FINANSIAL

Penyebab selalu terjebak utang

MITRA: smart-money.co
Terjebak utang
Terjebak utang | Rawpixel.com /Shutterstock

Utang memang mampu menjadi solusi untuk menyelesaikan kesulitan dalam jangka pendek. Namun, karena mudahnya akses utang, sebagian orang menganggap ini sebagai hal biasa dan tak jarang membuat orang terjebak utang.

Kepada The Balance, Pakar Keuangan Latoya Irby mengungkap, alasan sepele ini kerap dipakai orang untuk berutang hingga terjebak. Jadi, jangan biasakan berutang hanya dengan alasan sepele seperti berikut.

Penghasilan kurang

Berapa pun penghasilan yang Anda punya, cukup atau tidaknya tergantung gaya hidup yang Anda miliki. Bila setiap bulan terus defisit, sudah waktunya Anda melakukan evaluasi.

Cek kembali mana yang keinginan dan kebutuhan. Selalu prioritaskan kebutuhan. Bila masih kurang, sudah waktunya Anda mencari sumber pendapatan lain dari hobi atau mengambil kerja paruh waktu.

Mengharap kenaikan gaji

Rasa percaya diri bahwa gaji akan naik boleh saja. Namun, Anda tidak akan tahu apakah itu akan jadi kenyataan atau tidak. Jadi, jangan pernah menjadikan ini sebagai alasan untuk bisa berutang. Sebab, bila gaji tidak jadi naik, Anda hanya akan menambah utang.

Punya tujuan keuangan lain

Disiplin mengurangi utang serta menabung untuk dana pensiun memang tidak mudah. "Daripada menambah utang, lebih baik mencari cara membayar utang dengan cepat, baru menentukan tujuan keuangan selanjutnya," saran Latoya.

Bisa dibayar nanti

Anda memang bisa membuat simulasi pembayaran cicilan utang. Namun percayakan, praktiknya tidak akan sesederhana itu. Cobalah membayar cicilan dengan jumlah yang terus naik sehingga utang cepat lunas.

Tak sempat memikirkan utang

Merasa kebutuhan begitu banyak dan tak punya waktu mengurusinya? Alasan ini juga kerap membuat seseorang terjebak utang. Sebab, orang tersebut akan terus menambah utang hitang tanpa dia sadari.

Makin banyak kebutuhan yang harus Anda pikir, akan membuat Anda semakin tidak fokus. Karena itu, perencanaan yang baik di tiap periode adalah hal wajib. Jadi, perhatikan apa saja yang harus Anda bayar dan keluarkan. Kuncinya adalah melacak tiap pemasukan dan pengeluaran serta kewajiban yang ada.

Menambah utang tidak melukai keuangan

Hanya karena Anda tak merasakan dampak langsung menambah utang, bukan berarti Anda harus menambah utang. Pikir kembali cicilan yang harus Anda bayar tiap bulan. Lalu pikirkan, bila uang tersebut Anda masukkan investasi. Tentu lebih untung investasi.

Tiap orang punya utang

Banyak orang memang punya utang. Bahkan, mungkin orang tua Anda juga berutang ketika membesarkan Anda. Namun, hal tersebut tak lantas bisa Anda jadikan alasan berutang. Ingat, tidak memiliki utang selalu lebih baik.

MITRA: smart-money.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR