Sebelum menikah, ada baiknya lakukan premarital vaccine

Ilustrasi pasangan yang menikah
Ilustrasi pasangan yang menikah | Pixabay

Dalam mempersiapkan pernikahan, calon pengantin dibuat sibuk luar biasa. Apalagi kalau sudah menyinggung urusan keluarga besar. Tetapi itu semua bisa diatasi dengan menggunakan jasa wedding organizer (WO).

Namun, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan WO, yaitu premarital vaccine.

Premarital vaccine merupakan salah satu pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin dengan memberikan vaksin ke dalam tubuh mereka. Pentingkah vaksin ini?

"Saya bilang penting banget. Karena 95 persen penularan HPV dari hubungan seksual. Kalau kita belum vaksin cacar air dan waktu menikah terkena cacar, hal itu bisa menularkan ke anaknya. Jadi, vaksin bisa melindungi dari virus atau penyakit yang tak diinginkan," ujar Rere, perawat In Harmony Clinic, Jumat (14/08/2015), dalam acara Jakarta Wedding Festival (JWF) 2015.

Menurut Rere, calon pengantin hendaknya melakukan cek kesehatan, termasuk vaksin sebelum menikah.

Setidaknya, mereka mendapatkan lima vaksin untuk pencegahan beberapa virus. Vaksin untuk calon pengantin meliputi vaksin Human Papiloma Virus (HPV, menyebabkan kanker serviks), Hepatitis B, Mumps Measles Rubella (MMR atau gondongan, menyebabkan infertilitas), Varicela (cacar air), serta Difteri, Pertussis, dan Diphteria (DPT).

Rere menjelaskan bahwa pasangan calon pengantin bisa melakukan vaksin ini enam atau minimal dua bulan sebelum hari H. Pasalnya, vaksin HPV dan Hepatitis B diberikan tiga kali secara bertahap.

Begitu pula dengan vaksin Varicella dan MMR yang disuntikkan bertahap sebanyak dua kali, sedangkan vaksin DPT hanya sekali.

"Sebaiknya vaksin dilakukan enam bulan sebelum pernikahan. Soalnya, semua tahapan vaksin selesai diberikan kepada pasangan," lanjutnya.

Buat pasangan pengantin yang belum melakukan vaksin, mereka dapat berkunjung ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkannya. Lalu bagaimana dengan pasangan yang sudah menikah?

Mereka tetap masih bisa memperoleh vaksin, tetapi harus melalui konsultasi dokter dan pap smear bagi perempuan. Soal biaya, vaksin-vaksin tersebut dapat diperoleh dengan morogoh kocek Rp14 juta per pasangan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR