KESEHATAN MENTAL

Psikoterapi seni atasi masalah kesehatan mental

Museum seni
Museum seni | Photographee.eu /Shutterstock

Psikoterapi untuk orang yang memiliki masalah kesehatan mental umumnya dilakukan di klinik atau rumah sakit. Namun, ada cara lain untuk terapi, yaitu di galeri atau museum.

Gagasan psikoterapi di museum yang jadi bagian dari art psychotherapy, mungkin tak biasa, padahal terapi semacam ini dapat membantu kondisi orang-orang dengan masalah kesehatan mental.

Saat berpartisipasi dalam terapi seni, orang akan mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka melalui seni. Ini bisa digunakan untuk membantu orang dari segala usia serta hidup dengan berbagai kondisi emosional atau fisik.

Orang dapat melihat diri mereka sendiri dalam benda-benda di museum. Merefleksikan tanggapan terhadap benda-benda yang ada dalam museum dapat memberikan informasi soal diri sendiri.

Misalnya, suatu objek dapat membangkitkan emosi yang kuat, atau melambangkan aspek dari pengalaman kita saat ini atau di masa lalu.

Jadi, psikoterapi di museum ini memanfaatkan benda-benda di museum untuk membantu orang dengan gangguan kesehatan mental agar dapat mengembangkan pemahaman diri yang lebih besar.

Penelitian soal psikoterapi di museum ini dilakukan pada tujuh orang berusia 18-25 di dua museum di Gloucester, Inggris, selama 18 minggu. Setiap sesi berlangsung selama 90 menit.

Peserta menjelajahi pameran museum dan kemudian membuat beberapa karya seni menggunakan berbagai bahan yang berbeda.

Awalnya, peserta diminta melakukan beberapa tugas, seperti menemukan tiga objek untuk mewakili masa lalu, sekarang, dan masa depan. Namun, seiring waktu mereka semakin menemukan objek yang terhubung dengan mereka. Pada akhir setiap sesi ada waktu untuk refleksi verbal.

Penelitian ini menyimpulkan efektivitas penggunaan benda-benda museum ini, terutama untuk eksplorasi diri.

Selama sesi di museum, peserta menemukan nilai terapi dalam pertemuan mereka dengan benda-benda di museum. Beberapa peserta mengatakan museum mendorong kegembiraan serta menginspirasi.

Kata salah satu peserta, sesi terapi di museum ini membuat dirinya seperti orang sungguhan yang punya tujuan pribadi, bukan hanya pasien yang menjalani perawatan.

"Anda tidak akan pernah berpikir bahwa menarik benda dari kotak museum dan berkeliaran melihat-lihat artefak akan membantu Anda merasa lebih baik atau membuat kemajuan dalam pemulihan, tetapi Anda akan terkejut."

Psikoterapi seni

Psikoterapi seni adalah bentuk perawatan yang menggunakan kreativitas, demi meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Berbeda dengan seni pada umumnya, ketika seseorang melakukan psikoterapi seni, yang ditekankan adalah proses penciptaan, bukan hasil.

Cara ini dapat membantu orang untuk menyelesaikan konflik, mengembangkan keterampilan interpersonal, mengelola perilaku, mengurangi stres, hingga meningkatkan kepercayaan diri.

Kelebihan dari psikoterapi seni adalah merangsang imajinasi dan kreativitas, meningkatkan keterampilan komunikasi, mampu berbagai dalam lingkungan yang aman, mengembangkan keterampilan motorik dan koordinasi fisik.

Pada awal pertemuan dengan terapis, Anda akan berbicara tentang mengapa mencari bantuan dan mempelajari apa yang ditawarkan terapis. Kemudian, dilanjutkan dengan membuat rencana perawatan yang melibatkan pembuatan beberapa bentuk karya seni.

Ketika mengerjakan karya seni, terapis akan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana perasaan Anda tentang proses artistik, apa yang mudah atau sulit dalam menciptakan karya seni, serta pemikiran atau kenangan apa yang mungkin muncul.

Kegiatan yang umum dilakukan saat psikoterapi seni adalah menggambar, melukis, mewarnai, membuat kolase, atau memahat membantu orang mengekspresikan diri secara artistik.

Terapis yang mendampingi pasien umumnya telah dilatih untuk memahami peran yang dapat dimainkan oleh warna, tekstur, dan berbagai media seni dalam proses terapi dan bagaimana alat ini dapat membantu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan psikologis seseorang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR