Ragam pilihan pengganti sedotan plastik

Sedotan
Sedotan | HelloRF Zcool /Shutterstock

Salah satu cara yang tengah marak dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan adalah mengganti sedotan plastik.

Di Indonesia, mulai banyak penjual daring yang menyediakan alternatif sedotan plastik, misalnya dari bahan stainless steel, bambu, silikon, dan kaca. Beberapa restoran pun sudah mulai tidak lagi menyediakan sedotan pada minuman.

Sebelum menentukan pilihan mana yang paling cocok, berikut kelebihan dan kekurangan pengganti sedotan plastik.

Sedotan stainless steel

Sedotan stainless steel tidak akan melepaskan Bisphenol A (BPA) ke dalam minuman Anda.

BPA adalah bahan kimia industri yang telah digunakan dalam produksi plastik dan dapat larut ke dalam makanan atau minuman sehingga berdampak negatif pada kesehatan. Dengan mengganti sedotan plastik, Anda pun terhindar dari paparan terhadap BPA.

Sedotan berbahan stainless steel cocok untuk minuman dingin seperti es kopi, es teh, atau jus. Bila suka mengonsumsi minuman panas menggunakan sedotan, bahan stainless steel kurang cocok karena memberikan panas ekstra.

Anda yang memiliki indra penciuman yang sensitif, maka akan mencium aroma bau logam pada jenis sedotan ini.

Selain itu, karena bahannya keras, awalnya Anda akan merasa kurang nyaman ketika sedotan menyentuh bibir atau tak sengaja menyenggol gigi.

Saat mencuci sedotan, sulit melihat apakah bagian dalamnya benar-benar bersih. Namun, kelebihan dari sedotan ini adalah memiliki daya tahan tinggi sehingga bisa awet sampai bertahun-tahun karena tidak akan pecah atau rusak ketika jatuh.

Sedotan stainless steel umumnya tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, sehingga bagi pencinta bubble tea tetap bisa minum minuman kesukaan menggunakan sedotan nonplastik.

Anda bisa mencoba sedotan stainless steel yang bagian ujungnya terbuat dari silikon agar lebih nyaman saat menempel di bibir. Produk ini ada yang bisa dilipat sehingga mudah dibawa bepergian.

Sedotan silikon

Kelebihan sedotan silikon adalah tidak mengubah suhu sehingga cocok untuk minuman panas dan dingin. Selain itu, sedotan ini juga tidak memengaruhi rasa minuman, pun tak memiliki rasa khas yang mengganggu.

Namun, ukurannya lebih besar sehingga tidak muat bila digunakan di kemasan minuman. Karena bentuknya gemuk, sedotan silikon cocok untuk minum bubble tea, smoothie, atau untuk anak.

Sedotan bambu

Jika ingin memilih produk biodegradable, Anda bisa mencoba sedotan bambu. Biodegradable adalah limbah yang bisa hancur atau terurai oleh organisme hidup lain dan berasal dari tumbuhan atau hewan.

Selain lebih ramah lingkungan, sedotan bambu juga terbuat dari bahan alami dan bebas bahan kimia. Bahannya ringan tapi kokoh. Meski tidak mudah pecah, sedotan bambu mungkin tidak setahan lama stainless steel karena berisiko patah atau rusak karena lembap.

Anda mungkin akan merasakan bau kayu saat minum dengan sedotan ini. Lubangnya pun lebih tipis sehingga tidak cocok untuk minuman yang kental seperti smoothie. Karena ukurannya relatif kecil, sedotan bambu paling sulit dibersihkan karena butuh sikat yang sesuai.

Sedotan kaca

Pilihan lain sedotan yang tak mengubah rasa adalah bahan kaca. Ini juga bisa digunakan untuk minum minuman panas, tanpa memberikan panas berlebih seperti stainless steel.

Ketika sedotan menyentuh bibir, rasanya mirip menyeruput minuman dari gelas kaca. Kelebihan sedotan ini adalah warnanya bening sehingga lebih mudah membersihkannya karena kotoran di dalam akan terlihat jelas.

Sedotan kaca bebas BPA dan hypoallergenic, tetapi produk ini mudah pecah, cenderung lebih mahal, tidak aman untuk anak, dan tidak ramah dibawa bepergian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR