Pemeriksaan pada bayi yang baru lahir

Ilustrasi
Ilustrasi | alice-photo /Shutterstock

Beberapa saat setelah kelahirannya, seorang bayi langsung mendapatkan pemeriksaan oleh bidan atau dokter. Pemeriksaan pertama yang sederhana dan cepat untuk menilai keadaan kesehatan bayi sesaat setelah dilahirkan.

Kita mengenalnya sebagai Skor Apgar, yang merupakan akronim dari Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration atau warna kulit, denyut jantung, respons refleks, tonus otot dan pernapasan.

Pemeriksaan ini dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah bayi dilahirkan, dengan memberikan skor antara nol sampai dua pada setiap faktor, lalu dijumlahkan.

Total skor tujuh sampai 10 menandakan bayi normal. Skor lima sampai tujuh artinya kondisi bayi sebenarnya baik, akan tetapi membutuhkan bantuan, seperti membersihkan saluran pernapasan dari lendir agar bayi dapat bernapas.

Sementara jika skor Apgar bayi berada di bawah lima, maka dibutuhkan tindakan medis yang intensif.

Jika skor Apgar rendah pada pemeriksaan pertama, para bidan atau dokter akan mengulangi pemeriksaan ini. Sampai bayi dalam keadaan yang baik dan stabil.

Sebenarnya, bayi dengan skor Apgar di bawah lima sangat jarang terjadi. Dikutip dari situs klikdokter, kasus ini biasanya terjadi pada bayi prematur atau yang dilahirkan dengan masalah pada jantung dan sistem pernapasan.

Dilansir dari situs Babycenter, skor Apgar tidak dirancang untuk memprediksi kesehatan dan perkembangan jangka panjang bayi. Jadi, jika pemeriksaan di menit-menit awal menunjukkan nilai yang rendah, bukan berarti bayi pasti akan mendapatkan masalah.

Karena ada pemeriksaan lebih lanjut dalam beberapa minggu berikut untuk memastikan keadaan kesehatan bayi yang sesungguhnya.

Satu jam setelah kelahirannya, biasanya setelah kesempatan inisiasi menyusui dini, bidan akan menimbang bayi untuk mengetahui beratnya, mengukur suhu tubuhnya dan ukuran lingkar kepalanya.

Antara 24 sampai 72 jam setelah kelahiran dilakukan pemeriksaan yang lebih saksama untuk lebih memastikan keadaan bayi. Dilansir dari situs Babycenter, orang tua seharusnya hadir pada pemeriksaan ini.

Karena ini merupakan kesempatan penting bagi para orang tua untuk mengetahui dan menanyakan secara langsung kondisi bayi. Dokter juga dapat menanyakan sejarah kesehatan keluarga.

Pemeriksaan yang dilakukan dari ujung kepala sampai ujung kaki ini meliputi pemeriksaan kepala, telinga dan mata, mulut, jantung, paru-paru, alat kelamin, kulit, tangan dan kaki, tulang belakang, pinggul, refleks.

Lima sampai delapan hari setelah kelahiran, bidan akan mengambil sedikit darah dari tumit bayi untuk pemeriksaan apakah terdapat kekurangan hormon tiroid yang dapat memengaruhi tumbuh kembang di kemudian hari, kekurangan enzim yang menyebabkan gangguan metabolisme PKU atau phenylketonuria, gangguan pada paru-paru dan sistem pencernaan, kelainan genetik, dan sebagainya.

Enam sampai delapan minggu kemudian akan diadakan pemeriksaan lagi, yang disebut dengan pemeriksaan postnatal. Ini merupakan kesempatan untuk memeriksakan perkembangan fisik bayi, juga mendiskusikan berbagai masalah, baik fisik maupun mental ibu dan bayinya.

Pada kesempatan ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang meliputi berat badan, detak jantung, paru-paru, tulang belakang dan alat kelamin untuk mengetahui apakah semuanya berkembang sebagaimana mestinya.

Juga dilakukan tes terhadap pendengaran dan penglihatan. Apakah bayi dapat mendengar secara normal serta dapat memfokuskan pandangan pada suatu objek dan mengikuti dengan matanya.

Dokter juga akan memastikan apakah bayi sudah bersuara, mengeluarkan bunyi-bunyian maupun menangis seperti yang diharapkan untuk bayi seusianya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR