Power pose tak memengaruhi rasa percaya diri

Ilustrasi
Ilustrasi
© Peshkova /Shutterstock

Teorinya, power pose membuat badan terasa lebih kuat dan besar, meningkatkan percaya diri dan karenanya Anda bisa melakukan segala hal dengan lebih baik. Faktanya tidak demikian.

Gagasan yang merupakan hasil penelitian ini pertama kali dikemukakan oleh Amy Cuddy, periset Harvard dalam perhelatan TED Talk pada 2012. Video power pose itu kemudian jadi viral dan sudah dilihat lebih dari 42 juta kali.

Dalam video berdurasi 21 menit tersebut, Cuddy memaparkan betapa bahasa tubuh memengaruhi cara orang lain memandang kita. Dari situ ia menelurkan istilah power pose atau pose berkuasa yang menandakan kepercayaan diri.

Cuddy menyarankan Anda mempraktikkan pose berkuasa saat akan melakukan presentasi, atau wawancara kerja. Niscaya, pose tersebut dapat memperlancar keberhasilan, terutama bagi mereka yang merasa tak berdaya atau kurang percaya diri.

Kabar buruknya, jika Anda sedang mencari cara untuk meningkatkan rasa percaya diri, pose berkuasa mungkin bukan jalan keluarnya. Secara ilmiah, para ilmuwan membuktikan bahwa implementasi pose ini tidak akan membuat Anda merasa lebih berdaya, apalagi percaya diri.

Lewat riset bertajuk Power vs. Persuasion: Can open body postures embody openness to persuasion?, Dr Sean Duffy dari Rutgers University dan Ioana Latu dari Queens University, Belfast membuktikannya. Riset ini dipublikasikan dalam Comprehensive Results in Social Psychology.

"Kami menemukan bukti yang menunjukkan bahwa klaim ini patut dipertanyakan, baik dalam hal perasaan berkuasa yang subjektif juga kemampuan untuk diyakinkan," tulis Duffy dalam sebuah pernyataan.

Studi ini juga memperkaya pemahaman tentang peran yang dimainkan tubuh dalam hal kognisi dan apa yang kita ketahui tentang bagaimana jika kognisi itu diwujudkan.

Dalam studi ini 200 relawan mencoba mempraktikkan pose berkuasa dan postur tubuh tertutup saat membaca tulisan tentang pajak makanan siap saji. Pesan yang dibacakan ada yang sifatnya tegas dan persuasif.

Tim peneliti kemudian mengukur sikap peserta terhadap makanan cepat saji, perasaan subjektif akan kekuasaan, kepercayaan diri, dan keterbukaan dari para relawan.

Bila dibandingkan dengan pesan yang lemah, pesan tegas cenderung lebih persuasif, dengan daya subjektif, kepercayaan diri, dan keterbukaan lebih tinggi. Namun, postur tubuh bukanlah faktor yang memengaruhi hasil ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pose berkuasa tidak berpengaruh pada seberapa persuasifnya argumen seseorang, demikian halnya dengan pose-pose yang diklaim membuat seseorang merasa lebih berkuasa seperti yang diungkapkan dalam penelitian sebelumnya.

Sebenarnya sanggahan akan efek pose berkuasa ini sudah pernah dikemukakan oleh para ilmuwan lain dalam beberapa penelitian terpisah.

Pada 2016, Dana Carney, periset di UC Berkeley--yang sebelumnya merupakan kolaborator Cuddy dalam menciptakan gagasan power pose bahkan juga mengakui bahwa ia tak yakin efek dari pose berkuasa itu nyata. Carney mengutip riset lanjutan yang gagal memberi bukti pendukung terhadap temuan pada 2010 tersebut.

Temuan Cuddy, Carney, dan Andy Yap kala itu cukup bombastis. Subjek yang mempraktikkan bahasa tubuh dominan memiliki kadar hormon testosteron lebih tinggi, hormon stres atau kortisol lebih rendah, serta lebih berani mengambil risiko.

Namun, lewat studi yang dipublikasikan pada 2015--dengan subjek eksperimen empat kali lebih banyak--membuktikan absennya efek perilaku atau hormonal.

Penasaran seperti apa pose berkuasa ala Cuddy? Berikut lima jenis power pose yang bisa dipraktikkan dalam dunia kerja, seperti dilansir Daily Mail.

  1. Mr Clean: melipat kedua tangan di depan dada, dan memutar pundak ke belakang. Ini diklaim sebagai pose berkuasa yang tepat agar merasa percaya diri saat akan bicara dalam sebuah rapat.
  2. The Loomer: meletakkan kedua telapak tangan di atas meja rapat. Pose ini diklaim menunjukkan percaya diri sebelum mencapai kesepakatan.
  3. The Obama: saat sendirian, duduk sembari menyilangkan kaki di atas meja dengan tangan dilipat di belakang kepala. Pose yang disarankan bagi yang hendak mengutarakan gagasan dalam rapat.
  4. The Performer: merentangkan dua tangan di atas kepala dengan kaki terbuka. Pose ini diyakini dapat meningkatkan percaya diri sesaat sebelum wawancara.
  5. The Wonder Woman: berdiri sambil tolak pinggang dengan kaki terbuka dan dagu terangkat. Ini diklaim dapat memperlancar pembicaraan dengan atasan.
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.