POLA MAKAN

Pola makan sehat hasilkan banyak sampah makanan

Ilustrasi sampah makanan.
Ilustrasi sampah makanan. | Pixavril /Shutterstock

Sulit membayangkan efek negatif dari pola makan seimbang yang sehat, sebab kebiasaan ini sarat manfaat. Namun, sebuah studi mengungkap food waste atau makanan yang terbuang meningkat seiring pola makan sehat.

Pola makan sehat mengurangi risiko penyakit seperti kanker, jantung, dan diabetes. Mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh untuk menjaga kebugaran termasuk berat badan.

Akan tetapi penelitian mengungkap kelemahan yang kerap menyertai pola makan seimbang, yakni bertambahnya sampah makanan. Meski penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat, hal ini layak pula disimak kita di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia adalah negara pembuang makanan kedua terbesar di dunia menurut Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU).

Bagaimana pola makan seimbang bisa berefek sedemikian buruk bagi planet ini? Terlepas dari kualitas makanan, tanpa disadari sebagian orang membuang banyak makanan setiap hari.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One menemukan, rata-rata konsumen di Amerika Serikat tidak mengonsumsi 26 persen makanan di rumah. Hasil studi ini tak beda jauh dengan hasil penelitian lain pada subjek senada dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli memperkirakan sekitar 40 persen dari makanan yang diproduksi tidak dimakan. Orang Amerika membuang sekitar setengah kilogram makanan per hari.

Nah, jumlah ini justru bisa jadi makin banyak bagi orang-orang dengan pola makan sehat. Para peneliti menemukan fakta ini saat melihat makanan mana yang terlebih dahulu dibuang.

Menurut penelitian, makanan-makanan itu biasanya adalah yang paling cepat rusak. Tak lain, buah dan sayuran segar.

"Yang mengejutkan saya adalah jumlah makanan yang kita buang setiap hari, hampir setengah kilogram dan kebanyakan buah serta sayur," ujar Lisa Jahns, salah satu penulis riset.

"Mengagetkan juga, pola makan yang berkualitas paling baik dikaitkan dengan limbah makanan paling banyak. Tetapi mempertimbangkan bahwa yang mendominasi adalah buah dan sayuran, ini jadi masuk akal," lanjut Jahns.

Buah dan sayuran merupakan persentase tertinggi (39 persen) dari makanan yang berakhir di tempat sampah. Ini mungkin terjadi karena terbatasnya umur simpan dan ketidaktahuan konsumen tentang metode penyimpanan yang tepat.

Seperti kata Jahns, fakta ini sangat disayangkan. Sebab, sayur dan buah adalah makanan yang terbukti bermanfaat baik bagi kesehatan.

Di sisi lain penelitian ini mengungkap, sementara pola makan berkualitas rendah dapat menghasilkan lebih sedikit limbah, mereka punya dampak negatif tersendiri. Nilai gizinya rendah dan tingkat limbah pertaniannya lebih tinggi.

Karena itu dibutuhkan solusi agar kita tetap bisa menerapkan pola makan sehat yang seimbang, namun tidak membuang-buang makanan. Menurut para peneliti, informasi menyimpan dan mengolah buah juga sayuran segar sangat diperlukan.

Dengan bekal informasi dan perencanaan, Anda masih bisa tetap menerapkan pola makan sehat tanpa harus membuang-buang makanan. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda coba.

Merencanakan menu

Merencanakan menu makanan selama seminggu membantu mengurangi jumlah makanan yang terbuang. Dengan membuat perencanaan, Anda jadi benar-benar tahu bahan yang dibutuhkan, tidak sekadar memperkirakannya.

Selain lebih ramah lingkungan, merencanakan menu juga bisa membuat Anda lebih hemat uang, juga waktu. Stres memikirkan menu makan hari ini pun tiada lagi.

Zero waste chef, menawarkan panduan langkah demi langkah yang dapat Anda praktikkan.

Menyimpan buah dan sayur agar tahan lama

Extra Crispy memberikan informasi cara membekukan buah-buahan untuk digunakan di kemudian hari. Anggur, ceri, mangga, atau keluarga beri bisa bertahan lebih lama saat dibekukan.

Sayuran juga bisa diawetkan melalui beberapa metode. Cara lebih lanjut dapat Anda simak pada tautan berikut.

Menyimpan dengan benar

Tidak semua buah dan sayur harus disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer. Infografik berikut bisa Anda lihat sebagai referensi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR