Potret Indonesia dalam aksesori dan produk fesyen lokal

SPONSOR: Bekraf
Ilustrasi potret Indonesia dalam produk fesyen dan aksesori
Ilustrasi potret Indonesia dalam produk fesyen dan aksesori | Shutterstock

Gaya berbusana dan ragam aksesori sedikit banyak terpengaruh oleh budaya dari berbagai daerah. Hal itu tercermin dari aneka produk fesyen Indonesia, mulai dari busana dan aksesori, seperti kalung, jam tangan, tas, hingga dompet.

Beberapa produk fesyen diproduksi dengan menggunakan bahan dasar kain tradisional, seperti batik, tenun, serta bahan alam ramah lingkungan. Tak hanya itu, kualitas fesyen Indonesia sudah diakui negara lain saat ini.

Kementerian Perindustrian mencatat ekspor tekstil menyumbangkan 11,50 persen dari total nilai ekspor non migas keseluruhan atau senilai US$ 12,26 miliar pada 2015. Dua tahun sebelumnya senilai US$ 12,72 miliar (2014) dan US$ 12,66 miliar (2013). Bahkan, menurut data Bekraf, fesyen Indonesia merupakan subsektor ekonomi kreatif yang masuk dalam deretan 10 teratas penyumbang nilai ekspor terbesar.

Selain batik, inilah potret Indonesia yang direkam dalam rangkaian produk fesyen dan aksesori.

Purana

Bagi penggemar kain Nusantara, Purana layak Anda perhitungkan. Pasalnya, jenama fesyen memiliki koleksi busana berbahan batik, tenun, dan tie-dye (jumputan, sasirangan, pelangi). Meski kental dengan nuansa tradisional, desain busana Purana mengikuti tren terkini.

Sebut saja kain tenun ATBM dibuat menjadi blus one shoulder dengan potongan leher V, kain jumputan diubah sebagai jumpsuit, batik tie-dye dijadikan asimetris outer, dan masih banyak lagi. Jika diperhatikan, motif kain dan cutting busana Purana sudah terbentuk matang. Untuk warna, Purana menyediakan warna terang, gelap, hingga pastel.

Woodka

Tenun tak hanya dipakai untuk busana. Tenun juga dapat diaplikasikan untuk strap jam tangan. Woodka, jenama yang memproduksi jam tangan kayu ini menggunakan strap tenun ikat. Strap jam mudah diganti, sehingga Anda bisa menyesuaikan motif strap dengan busana. Selain strap ikan, jenama juga memiliki strap kulit dan kanvas.

Origo

Jenama ini mampu menggabungkan unsur alam dan warisan budaya Nusantara. Dalam membuat aksesori (kalung), Origo menyandingkan nikel dengan batik. Hasilnya, kalung rantai nikel berbalut batik, kalung syal batik dengan liontin nikel, ada pula logam nikel terbungkus batik lalu dirangkai menjadi kalung. Dengan detail seperti itu, tak heran jika Origo pernah ditunjuk sebagai pembuat cendera mata untuk Michelle Obama pada kunjungan Barack Obama ke Indonesia pada 2011.

Sepiring Indonesia

Salah satu produk fesyen yang melekat pada diri seseorang setiap hari adalah tas. Ke kantor, kampus, atau jalan-jalan, tas selalu menemani sekaligus merepresentasikan si empunya.

Jika Anda adalah penggemar gambar organic-decorative yang memikat, koleksi Sepiring Indonesia dari Blibli.com wajib ditilik. Jenama punya koleksi folded bag bertema Joged Jakarta yang sayang sekali jika dilewatkan. Tas berukuran 32,5 x 26 centimeter ini memiliki tali yang bisa dilepas, sehingga folded bag bisa menjadi sling bag.

Lawe Indonesia

Jika Anda telah memiliki jam tangan dengan tenun ikat, jangan lupakan aksesori dari tenun lurik. Lawe Indonesia mengembangkan lurik menjadi tas (backpack, sling bag, shoulder bag), dompet, cover notebook, dan tempat paspor.

Selain itu, jenama memiliki nilai untuk keberlangsungan lingkungan serta memanfaatkan barang yang tak terpakai. Mereka lebih banyak menggunakan warna alam, mengurangi warna kimia, dan membuat mainan dari bahan yang tidak dimanfaatkan.

SPONSOR: Bekraf
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR