Salah paham fungsi etanol yang tidak diketahui

Ilustrasi seorang wanita usai pembiusan di  rumah sakit
Ilustrasi seorang wanita usai pembiusan di rumah sakit | JaaoKun /Shutterstock

Marak beredar video yang dikaitkan dengan pembiusan menggunakan etanol, meski telah dijelaskan oleh pihak berwajib tentang latar belakang video tersebut, ada baiknya publik mengetahui manfaat dan fungsi zat etanol agar tidak salah paham.

Kapolsek Pademangan, Kompol Julianthy, menjelaskan bahwa alat-alat yang ditemukan di tas salah seorang perempuan disebut tidak terkait dengan pembiusan dengan etanol.

“Banyak alat-alat suntik, ada pisau satulah. Dia memang jualan kosmetik, nggak buat membekap. Diketahui pelaku memang baru pulang jualan dan memang tak digunakan itu pisau dan alat-alat yang lain," jelas dia.

Etanol atau disebut juga etil alkohol, merupakan cairan yang sehari-hari ditemukan dalam minuman beralkohol. Strukturnya hanya sedikit berbeda dari metanol atau metil alkohol yang lebih beracun dibanding etanol.

Dikatakan oleh dokter spesialis anestesi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, I Gusti Ngurah Akwila Dwi Yundha SpAn, kepada Beritagar bahwa penggunaan etanol sebagai obat bius atau anestesi tidak dimungkinkan.

“Etanol atau ethyl alkohol tidak bisa untuk membius. Fungsi medisnya untuk anti septik atau pada industri digunakan sebagai zat pelarut non polar (zat yg tidak bisa larut dalam air)," ujar dia.

Sedangkan bila melihat aksi pembiusan di film misal seseorang dibekap menggunakan sapu tangan atau tisu, lalu menjadi pingsan, itu menggunakan zat kloroform (CHCl3).

“Hal ini sempat dipakai sebagai obat bius di Amerika (jika di Eropa menggunakan eter). Namun, karena segala kekurangannya, obat tersebut sudah ditinggalkan di dunia kedokteran untuk manusia," tambah Yundha.

Nah, setelah mengetahui etanol tidak dapat digunakan untuk membius, maka Anda perlu juga mengetahui beberapa hal mengenai kegunaan zat tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal etanol

Etanol mudah dijumpai dalam berbagai produk, dari produk perawatan pribadi dan kecantikan hingga produk cat dan pelapis hingga sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM).

Seperti jenis alkohol lainnya, etanol mudah terbakar. Ia bisa juga dipakai untuk mensterilkan alat-alat medis, maupun sebagai cairan pembersih tangan praktis.

Etanol juga digunakan dalam industri makanan, misal sebagai bahan tambahan makanan, etanol dapat membantu mendistribusikan pewarna makanan secara merata, serta meningkatkan rasa ekstrak makanan.

Misalnya, ekstrak vanila, penyedap makanan umum, dibuat dengan menyembuhkan dan mengolah biji vanili dalam larutan etanol dan air. Di Amerika Serikat (AS), Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) hanya memungkinkan vanila disebut ekstrak ketika memiliki kandungan alkohol atau etanol.

FDA telah memberi label etanol sebagai zat yang umumnya dikategorikan sebagai aman yang berarti bahwa panel ahli yang berkualifikasi menentukan etanol aman untuk digunakan dalam produk makanan. Karena etanol adalah bentuk alkohol yang sangat murni, konsumsi dan penggunaannya dalam makanan diatur oleh FDA dan Biro Alkohol, Tembakau, dan Senjata Api.

Di Amerika Serikat, etanol terutama dihasilkan dari fermentasi sari pati dalam biji jagung. Dalam industri bahan bakar, para produsen menggunakan teknologi tercanggih untuk mengubah biji-bijian, minuman dan limbah makanan, biomassa selulosa dan bahan baku lainnya menjadi etanol dengan bilangan oktan tinggi.

Mengenai bius

Dinukil dari Halosehat, pembiusan atau anestasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui proses inhalasi (pernafasan) dan memberi suntikan.

Melalui inhalasi bisa dikombinasikan dengan nitrogen oksida yang terdapat pada suhu dan tekanan ruangan secara stabil. Zat cair yang telah terbukti sangat mudah menguap yakni halotan, enfluran, isofluran, desfluran, dan metoksifluran.

Lebih lanjut menurut dokter Yundha, pada therapeutic dose (dosis aman) obat bius bisa menyebabkan gangguan pada fungsi pengaturan napas dan sistem jantung dan pembuluh darah. Akibatnya pernapasan dan denyutan jantung bisa berhenti kapan saja, dalam pengaruh obat.

“Makanya, penyalahgunaan obat bius akan sangat fatal dampaknya. Dan, pada pembiusan yang bertujuan medis harus di dampingi dokter ahli bius dan peralatan yang lengkap. Efek over dosis obat bius ya tentunya yang paling akhir adalah kematian. Tapi, tanpa over dose pun, obat bius bisa menyebabkan kematian bila orang yang terbius tidak diberi penanganan dengan benar," tutup Yundha.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR