Potong buah dan sayur bisa hilangkan nutrisi

Memotong buah dapat menghilangkan sebagian nutrisi yang terkandung di dalamnya
Memotong buah dapat menghilangkan sebagian nutrisi yang terkandung di dalamnya | agil73 /Shutterstock

Mengiris, mengupas dan memotong ternyata bisa mengurangi nilai gizi yang terkandung di dalam buah atau sayur.

Tiga hal yang bisa membuat kandungan nutrisi dalam buah dan sayuran hilang adalah panas, oksigen, dan cahaya.

Nutrisi yang paling banyak hilang saat Anda memotong buah dan sayur, adalah vitamin C, beberapa jenis vitamin A, dan vitamin E.

Vitamin-vitamin ini adalah antioksidan. Artinya mereka bereaksi terhadap oksigen.

Kulit buah adalah pelindung yang secara alami menjaga vitamin anti oksidan. Setelah Anda membuka lapisan pelindung, daging di dalamnya segera terpapar langsung dengan udara dan mengurangi nilai vitamin anti oksidan tersebut.

Vitamin C mudah larut dalam air, karenanya vitamin ini lebih cepat hilang bersama cairan yang dikeluarkan setelah pemotongan, atau saat Anda membilas buah kupas dalam air. Sedang vitamin yang ada dalam lemak, seperti vitamin D, tidak mudah hilang.

Memotong juga mempercepat pembusukan. Paparan oksigen akan mempercepat proses pemecahan gula alami dalam buah menjadi karbon dioksida. Hal ini yang mengakibatkan warna daging buah cepat berubah kecokelatan. Hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan rasa dan tekstur dalam buah.

Suhu yang lebih rendah dapat membuat proses ini berjalan lambat, sehingga jika buah dan sayur tidak ingin langsung dimakan setelah dipotong, sebaiknya disimpan di lemari es dalam wadah tertutup kedap udara.

Sayuran dan buah yang basah tidak akan tahan lama dan cepat rusak jika langsung dimasukkan ke dalam lemari es. Jadi, pastikan Anda menyimpannya dalam keadaan kering.

Untuk buah dan sayuran dengan lapisan kulit yang bisa dimakan, cara terbaik adalah dikonsumsi utuh, sehingga Anda mendapatkan nutrisi dan serat yang terkandung dalam kulit. Kentang, wortel, dan mentimun misalnya, bisa dibilas secara menyeluruh dan langsung dikonsumsi.

Menurut ahli gizi Jansen Ongko Msc, RD dinukil Kumparan, banyak orang salah kaprah saat memakan buah dan sayuran. Misal karena takut cemaran pestisida maka beberapa buah dengan kulit yang tipis akan dikupas sebelum dimakan. Padahal itu justru akan mengurangi kandungan nutrisi.

Misal, banyak orang mengupas kulit buah apel sebelum dimakan karena takut cemaran zat pengawet atau lapisan lilin. Ada cara yang bisa dilakukan agar tidak kehilangan nutrisi.

Celupkan apel ke dalam air panas selama beberapa detik untuk menghilangkan lapisan lilin. Setelah apel dikeluarkan dari air panas, cuci kembali di bawah air keran yang mengalir. Lalu, keringkan dengan tisu makan dan siap dikonsumsi.

Selain melindungi nutrisi di dalam daging, kulit apel juga kaya akan khasiat. Selain serat alami bagi tubuh, kulit apel mengandung senyawa triterpenoid. Senyawa ini memiliki sifat melawan kanker.

Segera konsumsi

Jika Anda membeli buah yang sudah dipotong di pasar swalayan, perhatikan waktu konsumsi yang tertera, atau Anda dapat bertanya kepada petugas mengenai kesegaran produk tersebut.

Idealnya, Anda harus mengonsumsi buah dua hingga tiga hari setelah dibeli dan memotong sayuran sebelum lima hingga enam hari. Jadi saat Anda berencana membeli buah dan sayur, ingat kapan segera memakan atau mengolah bahan-bahan tersebut.

Menurut sebuah penelitian dari University of California, kandungan vitamin buah potong yang disimpan bisa berkurang dengan cepat.

Pada buah mangga, stroberi, dan semangka potong bisa berkurang hingga lima persen, pada buah nanas dan kiwi potong sebanyak 10 persen, dan melon potong akan kehilangan vitamin C sebanyak 20 persen.

Cara terbaik untuk menyimpan buah dan sayuran adalah dengan membiarkannya tidak dicuci dengan kulit tetap utuh sampai hari Anda memakannya.

Menggunakan pisau tajam dan bersih saat memotong sayuran atau buah juga disarankan. Ini untuk menghindari berkurangnya kalsium dan kalium serta bau tak sedap akibat interaksi dengan bakteri yang ada pada permukaan pisau. Ini juga dapat memperlambat proses pembusukan karena bakteri.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR