CITRA TUBUH

Persepsi terhadap perempuan berias wajah

Ilustrasi perempuan menggunakan riasan.
Ilustrasi perempuan menggunakan riasan. | Makistock /Shutterstock

Berdandan adalah salah satu hal yang identik dengan perempuan. Di industri kecantikan, berbagai produk kosmetik terus bermunculan dan jenisnya bisa dipilih sesuai karakter seseorang.

Setiap perempuan pun punya alasan berbeda mengapa mereka gemar bersolek, seperti ingin terlihat lebih baik, menyukai ritual saat memakai produk kosmetik, merasa seperti diri sendiri, lebih percaya diri, atau hanya karena merias wajah itu menyenangkan.

Riasan tak hanya bisa membuat wajah perempuan berubah. Lebih dari itu, warna-warni kosmetik pada wajah bahkan bisa mengubah persepsi orang lain, bisa lebih baik atau buruk.

Dilansir Psychology Today, banyak penelitian menunjukkan bahwa perempuan berias dinilai lebih atraktif. Namun, penggunaan riasan wajah juga memberikan persepsi lain, seperti berikut ini:

Dianggap kurang mampu jadi pemimpin

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Perception mengungkapkan bahwa riasan yang digunakan perempuan dapat berdampak negatif pada persepsi kemampuan kepemimpinannya.

Studi yang dipimpin oleh Dr Christopher Watkins dari divisi psikologi di Abertay Universit, Dundee, Skotlandia, meminta peserta melihat serangkaian gambar yang menampilkan perempuan dengan dan tanpa riasan wajah.

Penelitian ini menggunakan perangkat lunak di komputer untuk memanipulasi wajah dan banyaknya riasan yang dipakai. Kemudian, setiap peserta menilai enam belas wajah lalu menilai wajah yang mana paling baik untuk seorang pemimpin.

Untuk mendapatkan hasil, peneliti menggunakan skala pengukuran yang umum dalam penelitian persepsi wajah, seperti menghitung kesan pertama kelompok peserta secara keseluruhan kemudian menghasilkan keputusan rata-rata.

Hasil penelitian menemukan perempuan yang terlalu bayak merias wajah dinilai kurang mampu menjadi pemimpin yang baik.

"Penelitian ini mengikuti karya sebelumnya di bidang ini, yang menunjukkan bahwa memakai riasan wajah akan meningkatkan seberapa dominan seorang perempuan terlihat," ujar Watkins.

Ia mengatakan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kita cenderung menunjukkan rasa hormat kepada seorang perempuan berwajah menarik. Namun, pada penelitian terbaru ini, riasan wajah rupanya tidak meningkatkan dominasi perempuan pada peran kepemimpinan.

Para periset mengatakan bahwa efek positif dari riasan wajah mungkin terbatas pada peran tertentu dalam pekerjaan, misalnya bagi mereka yang bekerja di industri jasa dan butuh daya tarik kepada klien.

Dianggap sebagai dominan dan ancaman

Penelitian dari University of Stirling di Skotlandia menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama menganggap perempuan berias adalah sosok dengan status tinggi.

Laki-laki juga mengasosiasikan riasan dengan kualitas positif yang bergengsi. Sementara perempuan yang melihat perempuan lain berias sebagai dominan dan merupakan ancaman potensial.

Menurut penelitian ini, sangat penting bagi perempuan untuk paham bagaimana riasan wajah akan mengubah persepsi orang lain tentang dirinya, terutama bila sedang mencoba untuk mendapatkan kepercayaan dan kekaguman orang lain.

"Pada sebuah wawancara kerja, mengetahui apakah perekrut akan terdiri dari laki-laki atau perempuan dapat memengaruhi keputusan kandidat perempuan tentang mengenakan riasan wajah," jelas Dr. Viktoria Mileva, peneliti Postdoctoral Research di University of Stirling.

"Apakah pewawancara akan menganggapnya menarik, dominan, dan atau bergengsi dapat memengaruhi tindakan pewawancara dan mungkin hasil wawancara itu sendiri."

Dianggap lebih kompeten

Selain itu, mengenakan riasan wajah bisa meningkatkan persepsi orang tentang daya tarik, kecakapan, kompetensi, dan sifat bisa dipercaya. Nancy Etcoff, asisten profesor psikologi klinis di Universitas Harvard mengatakan pada perempuan, riasan wajah membuat lebih percaya diri.

Kosmetik dapat mengubah secara signifikan bagaimana orang melihat diri Anda. Orang akan menilai seberapa pintar, hangat, atau seberapa mudah didekatinya diri Anda.

Namun, sama seperti pakaian, sebaiknya riasan dikenakan sesuai agenda. Bedakan riasan ke kantor dengan ke pesta. Sebab, riasan yang lebih tebal dapat memberi persepsi berbeda, seperti kurang dapat dipercaya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR