CITRA TUBUH

Saat bangkai serangga digunakan sebagai riasan

Ilustrasi
Ilustrasi | marigo20 /Shutterstock

Sejumlah jenis serangga hidup bisa membuat bergidik beberapa orang. Bisa karena bentuknya atau gerakan tubuhnya.

Namun, seorang perias justru merasa sebaliknya. Ia bahkan memanfaatkan bangkai serangga untuk berkreasi dengan kosmetik miliknya.

Perias efek khusus (SFX make-up) sekaligus pegiat kecantikan bernama Jasmine tengah viral di jagat maya. Perempuan di balik akun Instagram bernama @butterflyjasmine49 ini memamerkan beragam bangkai serangga sebagai hasil riasannya.

Pada kreasi riasannya, Jasmine menggunakan belalang, kupu-kupu, ulat, jangkrik, hingga serangga yang kerap dianggap menyeramkan seperti tarantula. Namun Jasmine tidak sekadar menaruh bangkai serangga di sana.

Berbekal keahlian riasnya, ia memulas perona berwarna cerah dengan kuasnya dan membuat aksen glamor dengan manik-manik. Lalu bangkai serangga diletakkan di sana sebagai efek tiga dimensi.

Kebanyakan karyanya berupa riasan mata berbagai tema. Tak semuanya seram atau menjijikkan, sebagian besar justru tampak cantik dalam balutan warna-warni tegas.

Berkat "aksi pameran" di Instagramnya, hingga artikel ini diterbitkan (Selasa 16/1/2018), Jasmine kini memiliki 60 ribu pengikut. Padahal Jasmine pertama kali mengunggah foto karyanya dengan bangkai serangga pada November 2017.

Saat itu, komentar negatif membanjiri unggahannya. Jasmine pun menyampaikan responnya.

"Saya mengerti ini terlihat menjijikkan bagi Anda atau Anda butuh waktu untuk mengerti karya seni ini. Namun ini adalah buah kreativitas saya. Komentar yang mengarah ke perundungan tak akan ditoleransi," tegasnya.

Jasmine mengakui sebenarnya tak begitu suka harus menyentuh serangga-serangga itu. Bahkan beberapa jenis serangga sukses membuatnya ketakutan, tapi ia melawan perasaan itu demi berkarya.

A post shared by Jasmine (@butterflyjasmine49) on

Ide membuat riasan dengan bangkai serangga datang tanpa sengaja. Saat itu perempuan asal California, AS, ini melihat bangkai seekor lalat di jendela rumahnya. Ia lalu berpikir betapa indahnya warna lalat itu dan membayangkan bagaimana jadinya bila ia berias dan menaruhnya di sana.

"Saya memutuskan untuk mengabaikan stigma dan melihat sesuatu dari sisi indahnya, dan saat itu muncul percikan dalam diri saya," cerita Jasmine kepada Bustle. Jasmine pun paham harus mencari serangga lebih banyak untuk mempelajarinya dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Seperti dilansir Cosmopolitan, hingga saat ini Jasmine sudah pernah berkarya menggunakan antara lain belalang dan kaki seribu sebagai alis, ulat sebagai bulu mata palsu, dan laba-laba sebagai hiasan di sudut mata.

Ia mendapatkan seluruh serangga tersebut di halaman belakang rumahnya. Jika sedang membutuhkan jenis tertentu, ia biasanya akan mencari serangga yang telah mati di Etsy atau PetSmart. Tak jarang pula ia mendapatkannya dari beberapa rekan.

Hal ini juga menjawab pertanyaan dan tuduhan bahwa Jasmine membunuh serangga-serangga tersebut sebelum menggunakannya sebagai riasan.

Selain bangkai serangga, Jasmine juga pernah bekerja dengan menggunakan serangga hidup. Contohnya saat ia mengeluarkan seri "taman" dengan menggunakan siput dan ulat.

Untuk mengkreasikan riasan dan serangga, ia biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam. Sementara pengambilan foto atau videonya akan memakan waktu kurang lebih 30 menit.

"Seri ini mengubah hidup serta cara pandang saya dan kini saya menyukai serangga, meskipun masih harus berjuang menghadapi laba-laba. Mereka masih begitu menakutkan," tutupnya.

A post shared by Jasmine (@butterflyjasmine49) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR