Perawatan CAPD untuk gagal ginjal

Ilsutrasi CAPD
Ilsutrasi CAPD | Picsfive /Shutterstock

Bagi pasien gagal ginjal, salah satu perawatan yang umum ditawarkan dokter adalah Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Apakah itu?

CAPD adalah jenis dialisis yang paling portabel karena menggunakan tas manual yang berisi cairan dialisis peritoneal. Proses CAPD dilakukan setiap hari, melalui rongga peritoneum Anda, dengan perubahan kantong empat kali sehari.

Dialisis peritoneal adalah cara untuk menghilangkan produk limbah dari darah ketika ginjal tidak lagi dapat melakukan pekerjaan dengan memadai.

Cairan pembersih mengalir melalui tabung (kateter) ke bagian perut dan menyaring produk limbah dari darah. Setelah jangka waktu yang ditentukan, cairan dengan produk limbah yang disaring mengalir keluar dari perut Anda dan dibuang.

Dialisis peritoneum berbeda dari hemodialisis, prosedur penyaringan darah yang lebih umum digunakan. Dengan dialisis peritoneal, Anda dapat merawat diri sendiri di rumah, di tempat kerja atau saat bepergian.

Ketika ginjal Anda gagal, dialisis menjaga keseimbangan tubuh Anda dengan cara menghilangkan limbah, garam dan air tambahan untuk mencegah mereka menumpuk di tubuh.

Dialisis pun dapat menjaga tingkat aman bahan kimia tertentu dalam darah Anda, seperti kalium, natrium dan bikarbonat, serta membantu mengendalikan tekanan darah.

Namun, CAPD bukan pilihan untuk semua orang dengan gagal ginjal. Anda membutuhkan kemampuan merawat diri sendiri di rumah atau mempekerjakan pengasuh yang andal.

Dialisis peritoneal bukan pilihan untuk semua orang dengan gagal ginjal. Anda membutuhkan ketangkasan manual dan kemampuan merawat diri sendiri di rumah, atau pengasuh yang andal.

Mengapa harus coba CAPD? Menurut Budi Mohamad Arief, Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, biayanya lebih efisien dibandingkan dengan cuci darah karena bisa dilakukan di rumah.

"Misal hemodialisis setiap bulan 4 kali tarifnya 700 ribu sampai 1 juta, coba ambil 900 ribu per kali dikali 8 kali, berarti 7,2 juta harus kita (BPJS Kesehatan) membayar 7,2 juta," ujar Budi.

"Tapi pasien harus datang ke tempat center HD, keluar juga biaya buat makan. Kalau CAPD tarifnya 7,5 juta, kalau orang diedukasi dan bisa dilakukan di rumah."

Anda bisa mendapatkan perawatan dengan CAPD bila ginjal Anda tidak berfungsi secara memadai.

Kerusakan ginjal pada umumnya berlangsung selama beberapa tahun sebagai akibat dari kondisi jangka panjang, seperti pasien diabetes, hipertensi, peradangan ginjal, dan kista di ginjal.

Selain itu, ada manfaat yang berbeda antara CAPD dan cuci darah, meliputi fleksibilitas dan kemandirian yang lebih besar, Ini penting jika Anda bekerja, bepergian atau tinggal jauh dari pusat hemodialisis.

CAPD juga memiliki pedoman diet yang lebih fleksibel, hidrasi tubuh lebih stabil, serta fungsi ginjal residual yang lebih lama.

Orang yang menggunakan dialisis peritoneal mungkin mempertahankan fungsi ginjal sedikit lebih lama daripada orang yang menggunakan hemodialisis.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR