KESEHATAN

Penyebab janin dalam kandungan menghilang

Ilustrasi foto janin hasil USG.
Ilustrasi foto janin hasil USG. | Darren Brode /Shutterstock

Di balik kisah mistis yang biasa kita dengar, ada penjelasan ilmiah soal janin dalam kandungan yang tiba-tiba menghilang.

Di Sumatra Selatan, Devi (26) syok bukan main ketika mendapati perutnya yang sedang hamil sembilan bulan mendadak kempis setelah bangun tidur. Padahal, ia sudah mempersiapkan seluruh perlengkapan bayi yang rencananya lahir akhir Januari 2019. Keluarga dan tetangga dekat pun mengaku heran karena sehari sebelumnya perut Devi masih tampak besar, dan memang ada pergerakan janin ketika perutnya dipegang.

Kejadian serupa Devi juga pernah dialami banyak perempuan Indonesia dan mancanegara di berbagai usia kehamilan. Tak jarang yang mengaitkan janin menghilang dengan fenomena gaib seperti diculik jin, sebagai tumbal, dan sebagainya.

Secara medis, menurut spesialis kandungan dr. Hasto Wardoyo SPOG(K) dan dr. Hari Nugroho SpOG, tak ada istilah janin menghilang tiba-tiba dalam kandungan. Segala sesuatu yang tadinya ada menjadi tidak ada pasti punya alasan ilmiah dan tidak terjadi begitu saja.

Untuk menghindari masalah kehamilan yang menimbulkan salah persepsi, mereka menyarankan melakukan pemeriksaan teratur. Yakni setiap bulan sejak 0 minggu hingga awal trimester kedua, dua minggu sekali saat menginjak 28-36 minggu, dan seminggu sekali ketika usia kehamilan di atas 36 minggu.

“Patokannya untuk memastikan hamil atau tidak di USG. Harus dilihat dari dokumen medisnya, pernah diperiksa dimana, oleh siapa, dan paling penting apakah pernah di USG atau tidak,” ujar dr. Hasto.

Berikut sejumlah kondisi medis yang menyebabkan janin seolah menghilang.

Kehamilan palsu atau hamil semu (pseudocyesis)

Dr. Suci Dwi Putri dan dr. Rico N menjelaskan bahwa kehamilan seperti ini sebetulnya adalah kelainan yang membuat seorang perempuan merasa begitu yakin sedang hamil, tetapi sebenarnya tidak pernah sama sekali.

Pseudocyesis terjadi dalam kurun waktu beragam mulai dari beberapa minggu, selama sembilan bulan, hingga menahun. Pun bisa seketika berhenti ketika seseorang menyadari dan menerima bila ia tidak hamil.

Dalam kasus yang sangat jarang, laki-laki juga bisa mengalami fenomena serupa yang disebut couvade atau kehamilan simpatik.

Menukil WebMD dan Healthline, meski masih terus diteliti, para ahli telah mengaitkan akar penyebab pseudocyesis dengan masalah psikologis yang akhirnya memengaruhi perubahan fisik dengan mengubah struktur kimia di otak.

Selain faktor pemicu seperti kemiskinan, kurangnya pendidikan, pelecehan seksual, atau trauma hubungan, pseudocyesis terutama terjadi pada perempuan yang memiliki keinginan kuat untuk hamil--semisal akibat infertilitas, pernah keguguran, usia menjelang menopause, atau tuntutan keluarga.

Sinyal impuls itu disalahartikan otak dengan melepas hormon seperti dihasilkan dalam kehamilan macam oksitosin, estrogen, progesteron, dan prolaktin.

Alhasil, penderita akan merasakan tanda dan gejala kehamilan umum seperti mual dan muntah, payudara mengeras, juga sensasi gerakan janin dan perut membuncit—yang sebetulnya penumpukan gas, lemak hingga kotoran tubuh.

Bahkan ada pula yang menunjukkan tes kehamilan positif dan air susu keluar, tetapi tidak terbukti hamil ketika diperiksa lebih lanjut.

Hamil anggur (mola hidatidos)

Hamil anggur sebetulnya adalah tumor non kanker yang berkembang dalam rahim lantaran adanya ketidakseimbangan kromosom. Ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh abnormal dan akan berkembang menjadi gelembung putih berisi cairan dengan bentuk serupa anggur.

Pada hamil anggur yang lengkap, sel telur yang tidak mengandung kromosom tidak akan membentuk janin. Sementara pada hamil anggur parsial, sperma yang terlalu banyak membawa kromosom bisa membuat embrio tetap tumbuh tapi tidak bertahan lama, atau terus tumbuh menyebabkan bayi cacat lahir.

Gejala dan tandanya sangat mirip dengan kehamilan sehingga sulit dideteksi, tetapi bisa dicurigai lebih dini setidaknya di minggu ke 6-12 jika muncul nyeri berlebih, mual dan muntah parah atau keluar darah dan cairan dari vagina.

Kehamilan kosong (blighted ovum)

Kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik menunjukkan kondisi ketika kantung ketuban dan plasenta terus berkembang karena terjadi pembuahan di dalam rahim, tetapi di dalamnya tidak ada embrio (janin).

Hamil kosong banyak terjadi saat hamil muda dengan gejala dan tanda kehamilan normal, meski banyak kasus baru diketahui ketika usia kandungan menginjak 6 bulan.

Penyebabnya bisa karena virus TORCH, kelainan kromosom, juga kualitas sperma dan ovum yang rendah.

Keguguran yang tidak diketahui atau terlewat (missed miscarriage)

Kondisi yang juga disebut keguguran diam-diam ini lazim terjadi di tiga bulan pertama kehamilan dan memungkinkan ibu hamil sama sekali tidak menyadari bahwa janin telah mati.

Selain tidak mengalami tanda-tanda keguguran seperti keram perut atau pendarahan, tubuh tetap mengalami gejala kehamilan normal yang baru berhenti ketika hormon kehamilan akhirnya berkurang.

Meski penyebabnya sulit ditentukan secara pasti, Erika Nichelson, D.O, dokter kandungan di Mercy Medical Center Baltimore, mengatakan bahwa masalah kromosom adalah pemicu paling umum.

Kebanyakan perempuan akan mengalami keguguran seperti ini satu kali. Namun, ada kemungkinan terulang jika terpapar infeksi seperti parvovirus atau rubella.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR