Pertama di dunia, bayi berjenis kelamin "tidak ditentukan"

Ilustrasi
Ilustrasi | Elena Schweitzer /Shutterstock

Seseorang berkebangsaan Kanada berjuang untuk mendapatkan hak agar anaknya tidak mencantumkan jenis kelamin di semua kartu identitas resminya. Dia berpendapat bahwa pemeriksaan biologis sederhana secara visual tidak dapat mengungkap identitas asli anaknya.

Terlebih lagi bayinya dapat tumbuh menjadi seorang interseks, atau dengan jenis kelamin yang berbeda dari jenis kelamin biologisnya.

Dikutip dari BBC, orang tua bayi yang bernama Kori Doty, adalah seorang transgender yang tidak dapat dipastikan jenis kelaminnya, apakah perempuan atau laki-laki.

Kori berkeinginan untuk membesarkan anaknya dengan mengizinkannya mencari tahu sendiri jenis kelaminnya ketika besar nanti. Dan bukan ditentukan oleh orang lain.

Dalam wawancara dengan beberapa media, Kori menjelaskan ketika dirinya lahir, dokter menetapkan asumsi tentang jenis kelaminnya berdasarkan apa yang dilihatnya pada alat kelaminnya.

Dan penetapan tersebut mengharuskannya menerima dan mengikutinya seumur hidup. Padahal "Ternyata asumsi itu tidak benar. Dan akhirnya saya harus banyak melakukan penyesuaian", ungkapnya seperti dikutip dari Independent.

Kori mengatakan bahwa sampai saat ini anaknya belum memperoleh akte kelahiran. Hal ini disebabkan karena para pejabat berwenang di provinsi British Columbia, Kanada, mengharuskan pendaftaran salah satu jenis kelamin, perempuan atau laki-laki.

Oleh karena itu, Kori Doty telah mengajukan judicial review untuk kasusnya ini, agar dapat menghilangkan jenis kelamin dalam akte kelahiran dan semua catatan resmi.

"Saya akan membesarkan mereka sedemikian rupa sampai mereka memiliki kesadaran akan diri sendiri dan akan mengatakan secara langsung pada saya tentang diri mereka sebenarnya," ungkap Kori seperti dilansir dari The Telegraph.

Kori Doty menggunakan kata ganti untuk orang ketiga jamak 'they' (mereka), dan tidak menggunakan kata ganti untuk orang ketiga tunggal yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin; 'he' (dia laki-laki) atau 'she' (dia perempuan).

"Saat ini saya mengenali mereka sebagai seorang bayi dan akan memberikan seluruh cinta dan dukungan saya untuk mereka, agar dapat menjadi seseorang yang utuh. Dan mereka dapat berada di luar pembatasan-pembatasan yang hadir bersama 'kotak anak laki-laki' dan 'kotak anak perempuan'," tandasnya.

Kini, Searyl Atli, nama bayi yang lahir di bulan November 2016 lalu itu telah mendapatkan kartu kesehatan resmi tanpa keterangan jenis kelamin. Peristiwa ini merupakan yang pertama kali terjadi di dunia, dan provinsi British Columbia merupakan otoritas publik pertama yang mengeluarkan kartu bebas gender.

Sekarang, setidaknya ada dua provinsi di Kanada, Ontario dan Alberta yang mempertimbangkan akan mengeluarkan dokumen resmi dengan kategori nonbinary sebagai salah satu pilihan.

Kori Doty adalah seorang anggota dari organisasi The Gender Free I.D Coalition di Kanada. Dia menginginkan agar setiap individu berhak untuk menghilangkan identitas gender dari semua dokumen resmi pemerintah.

Bersama delapan orang temannya, Doty telah mengajukan tuntutan kepada Human Rights Tribunal di British Columbia untuk mengganti akte kelahiran mereka.

Doty berkeras bahwa mereka yang baru menyadari realitas jenis kelaminnya akan mendapatkan kesulitan dan tekanan ketika ingin mengubah identitas mereka di dokumen-dokumen resmi. Tidak menentukan dan memastikan jenis kelamin saat lahir akan mengurangi tingkat stres mereka di kemudian hari.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR