PELESTARIAN LINGKUNGAN

Praktik zero waste dalam dunia mode

Ilustrasi zero waste pakaian
Ilustrasi zero waste pakaian | Gorodenkoff /Shutterstock

Gerakan zero waste atau meminimalkan sampah dapat diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan, seperti memilih barang-barang yang bisa dipakai ulang, bahkan bisa diterapkan dalam produksi dan penggunaan pakaian.

Menurut perancang busana Samuel Wattimena, Indonesia sebenarnya telah lama mempraktikkan zero waste, terutama dalam pakaian.

Salah satu contoh zero waste dalam dunia fashion di Indonesia adalah baju kurung yang proses pembuatannya tidak membuang banyak bahan.

Kain sarung juga bisa jadi pilihan busana zero waste yang fashionable dan bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Anda bisa mengkreasikan sarung dengan berbagai gaya sehingga tidak perlu memotong kain yang menimbulkan sampah dari sisa bahan.

"Intinya zero waste itu sesedikit mungkin membuang limbah. Dari produksi pakaian, sisa bahan bisa dibuat aksesori, misalnya kalung," kata Samuel kepada Beritagar.id.

Samuel juga menceritakan rumah mode asal Inggris, Burberry, pernah membakar produk mereka yang tidak laku dengan total nilai Rp538 miliar dengan alasan mencegah barang dicuri atau dijual murah.

Aksi tersebut diprotes oleh aktivis lingkungan karena berkontribusi merusak lingkungan dan dinilai tidak menunjukkan rasa hormat terhadap produk mereka sendiri, kerja keras, serta sumber daya alam yang digunakan.

"Untuk memahami zero waste sebenarnya bisa dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan," ujar perancang busana yang menggemari kain tradisional tersebut.

Selain bahan, Indonesia juga sebenarnya punya produk ramah lingkungan yang bisa digunakan dalam produksi pakaian, yaitu pewarna alam.

"Di daerah kering seperti NTT, mereka menciptakan warna. Tapi banyak pengusaha bilang enggak laku pakai pewarna alam karena butek. Warna alam memang redup tapi semakin lama, warnanya semakin bagus, bukan sebaliknya."

Mempraktikkan zero waste dalam rancangan busana

Untuk perancang busana yang ingin mempraktikkan zero waste, ada beberapa trik yang bisa dilakukan, salah satunya dari teknik cutting atau pemotongan bahan. Anda perlu mengetahui dimensi tekstil dan mengatur potongan pola dengan hati-hati.

Setelah pola selesai dibuat, Anda bisa meminimalkan konstruksi jahitan. Cara ini akan membuat produksi sebuah pakaian lebih cepat dan menghemat bahan. Ini juga dapat memungkinkan pakaian memiliki kebebasan bergerak yang lebih besar dan meningkatkan kenyamanan bagi pemakainya.

Kemudian, bisa juga melakukan upcycling, yaitu pendekatan untuk merancang produk sampingan, limbah, bahan atau produk bekas menjadi sesuatu yang baru dengan kualitas yang lebih baik dan nilai yang lebih besar.

Dengan menggunakan kembali bahan-bahan yang sudah ada, Anda menghemat energi, air, bahan kimia, dan sumber daya lain.

Di Indonesia, ada jenama Hlaii milik Ayudya Paramitha Lengkoan yang memang khusus didesain untuk meninggalkan lebih sedikit bahan sisa dan mengurangi pemborosan dengan kreativitas dan inovasi.

Pada pembuatannya, Hlaii tidak melakukan pemotongan karena seluruh panjang kain dibuat menjadi desain berkelanjutan menggunakan teknik yang dikembangkan sang pemilik.

"Kami biasanya bekerja dengan kain persegi panjang dan menggunakan teknik draping, crumpling, dan folding. Kami sering bekerja tanpa membuat sketsa, karena saya tidak memiliki keterampilan dalam pembuatan pola," kata Ayudia kepada The Jakarta Post.

Trik lain meminimalkan sampah adalah membuat design for disassembly atau rancangan pakaian yang mudah dipisahkan pada akhir masa pakai produk sehingga komponen dapat diperbaiki, digunakan kembali atau didaur ulang.

Strategi dalam design for disassembly adalah produk harus mudah dirakit, membutuhkan lebih sedikit bahan, dan menghemat biaya.

Selain itu, Anda bisa membuat pakaian multifungsi, satu produk untuk banyak kegunaan. Misalnya, pakaian bisa dipakai bolak-balik atau digunakan dalam beberapa gaya berbeda dengan menambahkan atau mengurangi komponen tertentu.

Pilihan lain adalah membuat pakaian tanpa jahitan seperti yang dilakukan jenama Lacoste, Gap, Old Navy, Prada, D&G, dan Burberry.

Benang secara langsung dirajut menjadi pakaian sehingga menghindari kebutuhan untuk memotong kain dan dengan demikian mengurangi timbunan limbah.

Sedangkan untuk konsumen pengguna pakaian, bisa meminimalkan sampah pakaian bekas dengan membeli produk yang lebih berkualitas agar suatu pakaian berumur lebih panjang.

Sebelum menambah koleksi pakaian baru, ada baiknya memeriksa sebenarnya seperti apa gaya dan model yang paling Anda suka dalam jangka panjang. Kemudian, carilah produk yang berkualitas tinggi.

Meskipun barang yang sangat murah biasanya berkualitas rendah, harga tinggi tidak selalu menunjukkan kualitas yang baik. Saat membeli pakaian, perhatikan bahan dan jahitannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR