Sarapan kaum urban yang praktis dan lengkap nutrisi

Sarapan yang praktis dan bernutrisi menjadi pilihan kaum urban
Sarapan yang praktis dan bernutrisi menjadi pilihan kaum urban
© Timolina/shutterstock

Disadari atau tidak, perubahan gaya hidup dapat mengubah kebiasaan sarapan. Hal ini terjadi khususnya pada kaum urban yang memiliki kehidupan dengan aktivitas yang padat, seolah-olah selalu dikejar-kejar waktu.

Jam kerja dan jarak tempuh dari rumah ke tempat aktivitas yang panjang menjadi alasan orang meninggalkan sarapan.

Padahal, penelitian memaparkan bahwa sarapan sangat penting bagi tubuh. Sarapan memberikan manfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus saat melakukan kegiatan. Selain itu, sarapan juga dapat menjaga berat badan tetap ideal dan mengatur kerja metabolisme tubuh.

TheDailyMeal menulis 10 keuntungan jika Anda biasa sarapan, antara lain sarapan bantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercantik kulit, namun sayangnya masih saja ada orang melewatkan waktu sarapan.

Menurut dr. Diana F. Suganda , MKes, SpGK., ketika ditemui pada acara peluncuran belVita breakfast, biskuit sarapan pertama di Indonesia, Selasa (19/4/2016), di kawasan Menteng, ada 53.5 persen orang tidak sarapan karena susah makan di pagi hari.

Ada pula orang yang mengatakan tidak sempat, dengan persentase sebanyak 26,4 persen. Orang yang mengaku tidak lapar di pagi hari ada 15,5 persen dan orang yang takut gemuk kalau sarapan ada 4,6 persen.

Padahal sarapan pagi secara teratur merupakan kebiasaan yang baik dan menguntungkan dengan catatan jangan asal sarapan untuk membuat perut kenyang.

Dr. Diana mengingatkan bahwa kebiasaan orang Indonesia untuk menyantap sarapan berupa nasi uduk, lontong sayur, mi goreng, nasi goreng yang tinggi karbohidrat akan memicu kadar gula darah sehingga membuat orang justru mudah mengantuk.

"Persentase kebiasaan orang yang sarapan cukup baik, sekitar 17 persen mengaku sering sarapan dan 56 persen selalu sarapan. Namun banyak orang yang kerap melupakan asupan gizi seimbang saat sarapan," ujar dr. Diana.

Sekadar sebagai catatan, kebutuhan kalori saat sarapan sekitar 350-400 kilo kalori. Dan idealnya sarapan yang sehat itu harus memenuhi sekitar 15-30 persen kebutuhan gizi harian tubuh.

Oleh karena itu, menu sarapan sebaiknya seimbang dan mengandung bahan-bahan yang telah dipilih dengan baik serta dapat memberikan energi sepanjang hari.

Sarapan yang sehat dan seimbang dengan komposisi lengkap terdiri dari cairan, protein (12-15 persen), vitamin dan mineral, lemak (30-35 persen) dan karbohidrat (50 persen). Ini yang sering orang lupakan.

Menu praktis dan sehat

Saat ini masih ada orang yang mengonsumsi sarapan dengan menu tinggi karbohidrat dan menerapkan kebiasaan sarapan yang keliru.

Namun kabar baiknya, menurut pakar gizi yang praktik di Rumah Sakit ASIH, Kebayoran, ada perubahan cukup signifikan sejak sekitar lima tahun yang lalu. Orang sudah mulai meninggalkan gaya sarapan tradisional yang tinggi karbohidrat dan menggantinya dengan sarapan modern.

"Dari beberapa konsultasi yang saya tangani, ada kecenderungan perubahan gaya sarapan, yaitu sekitar 50 persen. Mereka yang berusia 25-35 tahun berkonsultasi tentang menu sarapan yang praktis dan bernutrisi. Mereka mulai terbiasa mengonsumi granola atau smoothies, " paparnya.

Memang, meski praktis, sarapan modern tetap harus memerhatikan nutrisi yang terkandung dalam menu sarapan. Untuk mencukupi karbohidrat, misalnya, orang yang sudah terbiasa mengonsumsi nasi bisa menggantinya dengan kentang, sereal atau roti gandum.

Sementara itu kecukupan vitamin bagi tubuh bisa dipenuhi dengan makan buah-buahan dan sayuran. Protein bisa diperoleh dari daging, ayam, ikan dan telur. Cairan tubuh didapat dari susu, air putih, kopi atau teh.

Dr. Diana memberikan contoh menu praktis dan sehat berupa roti gandum dengan isi telur ceplok ditambah tomat dan daun selada. Agar tidak kekurangan cairan sekaligus menambah energi, segelas susu rendah lemak bisa mendampingi roti isi itu sebagai menu sarapan pagi.

Sebagai variasi, Anda juga bisa membuat roti gandum dengan selai kacang, pisang dan minum segelas susu.

"Sebaiknya tidak membuat roti gandum dengan selai stroberi karena kandungan karbohidratnya tinggi. Dan untuk penambahan selai kacang, pastikan juga yang rendah lemak atau cukup olesi selai kacang sebanyak satu sendok teh saja, " saran dr. Diana.

Jika Anda ingin sarapan dengan biskuit, sebaiknya ditambahkan dengan melahap satu buah apel, seporsi yoghurt dan minum air putih.

"Pilih biskuit dari gandum yang mengandung 180 kalori dan jangan hanya mengonsumsi biskuit saja karena tidak mencukupi kebutuhan kalori sarapan sehat dan seimbang," kata dr. Diana.

3 Healthy Sandwich Recipes, Healthy Recipes For Weight Loss
© TheSeriousfitness
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.