TEMUAN ILMIAH

Pasien lebih mendengarkan saran dari dokter perempuan

Ilustrasi dokter perempuan
Ilustrasi dokter perempuan | Nattakorn_Maneerat /Shutterstock

Ternyata gender seorang dokter sangat memengaruhi proses penyembuhan diri seseorang dan itu dibuktikan sendiri oleh penelitian yang dilakukan oleh para pakar.

Dalam penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS), lebih dari 580 ribu pasien jantung yang dirawat selama dua dekade ke ruang gawat darurat di Florida, menemukan bahwa tingkat kematian pasien perempuan dan laki-laki lebih rendah ketika dokter yang merawat adalah perempuan.

Sementara itu, wanita yang dirawat oleh dokter laki-laki adalah yang paling sulit bertahan hidup.

Penelitian yang sama sebelumnya juga pernah dilakukan tahun 2016 lalu.

Sebuah studi terbaru dari Harvard mengungkapkan, lebih dari 1,5 juta pasien Medicare yang dirawat di rumah sakit menemukan bahwa ketika pasien dirawat oleh dokter perempuan, mereka lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal atau diterima kembali ke rumah sakit selama periode 30 hari daripada yang dirawat oleh dokter laki-laki.

Hal tersebut mungkin disebabkan oleh cara penanganan pilihan. Para peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menganalisis sejumlah studi yang berfokus pada bagaimana cara dokter berkomunikasi.

Dokter perempuan memang menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendengarkan keluhan pasien dibandingkan dokter laki-laki.

Sayangnya, hal itu berefek pada mundurnya waktu konsultasi sehingga membuat jadwal berubah dan banyak pasien lainnya menunggu lebih dari satu jam. Hal itu jarang terjadi pada dokter laki-laki, yang cenderung menyelesaikan konsultasinya mereka tepat waktu.

Dr Nieca Goldberg, seorang ahli jantung yang juga penulis buku Women Are Not Small Men, mengungkapkan kalau hasil penelitian ini tidak boleh digunakan untuk meremehkan salah satu gender.

Namun, baiknya digunakan untuk memberdayakan pasien agar menemukan dokter yang mau mendengarkan keluhannya.

"Semua dokter, baik perempuan atau laki-laki, benar-benar bertujuan untuk menyelamatkan hidup seseorang," kata Dr. Goldberg, yang meruoakan direktur medis dari Joan H. Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone, Amerika Serikat.

Namun, kebanyakan pasien tidak hanya mencari dokter yang bisa membuat diagnosis yang benar, tapi juga ingin merasa didengarkan.

"Sebab komunikasi merupakan bagian yang besar dalam sebuah perawatan kesehatan," tambah Dr. Goldberg.

Namun, Brad Greenwood, pakar yang merupakam penulis utama penelitian di atas dan profesor dari Universitas Minnesota's Carlson School of Managemenn menjelaskan bawah sebenarnya pasien harus fokus untuk memastikan bahwa mereka diberi penanganan yang serius dari siapa pun dokternya, baik perempuan atau pun laki-laki.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR