INDONESIA FASHION WEEK

Selebrasi ragam budaya tutup IFW 2017

11 perancang berkolaborasi dengan tajuk "Expression of Culture".
11 perancang berkolaborasi dengan tajuk "Expression of Culture". | dok. Indonesia Fashion Week /indonesiafashionweek.id

Peragaan mode tahunan, Indonesia Fashion Week berlangsung meriah di Jakarta. Banyak perancang busana dari berbagai daerah dan negara datang dan meramaikan gelaran mode yang tahun ini berhasil mengajak 120 ribuan pengunjung untuk menyaksikan langsung pameran tersebut.

Karya yang ditampilkan pun terbilang cukup beragam, mulai dari karya para perancang senior hingga hasil tangan bakat-bakat muda. Namun, sebagai benang merah, sesuai dengan tema yang diusung Indonesia Fashion Week tahun ini, Celebration of Culture para perancang diajak menampilkan karya yang mencerminkan budaya bangsa.

Seperti yang dilakukan 11 perancang yang berkolaborasi dalam tajuk Expressions of Culture. Mereka adalah Poppy Darsono, Ayu Dyah Andari, Agnes Budhisurya, Musa Widyatmodio, Ghea Panggabean, Naniek Rachmat, Itang Yunasz, Mrinalini Gupta dan Gaurav Gupta, serta Rezza Shah dan Jovian Mandagie.

Ke-11 perancang menampilkan karya mode bagi para perempuan dan juga lelaki dengan sentuhan budaya di dalamnya.

Malam itu, Poppy Darsono, beserta Musa Widyatmodjo, dan Rezza Shah memilih untuk menampilkan busana lelaki. Mereka banyak menampilkan beragam jenis kemeja, batik, hingga luaran seperti blazer, jas dan jaket.

Sedangkan delapan perancang lainnya menampilkan busana khusus untuk perempuan.

Meski berada dalam tema yang sama, tetapi konsep yang diambil oleh masing-masing perancang tetap memiliki ciri khasnya tersendiri. Misalnya saja Ayu Dyah Andari. Perempuan asal Palembang ini menampilkan busana yang terinspirasi dari warna langit senja. Inspirasinya dituang ke dalam palet warna biru pastel hingga rose gold dengan garis yang feminin.

Karya Ghea Panggabean juga tampil prima malam itu dengan nuansa hitam busana khas tanah Jawa dan Sumatera.

Ada juga Naniek Rachmat dan Itang Yunasz yang menampilkan busana berupa gaun-gaun berbagai gaya untuk Anda yang berjilbab. Lalu ada Agnes Budhisurya yang juga menampilkan ciri khasnya, yakni gaun dengan lukisan di atasnya.

Para perancang yang berkreasi dengan busana perempuan kali ini banyak menggunakan bahan tile, brokat, sutera, dan satin.

Uniknya, kolaborasi ini ternyata tak hanya melibatkan perancang dalam negeri. Perancang Mrinalini Gupta dan Gaurav Gupta merupakan perancang kenamaan asal India. Sedangkan Rezza Shah dan Jovian Mandagie ialah perancang asal Malaysia. Keempatnya dikenal akan gaun malam rancangannya yang mewah.

"Akhirnya, kebudayaan dan industri fesyen adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak pernah dapat dipisahkan. Demikianlah keyakinan yang ada pada kami, para perancang pengusaha mode Indonesia," ujar Poppy Dharsono, yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia, Minggu (5/2/2017), di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR