Petaka di balik maskara kedaluwarsa

Ilustrasi perempuan mengenakan maskara
Ilustrasi perempuan mengenakan maskara | Veres Production /Shutterstock

Maskara merupakan salah satu alat rias wajah yang wajib untuk kaum perempuan. Selain menebalkan dan memanjangkan bulu mata, maskara mampu "menyulap" tampilan mata menjadi terlihat lebih besar dan glamour.

Selain itu, pulasan maskara juga mampu mengoreksi kekurangan pada mata agar terlihat lebih sempurna. Jadi, tak heran bahwa banyak perempuan yang ketergantungan memakai maskara setiap hari.

Namun, Anda perlu hati-hati. Pasalnya, tak sedikit perempuan yang kurang teliti dalam memerhatikan tanggal kedaluwarsa saat membeli maskara, terutama saat musim diskon. Memakai maskara yang mendekati atau sudah lewat dari tanggal kedaluwarsa bisa berakhir mimpi buruk. Salah satunya adalah kebutaan.

Menurut Jacqueline R. Carrasco, M.D.,F.A.C.S, seorang ahli bedah oculplastic dan orbital di Wills Eye Hospital, AS, menggunakan maskara lama atau lewat tanggal kedaluwarsa dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri yang bisa merusak mata, dalam beberapa kasus dapat kehilangan penglihatan.

Sejumlah mikroorganisme, kata Carrasco, hidup di kulit wajah manusia, termasuk kelopak mata. Bakteri tersebut seperti Staphylococus Aureus (bakteri yang menghasilkan gram positif penyebab pigmen kuning), Streptococcus Pneumoniae (bakteri patogen penyebab pneumonia), dan Pseudomonas Aeruginosa (gram negatif penyebab utama pneumonia).

David Lu, M.D, profesor klinis jurusan opthalmology di Univeristy of Texas Southwestern, AS, mengatakan bahwa bakteri tersebut di atas bisa menempel pada sikat maskara dan melekat dalam tabungnya. Alhasil, bakteri lebih mudah tersebar pada kelopak hingga bola mata saat Anda merias wajah.

Sebenarnya, tidak akan ada masalah apabila maskara masih dalam kondisi baik dan layak pakai karena memiliki kandungan untuk melemahkan bakteri. Namun, lain cerita apabila maskara sudah mendekati masa kedaluwarsa karena kandungan perlindungan tersebut telah kehilangan fungsi.

Bakteri Streptococcus Pneumoniae, misalnya, bisa menyebabkan mata merah, peradangan pada konjungtif mata, dan mengakibakan iritasi akut. Lalu, bakteri Staphylococcus Aureus bisa memicu mata merah yang menyebabkan bengkak dan timbul jerawat pada kelopak mata Anda. Kemudian, Pseudomonas Aeruginosa dapat menyebabkan infeksi kulit yang bisa melukai jaringan halus yang tersebar di area kelopak mata sehingga menciptakan peradangan. Pada kasus terparah bisa menyebabkan bulu mata rontok.

Kebanyakan perempuan berpikir bahwa saat mengalami rasa gatal atau gangguan pada mata penyebabnya adalah debu, panas, dan angin. Sebenarnya, kemungkinan besar berasal dari maskara yang Anda gunakan.

Aaron Zimmerman, O.D, seorang profesor klinis jurusan optometri di Ohio State University, AS, mengatakan, bakteri-bakteri yang menempel pada maskara tersebut berisiko menyebakan infeksi kornea mata dan bagian sensitif mata lainnya.

Oleh karena itu, sebenarnya kapan dan berapa kali maskara harus diganti demi menjaga mata tetap sehat dan cantik?

Para pakar kesehatan mata menganjurkan untuk mengganti tabung maskara setelah pemakaian selama dua hingga empat bulan.

Namun, Food and Drug Administraition (FDA), badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, menegaskan untuk mengganti maskara setelah tiga bulan pemakaian.

FDA juga menyarankan untuk tidak membasahi maskara dengan air karena bisa penyebaran bakteri semakin aktif dan lebih mudah berpindah ke kulit mata atau parahnya masuk ke dalam bola mata Anda.

Terakhir, para pakar lebih menganjurkan untuk membeli maskara dalam kemasan kecil atau travel size yang jika dikenakan setiap hari akan habis dalam hitungan satu bulan.

Sebab, cara tersebut terbilang lebih aman, ketimbang memakai maskara dalam ukuran normal yang biasanya belum habis meski sudah melewati masa kedaluwarsa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR