Perempuan usia produktif dibayangi anemia

MITRA: Woman Talk
Ada banyak masalah yang bisa timbul karena anemia. Penting untuk mengenali gejalanya, mengetahui problemnya, lalu mencegahnya.
Ada banyak masalah yang bisa timbul karena anemia. Penting untuk mengenali gejalanya, mengetahui problemnya, lalu mencegahnya. | File404 /Shutterstock

Dibanding kategori usia lain, perempuan usia produktif (13-49 tahun) terutama yang bekerja, rentan mengalami anemia. Ada banyak masalah yang bisa timbul karena anemia sehingga penting untuk mengenali kondisi dan gejalanya, mengetahui problemnya, lalu mencegahnya sebelum terjadi.

"Faktanya, 35 persen perempuan pekerja Indonesia mengalami anemia. Akibatnya, hal ini bisa menurunkan kinerja hingga 20 persen atau sekitar 6,5 jam per minggu," kata DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Apa itu anemia?

Anemia adalah suatu kondisi tidak sehat ketika hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Ukuran normalnya, kadar Hb perempuan usia subur dan tidak hamil adalah di atas 12 g/dl. Hal ini bisa diketahui lewat pemeriksaan laboratorium.

Untuk informasi, Hb adalah zat di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh. Oksigen diperlukan jaringan tubuh, seperti otot dan otak, untuk melakukan fungsinya. Kekurangan oksigen akan berakibat fungsi tersebut terganggu. Hb dibentuk dari gabungan protein dan zat besi.

Apa saja gejalanya?
Kondisi yang berulang dan berpadu dari: lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai (5L), dibarengi sakit kepala/pusing, dan mata berkunang-kunang. Jika hal ini Anda alami, sebaiknya segera cek ke dokter untuk mengetahui kemungkinan anemia. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah sulit berkonsentrasi, mudah capek, mudah mengantuk tanpa alasan jelas. Terpenting, jangan abaikan kondisi berat anemia, seperti muka, mata, bibir, kulit, kuku, telapak tangan terlihat pucat.

Apa penyebabnya?

Rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembuatan Hb yaitu zat besi, asam folat, vitamin B12, dan protein bisa mengakibatkan anemia. Untuk kasus tertentu, anemia bisa memengaruhi kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia bisa mengalami perdarahan saat melahirkan dan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Jadi lebih baik dicegah sebelum terjadi anemia sebelum mulai program kehamilan.

Mengapa perempuan pekerja rentan mengalami anemia?
Siklus menstruasi, periode kehamilan, dan masa menyusui bisa memengaruhi jumlah Hb perempuan usia produktif. Hal ini yang bisa mengakibatkan masalah anemia pada perempuan pekerja di usia antara 13-49 tahun.

Selain itu, pola hidup tak sehat, seperti kurang konsumsi makanan yang mengandung zat besi, pola tidur tak teratur, dan kurang istirahat bisa mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit infeksi. Hal-hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya anemia.

Bagaimana cara mencegah anemia?

Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk makanan kaya sumber zat besi dari sumber makanan hewani yang kaya zat besi. Konsumsilah makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi, seperti jeruk dan makanan hewani (daging, unggas, dan ikan). Sebaliknya, hindari konsumsi teh, kopi, atau susu saat makan, karena minuman-minuman tersebut bisa menurunkan penyerapan zat besi dari makanan. Bila dirasa perlu, konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran dokter.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR