KESEHATAN

Pilates baik untuk penderita gangguan otot dan tulang

Ilustrasi pilates.
Ilustrasi pilates. | Pond's Memories /Shutterstock

Kebanyakan penyuka pilates mencintai olahraga ini karena kemampuannya untuk meningkatkan keseimbangan, meringankan sakit punggung, dan membangun kekuatan inti tubuh. Kini, manfaat pilates sekali lagi telah dibuktikan secara ilmiah oleh para periset.

Pada awalnya pilates diciptakan pada tahun 1920 oleh Joseph Pilates sebagai perawatan rehabilitasi untuk sakit dan nyeri. Sejak lama, olahraga ini populer di kalangan selebritas dan pencinta kebugaran.

Sebuah studi baru menunjukkan, sekelompok orang dengan kondisi muskuloskeletal kronis--gangguan kesehatan yang berhubungan dengan otot dan tulang--yang berkomitmen pilates selama 12 pekan membaik kondisinya. Mereka bisa mengelola kondisi dengan lebih efektif, juga merasakan manfaat psikologis dan sosial.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Musculoskeletal Care ini adalah salah satu yang pertama mengamati bagaimana pilates dapat memengaruhi kehidupan orang-orang dengan kondisi kronis.

Peserta studi ini berusia antara 36 hingga 83 tahun. Beberapa kondisi kronis peserta studi ini termasuk nyeri punggung bawah yang tidak spesifik, osteoartritis sendi periferal, dan berbagai kondisi pascaoperasi.

Selain kondisi fisik yang membaik, penelitian ini mengungkapkan manfaat lain dari pilates. Misal gaya hidup yang lebih aktif dan membantu peserta mengelola kondisinya.

"Membaiknya fungsi dalam kegiatan sehari-hari menghasilkan manfaat psikologis dan sosial yang meningkatkan motivasi untuk mematuhi program dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat," kata salah satu penulis riset Lynne Gaskell dalam sebuah pernyataan.

Bagaimanapun, hasil riset ini sebaiknya tidak dilihat secara definitif. Salah satu keterbatasan studi ini adalah sampelnya yang sangat kecil menurut standar ilmiah, hanya 22 orang.

Di sisi lain ada banyak penelitian sebelumnya yang mendukung potensi manfaat kesehatan mental selain fisik dari menambahkan pilates sebagai rutinitas olahraga Anda.

Satu studi tahun 2009 menemukan, individu usia kuliah yang berlatih pilates selama enam bulan mengalami peningkatan rasa potensi diri dan kualitas tidur. Bukan hanya itu suasana hati juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Penelitian lanjutan yang diterbitkan pada tahun 2013 kemudian dilakukan kelompok periset yang sama. Kali ini berfokus pada apakah mindfulness meningkat seiring aktivitas pilates.

Skor total mindfulness meningkat secara keseluruhan pada kelompok peserta yang latihan pilates selama 15 pekan. Seluruh peserta telah menjalani pengukuran tingkat mindfulness, persepsi potensi diri, suasana hati, stres, dan kualitas tidur pada awal, pertengahan, dan akhir masa penelitian.

Skor mindfulness tidak meningkat pada kelompok yang mempraktikkan olahraga lain. Artinya, berlatih pilates dapat dikaitkan dengan peningkatan mindfulness yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan stres yang dirasakan.

Penelitian ini kelihatan menjanjikan, mengingat salah satu aspek unik tentang pilates adalah penekanannya pada latihan fisik bersamaan dengan mental. Centering atau pemahaman bahwa semua gerakan berasal dari inti seseorang, adalah komponen kunci dari pilates.

"Seperti yoga, ini tentang bernapas dan fokus dan memerhatikan gerakan tubuh Anda," ujar Ann Gibson, profesor ilmu olahraga di University of New Mexico, dinukil TIME.

Pilates bisa dibilang olahraga lintas generasi, baik untuk para lajang, ibu baru hingga lansia. Satu studi menemukan, perempuan pasca-melahirkan yang pilates lima kali seminggu selama delapan minggu berturut-turut menunjukkan skor kelelahan umum dan mental yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak pilates.

Pada awal 2018, penelitian lain mengungkapkan perbaikan signifikan pada skor kepuasan hidup untuk perempuan lanjut usia setelah 16 pekan latihan pilates. Ini menunjukkan pilates bisa bermanfaat bagi mereka yang ingin menua dengan sehat.

Beberapa peneliti meyakini pilates bisa dikaitkan dengan menurunnya gejala kecemasan, depresi, dan kelelahan meskipun lebih banyak studi eksperimental masih dibutuhkan.

Mempertimbangkan potensi manfaat mental dan fisik dari pilates, tak ada salahnya untuk mencoba. Simak beberapa pilihan berikut untuk mengetahui mana yang lebih nyaman untuk Anda.

BACA JUGA