KESEHATAN PEREMPUAN

Risiko infeksi jamur vagina saat pakai celana ketat

Infeksi jamur vagina
Infeksi jamur vagina | Siriluk ok /Shutterstock

Sering mengenakan celana ketat sehari-hari? Bila ya, waspadai infeksi jamur pada vagina.

Rapper asal Amerika Serikat, Cardi B mengungkap hal ini. Ia mengunggah video ke akun Instagram-nya; melepas celana jin dan mengatakan bahwa celana itu terlalu ketat dan ia tak ingin vaginanya terkena infeksi jamur.

Hingga tulisan ini dibuat, video tersebut telah ditonton sebanyak 22 juta orang. Lalu, apakah benar celana ketat bisa menimbulkan infeksi jamur pada vagina?

Infeksi jamur vagina adalah masalah umum disebabkan oleh jamur candida. Sebenarnya, candida sudah tumbuh di dalam vagina, tetapi kadang-kadang dapat tumbuh di luar kendali dalam kondisi basah atau lembap, sehingga menyebabkan infeksi.

Saat mengalami infeksi, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti keluar cairan kental dari vagina, keputihan parah, vagina gatal, panas, kemerahan, pembengkakan pada vulva, serta rasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan seksual.

Celana ketat bisa menyebabkan infeksi jamur karena membuat area vagina iritasi, berkeringat, lembap, kemudian mengembangkan jamur. Terutama jin, celana ketat dapat menggesek dan menekan vulva, sehingga menyebabkan iritasi.

Tak hanya itu, saat memakai celana jin ketat, Anda berpotensi menyebabkan pertumbuhan jamur atau bakteri berlebih. Sebab potongan dan bahan celana mengurangi kemampuan bernapas, membantu menahan panas, dan membuat area vagina lembap.

Namun, celana ketat bukanlah satu-satunya faktor penyebab infeksi jamur pada vagina.

Pertumbuhan berlebih candida sering terjadi setelah Anda menggunakan antibiotik. Faktor-faktor lain sering berkontribusi pada infeksi termasuk kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral, diabetes, kemoterapi, pengobatan steroid, serta obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

"Untuk perempuan dengan infeksi jamur kronis atau bakteri, ada sesuatu yang jelas mengganggu pH vagina. Jadi kami melihat jenis sabun apa yang mereka gunakan atau pakaian dalam yang mereka kenakan," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Tami Rowen.

Pakaian dalam terbuat dari bahan sintetis dapat memerangkap kelembapan, mengurangi aliran udara di area vagina. Jadi, bila di luarnya Anda menambahkan celana ketat, kombinasi tersebut berpotensi membuat dampak lebih besar.

"Jika Anda menderita iritasi, mungkin ada baiknya beralih ke rok atau setidaknya celana yang tidak menyebabkan gesekan, untuk melihat apakah itu membantu," saran Tami.

"Semua perempuan, terutama yang rentan terhadap iritasi dan infeksi jamur atau bakteri, harus mengenakan pakaian dalam dari katun dan sering menggantinya."

Untuk mencegah infeksi jamur pada vagina, selalu kenakan celana dalam bahan katun. Ini adalah pilihan terbaik karena membantu area vagina tetap kering. Bahan nylon dan lycra dapat memerangkap udara dan menciptakan tempat berkembang biak bagi jamur.

Kemudian, pakailah bawahan longgar, baik itu celana jin, rok, celana olahraga, atau celana pendek.

Jangan lupa segera mengganti pakaian basah, misalnya pakaian renang atau pakaian olahraga. Ketika masa haid, sering-seringlah mengganti pembalut.

Selain pakaian, perhatikan produk apa yang digunakan untuk membersihkan vagina dan vulva. Jauhkan semua produk dengan klaim khusus untuk kebersihan vagina, misalnya sabun atau vaginal douching.

Produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina dengan menghilangkan beberapa bakteri baik yang seharusnya ada di sana untuk melawan infeksi. Untuk membersihkan vagina, cukup menggunakan air, dan selalu bersihkan dari depan ke belakang.

Anda pun perlu lebih bijak dalam menggunakan antibiotik. Minumlah ketika disarankan dokter guna mengobati infeksi bakteri. Ingatlah bahwa Anda tidak butuh antibiotik bila pilek atau flu sebab obat itu tidak melakukan apapun terhadap virus.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa makan satu cangkir yoghurt setiap hari. Ini bisa membantu mencegah infeksi jamur, tetapi tidak menyembuhkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR