Mual dan muntah-muntah saat hamil bisa Anda kontrol

Ilustrasi perempuan hamil
Ilustrasi perempuan hamil | Valua Vitaly /Shutterstock

Keluhan mual dan muntah-muntah lebih dikenal dengan istilah morning sickness acap kali dialami oleh perempuan hamil pada awal masa kehamilan. Umumnya, pada trimester pertama.

Tingkat keparahan rasa mual dan muntah-muntah berbeda-beda pada setiap perempuan. Ada yang dalam tahap normal dan ada pula yang sampai sangat mengganggu.

Menurut laporan sebanyak 50 persen hingga 80 persen perempuan hamil mengalami morning sickness. Lebih kurang 50 persen mengalami mual-mual sekaligus muntah dan 25 persen lainnya hanya rasa mual.

Kate Middleton, istri dari Pangeran William, mengalami mual berlebihan yang membuatnya muntah sepanjang hari. Kondisi ini memiliki istilah medis, hyperermersis gravidarium.

Perempuan yang memiliki kondisi serupa Kate biasanya mengalami penurunan berat badan sebanyak satu sampai dengan dua kilogram setiap minggunya.

Dr Kiran Coelho, seorang konsultan ginekolog dan kebidanan di Hinduja Healthcare Surgical, India, mengatakan mual-mual dan muntah di pagi hari menjadi momok tersendiri bagi perempuan yang tengah mempersiapkan kehamilan anak pertama.

"Rata-rata 70 persen ibu hamil mengalami morning sickness. Kondisi ini bukan hanya sebagai identifikasi perempuan tengah mengandung, tetapi sudah menjadi gejala umum yang terjadi selama trimester pertama. Kadang-kadang bisa lebih lama," jelas Dr Coelho.

Dia melanjutkan pemicu datang rasa mual hingga terjadi muntah-muntah bisa beraneka ragam, mulai dari aroma, makanan, dan rasa. Kondisi ini semakin buruk ketika ibu hamil belum makan atau malas makan sehingga perut sering berada dalam kondisi kosong.

"Mual dan muntah di pagi hari terjadi karena perubahan hormon yang disebut beta HCG. Hormon ini stabil pada 12 minggu pertama kehamilan," jelas Dr Vandana Gawdi, seorang ginekolog di Apolo Hospital, Mumbai, India.

Dr Gawdi memberikan beberapa cara untuk mengendalikan muntah-muntah selama kehamilan, seperti terurai berikut ini:

Makan sedikit tetapi sering

"Kami menganjurkan agar ibu hamil mengonsumsi makanan dalam porsi kecil setiap dua jam sekali," imbuhnya.

Pengobatan rumahan

Mengunyah daun mint dan jahe bisa menghilangkan rasa mual dan keinginan untuk muntah setiap waktu.

"Anda bisa mengonsumsi air jahe dengan sedikit garam setiap beberapa jam sekali. Anda juga bisa menggunakan madu, kapulaga, dan cengkeh untuk memberikan rasa tenang sementara," imbuhnya.

Namun, jika rasa dan aroma rempah justru memicu datangnya rasa mual, dia menganjurkan untuk mengunyah permen hingga meredanya mual-mual Anda.

Hindari penyulut mual

Jangan mendekatkan diri dalam lingkungan di mana Anda bisa dekat dan terpapar dengan penyebab mual. Lebih baik jauhkan diri Anda.

Konsultasi dokter

Apabila merasa mual dan muntah-muntah yang Anda alami sudah berlebihan serta mengganggu stamina tubuh, segera konsultasikan dengan dokter kandungan.

"Mengonsumsi terlalu banyak zata besi juga dapat menyebabkan mual. Beralihlah ke vitamin yang berbeda untuk memperbaiki kondisi Anda," terang Dr Coelho.

"Anda juga bisa meminta diresepkan vitamin B-6 yang terbukti bisa mengurangi rasa mual dan muntah, tetapi tanyakan dulu soal hal ini pada dokter Anda," sarannya.

Ventilasi yang baik

Ruangan yang berventilasi baik membuat proses pernafasan ibu hamil menjadi lebih baik.

"Anda bisa berdiri dekat kipas angin yang menyala agar bisa bernapas lebih baik. Namun, jika itu tidak membantu, cobalah untuk berjalan-jalan di luar ruangan," pungkasnya.

Selain anjuran terurai di atas, Anda juga harus memperhatikan kualitas tidur dan istirahat Anda. Sebab, kelelahan saat masa kehamilan juga bisa memberikan efek samping seperti mual dan muntah-muntah.

Oleh karena itu, kurangilah aktivitas Anda secara perlahan dan jangan memaksa tubuh untuk terus bekerja dan berpikir.

Kemudian, pastikan asupan cairan Anda terjaga dengan baik. Cukupi dengan meminum air putih sesuai anjuran ginekolog Anda.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR