Sepatu hak tinggi bisa tingkatkan risiko kanker

Ilustrasi sepatu hak tinggi.
Ilustrasi sepatu hak tinggi. | Olena Yakobchuk /shutterstock

Bagi yang tak terbiasa, menggunakan sepatu hak tinggi begitu melelahkan. Namun, ada juga perempuan yang merasa nyaman dan terbiasa menggunakan sepatu jenis ini.

Meski memberikan kesan yang cantik dan seksi, berhati-hatilah menggunakan sepatu hak tinggi karena dapat membahayakan otot dan persendian, bahkan menyebabkan kanker.

"Kami podiatris suka menyebut sepatu hak tinggi dengan shoe-icide, " kata Hillary Brenner, DPM, juru bicara American Podiatric Medical Association. Ia menambahkan bahwa sepatu hak tinggi bisa menyebabkan segala sesuatu mulai dari pergelangan kaki terkilir hingga rasa sakit kronis.

Dr. David Agus, ahli onkologi University of Southern California berpendapat bahwa rasa sakit akibat mengenakan sepatu hak tinggi menyebabkan peradangan tingkat rendah. Ini karena tubuh mencoba untuk mengakomodasi Anda agar bisa berjalan dengan cara yang sama sekali tidak wajar.

Sebenarnya, peradangan bukan hal buruk. Ini adalah cara bagi tubuh untuk melindungi dirinya sendiri. Contohnya, saat kaki Anda terluka, kulit di sekitarnya menjadi merah dan bengkak.

Namun, saat kaki Anda kesakitan setelah berjam-jam memakai sepatu hak tinggi, peradangan bisa berubah menjadi kondisi kronis, seperti alzheimer, diabetes, dan meningkatkan risiko kanker.

"Kuncinya adalah sepatu yang nyaman," kata Agus kepada Footwearnews.com. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ini bukan hanya soal sepatu hak tinggi, tetapi alas kaki jenis apa pun yang tak nyaman saat dipakai.

"Kita semua memiliki sepasang sepatu yang kita cintai tapi rasanya sakit untuk dipakai berjalan," ujar Agus. Ia menyarankan pengguna sepatu hak tinggi agar dipakai dalam waktu yang lebih singkat dan mencoba meminimalkan gerakan dengan duduk.

Sepatu yang nyaman akan meningkatkan tekanan yang Anda berikan pada kaki dan berkontribusi terhadap risiko masalah yang lebih serius seiring bertambahnya usia.

Michael Ratcliffe, Podiatris di Carnation Footcare, mengatakan bahwa tiga fungsi utama sepatu adalah melindungi kaki, memungkinkan kita berjalan ke mana pun kita mau, dan memberi kenyamanan saat sepatu tersebut berada di kaki kita untuk waktu yang lama.

"Sepatu yang benar seharusnya tidak menimbulkan dampak negatif sedikit pun pada kesehatan kita, alas kaki yang salah malah dapat berdampak negatif pada kaki kita," ujar Michael kepada Netdoctor.

Lebih lanjut Michael menambahkan jika sepatu dengan tumit yang lebih tinggi atau tidak pas dapat dikaitkan dengan gangguan berjalan dan keseimbangan. Jika Anda menggunakan alas kaki yang tidak tepat, maka masalah jangka pendek bisa menjadi masalah jangka panjang.

Beberapa masalah jangka pendek yang diakibatkan oleh sepatu adalah corns, kulit keras dan mati yang terjadi di atas tulang yang menonjol, seperti sendi. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan yang berkepanjangan ke area tertentu.

Sepatu yang terlalu longgar juga bisa membuat kulit kaki tergesek-gesek oleh bagian dalam sepatu. Jangan lupakan masalah kuku, seperti kuku kaki tumbuh ke dalam akibat sisi kuku menembus kulit di sekitarnya.

Kuku juga bisa terinfeksi jamur. Tak hanya kurang sedap dipandang kuku yang berjamur dapat berubah warna dan menjadi rapuh.

Pada masalah jangka panjang, perkara sepatu ini bahkan dapat membuat seseorang mengalami sakit punggung dan perubahan postur. Sebaiknya gunakan sepatu rendah yang nyaman, dan pakai sepatu hak tinggi tak terlalu lama

Sepatu yang tidak memberikan dukungan memadai pada kaki dapat menyebabkan masalah sendi seperti arthritis dan juga nyeri lutut, terutama pada kasus sepatu hak tinggi yang memaksa otot-otot bagian depan harus bekerja lebih keras untuk membantu Anda berjalan.

Untuk mengatasi masalah pada kaki, sebaiknya mulai perhatikan pemilihan sepatu yang digunakan setiap hari. Pastikan ada cukup ruang pada bagian depan, tetapi juga jangan terlalu longgar. Setidaknya, jari kaki Anda bisa bergerak di dalam sepatu. Bantalan pada bagian dalam sepatu juga baik untuk kenyamanan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR