Perbandingan biaya pengobatan dengan dan tanpa asuransi kesehatan

Ilustrasi biaya kesehatan semakin naik setiap tahunnya.
Ilustrasi biaya kesehatan semakin naik setiap tahunnya. | Author /Shutterstock

Bagi sebagian orang, asuransi, khususnya asuransi kesehatan, belum menjadi kebutuhan. Padahal, jika pengeluaran kesehatan hanya mengandalkan pendapatan bulanan, gaji tidak akan bisa menutupi kebutuhan kesehatan di masa depan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa untung-rugi masih dijadikan pertimbangan dalam membeli asuransi. Pada 2015 misalnya, Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia mencatat, jumlah belanja asuransi swasta di Indonesia hanya mencapai 3,9% dari biaya pengeluaran kesehatan.

Di satu sisi, fakta lain menunjukkan kalau biaya pengobatan di Indonesia semakin merangkak dari tahun ke tahun. Tersebab hal itu, penggunaan asuransi kesehatan sangat dianjurkan. Seberapa besar peran asuransi kesehatan dalam memenuhi biaya kesehatan nasabahnya?

Seorang pengemudi Go-Jek, Suratno, mengaku sangat merasakan dibantu oleh perlindungan dan manfaat asuransi kesehatan. Sebagai pengemudi ojek daring, salah satu manfaat perlindungan tambahan yang diberikan oleh tempatnya bekerja adalah dengan menyediakan pilihan asuransi kesehatan yang biayanya dipungut harian mulai dari Rp2.300,-.

Sejak ditawari fasilitas kesehatan tersebut, ayah satu orang anak ini tidak berpikir panjang dan langsung mendaftarkan asuransi kesehatan untuk dirinya, anak, dan istrinya. Selama mendapat perlindungan asuransi kesehatan, Suratno merasakan langsung manfaatnya saat ia harus menjalani beberapa kali operasi.

Saat itu, Suratno diharuskan menjalani operasi tembak batu ginjal. Selama berobat jalan, ia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Berbekal menunjukkan kartu kepesertaan asuransi, ia bebas berobat saat rawat jalan, tidak terkecuali untuk rawat inap. Pasalnya, asuransi kesehatan yang ia gunakan memiliki fitur cashless sehingga ia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya saat berobat, kecuali jika biaya tersebut melebihi plafon yang ditentukan.

Untuk keperluan operasi tembak batu ginjalnya, saat itu rincian tagihan rumah sakit menunjukkan total lebih dari Rp31juta. Dengan perlindungan asuransi kesehatannya, dari total tagihan operasi yang keluar, Suratno hanya perlu membayar Rp6jutaan.

“Jujur, saya sangat merasa terbantu dengan asuransi. Saya nggak kebayang kalau harus bayar puluhan juta. Sebelum operasi, saya sudah mengecek biayanya di rumah sakit. Saat itu saya sudah bilang istri, kalau memang biaya operasi ini nggak ditanggung, saya nggak mau operasi karena nggak punya uang,” cerita Suratno beberapa waktu lalu kepada Beritagar.id.

Lepas dari operasi, Suratno masih diharuskan untuk kontrol dan lepas jahitan yang juga memerlukan biaya. Lagi-lagi, asuransi kesehatan yang digunakan Suratno hanya mengharuskannya membayar sekitar Rp42ribu karena ada sedikit kelebihan biaya.

Tidak langsung dirasakan manfaatnya memang, namun dari pengakuan seorang pengemudi ojek daring tersebut dapat dilihat bahwa kehadiran asuransi kesehatan sangatlah penting,terutama jika kondisi keuangan tidak memungkinkan Anda untuk menyiapkan dana dalam jumlah besar sewaktu-waktu.

Jangan sampai nasib keluarga dan kesehatan jadi taruhan karena ketidaksiapan Anda dalam memenuhi kebutuhan biaya kesehatan di masa depan. Masih berpikir ulang untuk mengambil asuransi kesehatan?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR