tahukah Anda bahwa konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia sangat rendah. Dampak kurang cukup konsumsi ini adalah peningkatan risiko dan kejadian penyakit tidak menular yang berakibat fatal seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan sebagainya.

Salah satu alasan yang bisa jadi membuat orang enggan konsumsi buah dan sayur tertentu adalah mitos. Untuk mengetahui mitos seputar buah dan sayur yang beredar di masyarakat serta kebenarannya, berikut penjelasannya, dikutip dari presentasi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM:

Mitos: Konsumsi mentimun bisa sebabkan keputihan.
Fakta: Salah. Tak ada kandungan mentimun yang bisa sebabkan keputihan. Masalah keputihan terjadi karena kelembapan vagina yang tinggi, serta jarang mengganti celana dalam. Keputihan umumnya terjadi karena siklus hormon, bakteri, atau virus.

Mitos: Konsumsi durian bersamaan dengan minuman bersoda bisa mengganggu pencernaan. Fakta: Benar. Kandungan alkohol pada buah durian matang sangat tinggi, setingkat kadar alkohol pada tapai ketan. Jika ditambah zat bikarbonat dari soda, makan durian bisa membuat perut terasa panas.

Mitos: Saat maag, harus hindari konsumsi buah jeruk.
Fakta: Betul. Buah jeruk memang tinggi vitamin C yang baik untuk tubuh, tetapi konsumsi buah ini bisa meningkatkan kadar asam lambung. Artinya, harus hindari konsumsi buah ini saat maag.

Mitos: Makan salak bisa picu sembelit.
Fakta: Salah. Buah ini tidak akan bikin feses mengeras hingga membuat pencernaan tidak lancar. Justru, semua jenis buah dan sayuran berfungsi memperlancar buang air besar, berkat kandungan seratnya.

Mitos: Jambu biji atau jambu merah bisa menyebabkan usus buntu.
Fakta: Salah. Penyakit usus buntu disebabkan bakteri patogen yang menginfeksi usus besar. Biji pada buah jambu tidak akan menyumbat usus karena akan keluar saat buang air besar. Jambu biji kaya akan vitamin C.

Mitos: Avokad tinggi lemak dan bikin gemuk.
Fakta: Salah. Avokad memang mengandung banyak lemak. Namun, lemak yang dimaksud adalah lemak baik atau lemak nabati yang berguna untuk tubuh sebagai pelicin persendian dan kesehatan kulit.

Mitos: Perempuan hamil bisa mengalami keguguran bila mengkonsumsi nanas.
Fakta: Salah. Tidak ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Nanas mengandung enzim bromelain yang bisa mencerna protein dalam makanan agar lebih mudah terserap tubuh. Otomatis, bila makanan tercerna, janin bisa berkembang maksimal karena mendapat makanan. Konsumsi nanas juga bisa kurangi risiko kolesterol dalam darah, diabetes, dan penyakit jantung.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR