Remittance mudahkan pebisnis lebarkan sayap ke mancanegara

SPONSOR: BCA
Remittance mudahkan pebisnis lebarkan sayap
Remittance mudahkan pebisnis lebarkan sayap | /Shutterstock

Peluang bisnis semakin terbuka lebar di era globalisasi ini ketika jarak tak lagi jadi persoalan. Semua orang terbuka untuk menjadi eksportir atau importir. Masalahnya, tak semua tahu caranya.

Salah satunya Ando, seorang pedagang online yang berdomisili di Jakarta. Ia menjual segala aksesoris ponsel mulai dari kover, antigores, hingga earphone di sebuah layanan situs jual beli lokal. Untuk stok barang-barang dagangannya, Ando bergantung pada sebuah perusahaan distributor yang mengimpor aneka aksesoris ponsel dari Tiongkok ke Indonesia.

Mengapa Ando menggunakan pihak kedua, tidak langsung bertransaksi dengan pihak pertama di negeri Tiongkok? Rupanya ia tidak memahami metode yang digunakan untuk transaksi antarnegara.

Padahal, solusinya sederhana. Ando hanya perlu memanfaatkan remittance (remitansi), salah satu metode yang umum digunakan dalam transaksi antarnegara. Dengan adanya remittance, importir dan eksportir dapat melakukan transaksi dengan aman dan cepat.

Remittance umumnya dianggap sebagai bentuk transfer atau pengiriman uang dalam bentuk valas (valuta asing), baik itu penerimaan (inward remittance) maupun pengiriman (outward remittance) dari dan ke luar negeri atau dalam negeri.

Dalam kasus Ando, ia perlu melakukan outward remittance. Untuk membayar barang-barang tersebut, Ando melakukan remittance kepada sebuah perusahaan penyuplai aksesoris ponsel di Tiongkok dalam bentuk mata uang resmi negara tersebut, yaitu China Yuan (RMB).

Dengan memanfaatkan layanan Yuan Remittance dari bank BCA misalnya, Ando bisa mengirim valas ke supplier di China yang dapat dikirim secara utuh (full amount) dan dapat diterima di hari yang sama ke bank di Tiongkok.

Ini merupakan langkah yang cepat dan aman untuk Ando, pengusaha kelas menengah yang arus kasnya harus terus berjalan lancar.

Dengan begitu, modal yang harus Ando keluarkan bisa ditekan dari sebelumnya, karena ia langsung membeli barang dari pembuatnya; tidak ditambah margin keuntungan yang diterapkan oleh perusahaan pengimpor. Keuntungan Ando semakin besar, ia juga semakin leluasa menerapkan diskon dan promosi untuk barang dagangannya.

Remittance juga bisa diterapkan pada kasus sebaliknya. Mira adalah produsen mebel di Jepara, Jawa Tengah. Saking suksesnya, mebel bikinan Mira laris hingga mancanegara. Berkat relasi yang baik, ia punya langganan tetap yang berasal dari Osaka, Jepang.

Dengan memanfaatkan produk Inward Remittance dari BCA, pembeli mebel bikinan Mira hanya perlu datang ke bank di Osaka, lalu mencantumkan SWIFT Code, tujuan pengiriman, nama dan nomor rekening penerima - dalam hal ini, akun BCA milik Mira - yang lengkap dan benar.

Tentunya, pembeli mebel Mira mengirim dalam bentuk Yen Jepang (JPY). Namun berkat produk Inward Remittance, dana yang diterima Mira dalam rekening BCA miliknya sudah dikonversi langsung ke dalam Rupiah.

Waspada penipuan melalui email /Solusi BCA

Untuk Anda yang ingin jadi eksportir seperti Mira atau importir seperti Ando, Anda bisa memanfaatkan jasa remittance di BCA.

Selain cepat dan aman, ada berbagai benefit yang bisa didapatkan dari pemanfaatan remittance melalui BCA. Pengiriman valas dari bank swasta terbesar di Indonesia ini didukung oleh jaringan bank koresponden yang luas di seluruh dunia.

Remittance BCA juga didukung nilai kurs dari 16 mata uang, yaitu Australian Dollar (AUD), Canadian Dollar (CAD), Swiss Franc (CHF), Danish Krone (DKK), Euro (EUR), Poundsterling (GBP), Hong Kong Dollar (HKD), Japanese Yen (JPY), China Yuan (CNH), Saudi Arabian Riyal (SAR), Swedish Krona (SEK), Singapore Dollar (SGD), New Zealand Dollar (NZD), Malaysian Ringgit (MYR), Thailand Baht (THB), dan US Dollar (USD).

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lengkap seputar layanan remittance dari BCA, Anda cukup mengunjungi tautan ini.

SPONSOR: BCA
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR