KARIER

Pilihan karier bisa mengubah karakter diri

Ilustrasi bekerja
Ilustrasi bekerja | Foxy Burrow /Shutterstock

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pilihan karier di usia awal kerja bisa memengaruhi karakter seseorang.

Dalam penelitian yang melacak sejumlah partisipan berusia dewasa muda selama enam tahun, tim peneliti University of Illinois menemukan, pilihan karier saat usia awal kerja dikaitkan dengan perubahan kepribadian dan memengaruhi karakter seseorang dalam tahun-tahun berikutnya.

Peneliti fokus pada dua kelompok partisipan usia 16 tahun di Baden-Wurttembeberg, Jerman.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok pertama memilih untuk magang atau program pelatihan penjurusan kuliah.

Sementara kelompok kedua, memilih kuliah dan memasuki dunia kerja setelah mendapatkan gelar perguruan tinggi.

Lalu, enam tahun kemudian, penelitian pun berlangsung.

Tim peneliti meminta peserta untuk menilai diri mereka dengan berbagai ukuran yang mencakup ciri-ciri kepribadian serta minat kejuruan.

Mereka menggunakan teknik yang disebut keselarasan skor untuk menyesuaikan sifat-sifat kedua kelompok yang menjadi subjek penelitian.

Kemudian, penelitian mengungkapkan, setelah enam tahun, konsentrasi kerja yang terdokumentasi meningkat lebih banyak pada mereka yang memilih langsung bekerja dan pelatihan kejuruan dibandingkan rekan-rekan mereka yang melanjutkan kuliah atau mengejar gelar akademis tertentu.

Lalu, partisipan yang memilih jalur kejuruan dilaporkan kurang berminat terlibat dalam kegiatan ilmiah, bisnis, atau wirausaha.

“Hasil penelitian memperlihatkan mereka yang tidak melanjutkan pendidikan kehilangan minat mengejar profesi yang dibutuhkan latar belakang akademis tertentu,” ujar Brent Roberts, seorang profesor psikologi University of Illonois yang memimpin penelitian.

Dia mengatakan bahwa hasil penelitian membuktikan, kepribadian manusia memang berubah seiring perjalanan usia dan pengalaman yang terjadi berdasarkan pilihan hidup.

Perubahannya seringkali halus, tetapi bermakna.

Sebab, bukti menunjukkan banyak dari perubahan yang dimaksud terbentuk karena perjalanan hidup seseorang.

"Studi ini memberikan bukti terkuat yang kita miliki bahwa jalan yang Anda pilih dapat mengubah kepribadian Anda," kata Roberts mengenai hasil penelitan yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan Harvard Business School, seorang profesor bisnis logistik, James L. Heskett, menuliskan diskusi mengenai karakter seseorang terbentuk karena pilihan profesinya seperti mencari jawaban mana yang lebih dulu hadir, telur atau ayam.

Heskett menjabarkan banyak pakar yang mengatakan seseorang terlalu terlibat dalam pekerjaannya sehingga membuatnya menjadi satu bagian dalam diri.

"Tak hanya kita melebur dengan pekerjaan yang kita lakukan, kita juga secara tidak sadar tetap membawa karakter dan kepribadian dari profesi sampai dengan memasuki usia pensiusn," tulis Heskett mengenai ucapan dari Charlie Cullinane yang merupakan seorang pakar wine dan koki.

Penelitian ilmiah yang dirilis oleh The Atlantic menjabarkan bahwa pola perilaku bisa menciptakan dan membentuk karakter seseorang.

Tim peneliti menguraikan, kepribadian seseorang tidak stagnan, melainkan bisa berubah tergantung dari pengaruh eksternal, seperti misalnya, pekerjaan, pernikahan, dan usia.

Seluruh aspek yang berkontribusi dalam menciptakan perubahan, kata peneliti, juga berpotensi mengubah kepribadian.

"Dengan penyesuaian yang terjadi dari pola kehidupan dari waktu ke waktu, tampaknya orang-orang dapat mengubah diri mereka," tulis peneliti.

Perubahan yang didorong untuk meningkatkan kinerja, menurut peneliti, bisa jelas terlihat dari sejumlah orang yang mendatangi atau membeli tiket untuk acara bisnis dengan pembicara motivator profesional.

Pilihan mendatangi acara yang demikian merupakan sikap yang secara sengaja ingin mengubah pola perilaku dan karakter diri agar terdorong untuk meraih sukses dalam pekerjaan atau dunia bisnis.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa dengan tujuan tertentu dan rencana, setiap orang bisa meningkatkan hal-hal, seperti, stabilitas emosi dan ekstraversion demi kemajuan dalam berkarier.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR