Sekolah influencer dibuka di Italia

Ilustrasi
Ilustrasi | Fizkes /Shutterstock

Saat ini pekerjaan sebagai influencer sedang populer. Bila Anda pengguna media sosial, tentu pernah melihat para influencer atau selebgram dengan foto unggahan mereka yang menggambarkan betapa hidup itu menyenangkan.

Bagaimana tidak, mereka berkesempatan mendapatkan aneka produk gratis dari berbagai jenama, diundang untuk pelesir, dan dapat berbagai fasilitas istimewa. Semua itu jadi hak asal mereka memakai dan atau mengulas berbagai produk tersebut.

Influencer adalah orang-orang yang dinilai dapat memengaruhi pembeli potensial suatu produk. Siapa saja bisa jadi influencer, termasuk wartawan, akademisi, penasihat profesional, selebritas. Tentu dengan memperhatikan aturan dan etika profesi yang berlaku.

Pekerjaan seorang influencer adalah membuat konten mengenai produk atau jasa, lalu membagikannya lewat akun media sosial yang mereka miliki di Instagram, YouTube, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya.

Selain itu, mereka juga biasa mengulas sebuah produk, membuat kontes, juga berbagi pengalaman mengenai produk yang digunakan. Usai menyelesaikan pekerjaan, influencer biasanya diberi kompensasi dengan uang atau barang.

Tertarik untuk menjadi influencer? Kini ada sekolah khusus bagi yang berminat pada bidang ini, yaitu Conde Nast Italia's Social Academy.

"Kami di sini untuk menghilangkan mitos bahwa influencer adalah musuh perusahaan media," kata Luca Dini, direktur editorial Conde Nast Italia, yang juga menjabat sebagai direktur komunikasi perusahaan, kepada WWD.

Selama ini ada anggapan bahwa narablog dan influencer--yang kerap disebut buzzer atau selebgram--berseberangan dengan awak media. "Konsumen tidak melihat batas antara wartawan dan influencer lagi," kata Fedele Usai, CEO Conde Nast Italia.

Dimulai pada bulan November sampai Maret, program pendidikan di Conde Nast Italia's Social Academy akan memiliki 240 jam pelajaran, termasuk analisis mendalam tentang pasar kecantikan hingga strategi pemasaran dan komunikasi digital.

Para siswa akan diajarkan bagaimana teknik pengelolaan audiens, pengembangan konten, juga penyuntingan foto dan video. Akan ada 15 guru yang melibatkan dosen tamu internasional yang mengkhususkan diri dalam komunikasi digital untuk mengajar di kelas.

Studi ini akan berakhir dengan dua minggu latihan praktik ke pabrik kecantikan dan acara di toko kosmetik.

Pada sesi pertama, akan dipilih 20 murid perempuan, yang diseleksi dari 2.000 kandidat. Syarat mengikuti kelas gratis ini adalah berusia minimal 19 tahun, memiliki ijazah SMA dan terdaftar di universitas, juga mampu berbahasa Inggris yang baik.

Nilai tambah bagi calon murid yang memiliki minat pada dunia kecantikan dan memiliki pengalaman internasional. Sedangkan, popularitas di media sosial tidak menentukan untuk masuk ke program ini.

Program ini ditawarkan kepada kandidat melalui beasiswa. Sekolah influencer ini juga bermitra dengan L'Oreal Italia dan SDA Bocconi School of Management di Milan.

Pada sesi pertama, pelajaran akan berpusat pada bidang kecantikan dan gaya hidup. "Kecantikan adalah industri perintis dari sudut pandang produk, komunikasi, dan interaksi dengan penonton," kata Fedele.

"Kami bertemu setahun yang lalu dan membicarakan perlunya mengubah pendekatan kami karena konsumen dan pembaca berubah," ujar Roberto Serafini, sutradara L'Oreal Luxe Italia.

Menurut Roberto, kebutuhan utama perusahaan adalah berbicara lebih banyak tentang kecantikan dan dengan cara yang lebih kualitatif.

"Di Amerika Serikat dan Inggris, influencer memiliki dampak yang lebih besar karena kualitas dan cara mereka bercerita mereka lebih baik," kata Roberto. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan semacam itu juga dibutuhkan di Italia.

Conde Nast Italia's Social Academy didirikan dengan tujuan untuk mengajarkan cara yang benar dalam menggunakan media sosial, yang berfokus pada konten berkualitas dan mematuhi etiket. Ini termasuk mengelola pesan berbayar dan jumlah pengikut.

Setelah lulus, murid akan menerima sertifikasi dan akan diintegrasikan ke dalam jaringan influencer Conde Nast, yang sudah berjumlah 300 orang.

"Inilah tanggung jawab sosial kita, kita harus melatih orang. Jika suatu saat sebuah perusahaan akan membutuhkan influencer terlatih dan profesional, kita akan menjadi satu-satunya yang bisa menyediakannya," ujar Fedele.

Pada 2018, akan ada 40 siswa yang terpilih untuk jadi angkatan pertama. Pihak Conde Nast akan membawa 100 orang influencer untuk bekerjasama. Tak hanya kecantikan, nantinya akan ada pelajaran bidang makanan dan teknologi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR