KESEHATAN MENTAL

Pingsan karena melihat darah bukan fobia biasa

Ilustrasi seseorang akan pingsan
Ilustrasi seseorang akan pingsan | Nutlegal Photographer

Ada sejumlah orang yang dalam kesehariannya bukan penakut namun merasa pusing dan pingsan saat melihat darah orang lain. Mengapa demikian?

Adegan seperti ini sering muncul dalam film, tak sekadar khayalan kondisi ini nyata adanya. Ada tiga sampai empat persen orang menderita fobia darah atau gangguan terkait.

Mungkin sebagian lain orang menganggap hal tersebut layaknya fobia lain--hanya berpusat di pikiran. Tapi ternyata fobia darah berbeda dari kebanyakan fobia.

Tekanan darah dan denyut jantung penderita akan naik kemudian turun ketika mereka melihat darah. Sebagai kebalikan dari jantung berdebar yang disebabkan oleh ketakutan.

Pingsan saat melihat darah sebenarnya adalah reaksi nenek moyang purba yang masih dipertahankan pada era modern. Dr. Fred Jaeger, direktur medis Center for Syncope and Autonomic Disorders at the Cleveland Clinic di Ohio, Amerika Serikat, mengatakan kepada NBC News, "Waktu stres berat atau cedera atau ketakutan dapat memicu refleks: tekanan darah turun, detak jantung melambat."

Ini mengapa Anda pingsan. Dalam dunia medis kondisi ini disebut sinkop vasovagal, hasil dari refleks sirkulasi abnormal dan bisa disebabkan oleh sejumlah faktor.

Dalam kondisi sinkop vasovagal, jantung memompa lebih kuat dan pembuluh darah rileks. Namun, denyut jantung tidak cukup mengimbangi untuk mempertahankan aliran darah.

Dengan kata lain, denyut jantung melambat, dan pembuluh darah di kaki penderita melebar. Hal ini memungkinkan darah mengalir di kaki, yang menurunkan tekanan darah.

Kombinasi dari penurunan tekanan darah dan detak jantung yang melambat dengan cepat mengurangi aliran darah ke otak, maka sang penderita akan pingsan.

Ada beberapa tanda peringatan. Sesaat sebelum pingsan, Anda mungkin melihat kulit Anda pucat, visi kabur, dan perasaan melayang. Mual, keringat dingin dan berkeringat, penyempitan pandangan, dan demam juga bisa menjadi gejalanya, seperti dilansir dari Mayo Clinic.

Melihat darah memang jadi penyebab utama yang dikaitkan dengan pingsan. Tapi sebenarnya banyak pemicu lain, dari alasan yang jelas hingga yang aneh.

Seperti berada di lingkungan yang panas dan padat, stres tinggi atau merasa terancam, berdiri terlalu lama atau berdiri terlalu cepat dari posisi duduk, kelelahan, gula darah rendah, dehidrasi atau penyakit lain, dan meniup terompet.

Para ahli mengatakan kondisi seperti ini memungkinkan nenek moyang kita untuk mempertahankan diri.

“Misalnya, jika Anda manusia gua dan manusia gua lain datang dan memotong lengan Anda, pemandangan darah atau luka dapat menyebabkan Anda pingsan. Jadi ketika berbaring di tanah, Anda akan terlihat seperti mati untuk manusia gua lain dan ia tidak akan memotong kepala Anda.” Strategi inilah yang telah berhasil menipu musuh untuk mempertahankan nyawa.

Hipotesis tersebut didukung oleh fakta bahwa sinkop vasovagal jauh lebih umum terjadi pada perempuan dan anak-anak daripada laki-laki, dengan banyak anak laki-laki memilikinya dari fobia selama masa pubertas.

Sementara itu hampir tidak masuk akal bagi seorang laki-laki dewasa Zaman Batu untuk pingsan saat melihat darah. Karena bagaimanapun juga, mereka memiliki kewajiban untuk bertarung melawan hewan besar atau suku tetangga untuk mempertahankan hidup. Serta untuk alasan melindungi anak-anak dan kaum wanita di sukunya.

Enam dari 10 orang diperkirakan punya gen ini, tetapi hanya sedikit yang benar-benar akan pingsan karenanya.

Beberapa ahli menyarankan terapi de-sensitisasi untuk mengatasi kondisi sinkop vasovagal, seperti dengan melihat gambar darah dan isi perut. Solusi lain merekomendasikan pernapasan yang dalam dan tenang untuk membantu tekanan abnormal dalam tubuh berlalu.

Untuk tindakan praktisnya, meskipun tidak selalu dapat dihindari, orang yang mengalami sinkop vasovagal dapat mengurangi dampak dengan berbaring dan mengangkat kaki mereka ketika mereka melihat tanda-tanda awal, atau dengan duduk dengan kepala mereka berada di antara lutut. Ini memungkinkan gravitasi untuk membantu aliran darah ke otak.

Kondisi ini tidak eksklusif untuk manusia saja, karena posum dan kambing diketahui mengalami diam sesaat, tidak bereaksi ketika bahaya sudah dekat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR