Penyebab AC di rumah cepat rusak

SPONSOR: Panasonic New
Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi usia dan kondisi pendingin ruangan.
Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi usia dan kondisi pendingin ruangan. | /Shutterstock

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa kondisi lingkungan sangat menentukan usia dan kondisi perabot elektronik, seperti pendingin ruangan (AC) di rumah. Kapan pertama kali Anda menyervis AC rumah dan seberapa sering servis dilakukan belakangan ini?

Faktanya, kinerja perangkat pendingin ruangan yang Anda gunakan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat AC dipasang. Jika memungkinkan, hindari memasang AC di area dapur. Pasalnya, minyak dan kotoran yang berasal dari penguapan hasil proses memasak dapat membuat AC cepat kotor sehingga membuat kinerja AC lebih cepat turun. Atau jika terpaksa menggunakan AC di area dapur, pastikan Anda lebih sering membersihkannya.

Selain penguapan dari hasil memasak, faktor lain yang juga membuat AC cepat rusak adalah kondisi tegangan listrik rumah yang tidak stabil. Tegangan listrik yang tidak stabil dapat membuat mesin kompresor dan komponen kelistrikan AC lebih cepat rusak mengingat komponen ini memegang peranan penting dalam menyedot udara dan mengubahnya menjadi udara sejuk.

Faktor lain yang juga mengancam usia AC adalah kondisi cuaca ekstrem di Indonesia. Panas yang terlalu panas dan juga hujan deras. Perubahan cuaca ekstrem dapat meninggalkan jejak karat pada bagian kondensor dan evaporator. Jika diakumulasi, penumpukan karat akan menggerogoti kondensor dan membuat kinerja AC tidak optimal. Bahkan, dampak terburuk yang harus Anda hadapi adalah penggantian unit AC lebih cepat dari usia produktif normalnya.

Oleh karena itu, untuk menyiasatinya diperlukan AC “bandel” yang tahan banting menghadapi tantangan tersebut, seperti seri AC si-BiRU dari Panasonic. Tegangan listrik rumah yang tidak stabil bukan menjadi masalah untuk si-BiRU. Pasalnya, si-BiRU dapat bekerja optimal dalam tegangan rendah, hingga 160 V.

Selain mampu bertahan di tegangan rendah, rangkaian AC si-BiRU pun tersertifikasi Refrigeren R32 yang membuat penggunaan energinya lebih efisien, ramah lingkungan, dan irit. Tidak sekadar ramah lingkungan, AC si-BiRU yang tersertifikasi EER Bintang 4, tertinggi di kelasnya, dapat menghasilkan penghematan biaya listrik maksimal. Bahkan, jika direrata, biaya listrik penggunaan AC si-BiRU per hari untuk penggunaan AC 1 PK selama 8 jam hanya sekitar Rp8.700,-.

Di samping mengusung fitur ramah lingkungan dan hemat listrik, yang juga patut diperhatikan adalah adanya Blue Fin & U-Bend Coating Evaporator serta Blue Fin Kondensor pada seri AC si-BiRU.

Teknologi AC si-BIRU dari Panasonic
Teknologi AC si-BIRU dari Panasonic | /Panasonic

Teknologi Blue Fin bersifat hydrophilic, layaknya air yang tidak bisa menempel di atas permukaan lilin, yang membuat AC si-BiRU tahan korosi air, udara, dan zat korosif lain. Sementara Blue Coating dapat meningkatkan daya tahan evaporator terhadap risiko kebocoran.

Dengan spesifikasi dan fitur yang diberikan oleh si-BiRU akan membuat penggunaan AC ini lebih lama dan berumur Panjang jika dibandingkan dengan penggunaan AC lain di lingkungan yang sama. Tak hanya itu, AC Panasonic si-BiRU juga memberikan garansi selama 3 tahun sebagai antisipasi jika Anda menemukan keluhan selama penggunaan.

SPONSOR: Panasonic New
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR