PAKAIAN DINAS

Sandiaga Uno pilih sepatu nyaman meski tak sesuai peraturan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (mengangkat tangan) saat mengenakan sepatu 910 di Jakarta, Jumat (13/10/2017).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (mengangkat tangan) saat mengenakan sepatu 910 di Jakarta, Jumat (13/10/2017). | Bismo Agung /Beritagar.id

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kini sedang menjalani hari-hari sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Masa aktifnya memasuki hari ketiga, Kamis (19/10/2017).

Sejak hari pelantikan, penampilan keduanya --terutama Sandi-- mampu mencuri perhatian. Mulai dari setelan pakaian dinas upacara, hingga perawatan tubuh agar tampil prima pada hari pelantikan, Senin (16/10).

Selepas pelantikan, penampilan Sandi pun masih mengundang perhatian. Meski mengenakan seragam lengkap khas pegawai pemerintahan, Sandi justru mengenakan sepatu olahraga dan tidak memasang ikat pinggang.

Mengenai penampilannya itu, Sandi sempat berujar; "Saya emang biasa begini," katanya kepada Kompas.com.

"Kalau enggak salah cuma baju ininya (pakaian dinas), sepatunya enggak diatur," imbuhnya ragu-ragu soal sepatu yang tidak lazim dipakai saat kerja di kantor pemerintahan.

Sepatu olahraga Sandiuno merek 910.
Sepatu olahraga Sandiuno merek 910. | Bismo Agung /Beritagar.id

Seperti dilansir CNN Indonesia, beberapa awak media yang turut mewawancarainya kala itu langsung memberitahukan bahwa bahwa sepatu pantofel wajib dikenakan seluruh pegawai Pemprov.

Kemudian, lelaki kelahiran 1969 itu mengatakan bahwa memakai pantofel memang terasa kurang nyaman untuk melangkah. Apalagi dirinya selalu menjaga kebugaran dengan berolahraga sebelum berangkat bekerja.

"Kadang-kadang pantofel kan susah dibawa jalan, mobilisasi. (Peraturan) harus fleksibel? Kalau semuanya enggak bisa melihat perkembangan zaman, akan sulit bersaing," ujarnya.

Pada hari kedua sebagai Wakil Gubernur DKI, Rabu (18/10), sepatu casual hitam bersol putih tersebut masih setia dikenakan. Meski demikian, ia mengaku masih mencari pantofel yang nyaman untuk dikenakan.

Saat artikel ini diterbitkan, Kamis (19/10), sekaligus hari ketiganya, Sandi bekerja dengan mengenakan pakaian adat Betawi. Namun sepatu olahraga tetap ada di kedua kakinya.

Namun kali ini, seperti ditulis Okezone, ada Peraturan Gubernur khusus untuk dirinya. Jadi Anies membuat surat diskresi yang mengizinkan Sandi mengenakan sepatu kets.

"...Saya mohon diskresi Pak Gubernur, saya boleh pakai sepatu kets sementara ini," kata Sandi kepada Anies yang berada di sebelahnya sekaligus membolehkan.

Untuk diketahui, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas menyebutkan bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pegawai Negeri Sipil Pemprov DKI Jakarta wajib menggunakan pakaian dan atribut dinas saat bertugas.

Selain pakaian dinas harian (PDH), terdapat pula kewajiban lain seperti mematuhi kelengkapan yang terdiri dari ikat pinggang nilon hitam, kaos kaki hitam, dan sepatu pantofel hitam.

Adapun sepatu kets yang dikenakan Sandi bukan pertama kali muncul di publik. Sepatu produksi label 910 dengan seri "Jakarta Berlari" tersebut masuk ke salah satu materi pada akhir kampanyenya pada Februari 2017.

Sepatu dengan merek 910 edisi SandiUno tersebut merupakan hasil tangan Hartono, perajin sepatu binaan dalam program OK-OCE.

A post shared by 910 Sportswear (@910shoes) on

Dalam wawancaranya dengan Detikcom, Hartono menjelaskan melakukan riset mendalam saat membuat sepatu untuk Sandi. Hartono mengukur, kemudian menyodorkan sederet desain hingga akhirnya Sandi memilih model sepatu yang dinilai cocok.

Model itu yang langsung dipakai oleh Sandiaga untuk olahraga berlari.

"Terus kita bikin model tersebut, kita pakai sama Pak Sandi, pertama saya juga deg-degan Pak, waduh gila dari brand besar, dia adalah maratoner, kemudian dia memakai brand lokal saya takutnya ada apa-apa aja gitu. Eh nggak taunya bisa cocok, karena saya memang melakukan riset semua kebiasaannya," jelas Hartono.

Sandi pun mengajak warga Jakarta untuk mendaftar sebagai reseller SandiUno running shoes. Sepatu ini diproduksi terbatas, hanya 500 pasang. Sepasang sepatu dibanderol dengan harga Rp449.000, sementara di kalangan reseller seharga Rp369.000.

Bergabungnya Hartono dengan UMKM OKE OCE dan menggaet Sandi sebagai "duta" diakuinya memang untuk mempromosikan produk. Sebab, persaingan sepatu olahraga lokal dengan jenama populer luar negeri dinilai masih kalah jauh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR