Pusing cicilan KPR menunggak? Coba cara ini (1)

Ilustrasi
Ilustrasi
© nednapa /Shutterstock

Besar cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) memang bervariasi. Namun, bila tertunggak, tentu akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Hal ini dialami Wienda Soegyono yang memiliki KPR di daerah Serang, Banten.

Rumah dia hampir dilelang bank pemberi pinjaman karenanya. Wanita 52 tahun itu sudah tidak membayar angsuran hampir dua tahun. Tak ingin kehilangan rumah dengan cara dilelang, Wienda pun buru-buru mendatangi bank untuk menyelesaikan masalah tunggakan KPR-nya.

Hasilnya, jika ingin melunasi seluruh cicilan tersisa yang masih lima tahun lagi, plus tunggakan, denda, dan penalti, ia mesti membayar Rp20 jutaan. "Sebetulnya, cicilan saya sebulan kecil, sekitar Rp360 ribu, tapi saat itu pendapatan suami sedang tidak beraturan," kata Wienda.

Untuk melunasi seluruh kewajiban itu, Wienda mencari pinjaman ke saudara dibanding ke bank yang ada bunganya. Setelah lunas, ia akan menjual rumahnya. Sebagian hasil penjualan untuk membayar utang-utang ke kerabat.

Selain untuk melunasi utang, Wienda melepas rumahnya lantaran sudah tidak dia huni lagi. Ia dan keluarganya saat ini tinggal di Serpong karena punya usaha di daerah itu.

Sejatinya, banyak jalan bisa ditempuh untuk menyelesaikan masalah seperti Wienda selain meminjam uang ke saudara. Perencana Keuangan OneShildt Personal Financial Planning Risza Bambang bilang, ada beberapa jalan keluar. Namun, mesti dicari dulu penyebabnya.

Misal, tunggakan terjadi karena kamu kehilangan penghasilan karena pemutusan hubungan kerja (PHK)? Jika ya, kamu harus cek apakah masih punya aset untuk membayar cicilan KPR yang tertunggak baik tanah, deposito, atau logam mulia, ini bisa dipakai untuk melunasi tunggakan.

"Kalau tidak punya aset, mau tak mau rumah harus dijual. Caranya, dengan mengalihkan kredit alias oper kredit atau dilunasi oleh si pembeli," ujar Risza. Hanya, kalau penyebab menunggak cicilan KPR bukan karena kehilangan pendapatan, kamu tidak perlu sampai menjual rumah.

Misalnya, gara-gara bunga kredit naik sehingga nilai angsuran melonjak. Jalan keluarnya kamu bisa mengajukan restrukturisasi KPR ke bank. "Bisa jangka waktu cicilan diperpanjang sehingga nilai angsuran berkurang, bisa juga melunasi sebagian sehingga pokoknya turun," imbuh Risza.

Itu semua jalan keluar untuk rumah yang masih kamu huni sendiri. Bagaimana untuk rumah tujuan investasi? Risza bilang, pilihan opsinya tetap sama, karena tergantung penyebab kamu tidak bisa lagi membayar cicilan KPR.

Cuma, jika rumah kamu masih ada yang mengontrak, persoalannya menjadi lain. Kamu tidak boleh bertindak sesuka hati kalau mau menjual rumah tersebut. "Harus dapat persetujuan dulu dari yang mengontrak. Juga harus diberitahukan ke calon pembeli, kalau rumah itu masih ada yang mengontrak," kata Risza.

Berlanjut ke bagian kedua.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.